TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Puri Bunda Jadikan Transformasi SDM sebagai Motor Pertumbuhan Bisnis Rumah Sakit

Ahmad Churi
6 October 2026 | 10:02
rubrik: Event
Puri Bunda Jadikan Transformasi SDM sebagai Motor Pertumbuhan Bisnis Rumah Sakit

Transformasi sumber daya manusia (SDM) semakin menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis rumah sakit. PT Puri Bunda yang menaungi 3 RSIA Puri Bunda di Bali, menempatkan agenda people dan organization sebagai bagian integral dari strategi korporasi untuk memperkuat layanan sekaligus menghadapi persaingan di industri kesehatan.

Jakarta, TopBusiness – Sebagaimana industri jasa pada umumnya, Rumah Sakit termasuk sektor industri yang sangal mengandalkan sumber daya manusia (SDM). Sektor ini termasuk padat karya (labor-intensive) dan padat pakar (knowledge-intensive-dokter ahli dan lainnya), sehingga kualitas SDM menjadi penentu utama bagi keberlangsungan organisasi. 

Pelayanan kesehatan ditempatkan lebih dari sekadar transaksi urusan klinis dan keselamatan pasien, melainkan hubungan interpersonal yang melibatkan emosi manusia dalam konteks psiko-sosial.  Pasien yang datang umumnya selain dalam kondisi gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan medis (hard skills) dan komunikasi teripetik , tetapi juga rentan terhadap situasi emosional yang sedih, was-was, khawatir, ragu  yang memerlukan sentuhan empati dan keramahan (soft skills) dari dokter, perawat, serta staf yang ada di rumah sakit tersebut.

Karena itu, Rumah Sakit Puri Bunda juga menaruh perhatian besar terhadap pengelolaan SDM yang dimilikinya melalui HCMS (Human Capital Management System). Strategi HCMC terus dikembangkan dari pola lama secara konvensional yang bersifat pendukung (support function) menjadi lebih dinamis dengan menempatkannya sebagai penggerak strategis bagi pertumbuhan dan kinerja organisasi.

Proses HCM melibatkan serangkaian praktik dan proses yang dirancang untuk mengelola siklus kerja karyawan, mulai dari perekrutan dan seleksi, pengembangan keterampilan, penilaian kinerja, kompensasi dan manfaat, manajemen kinerja, hingga manajemen talenta dan pengembangan kariernya. Puri Bunda meyakini  bahwa  “Transforming Healthcare” sejatinya dimulai dari “Transforming People & Organization”, sehingga menempatkan Insan Puri Bunda ( begitu karyawan dan dokter disebut di Puri Bunda) di organisasi sebagai salah satu fondasi untuk mewujudkan visi menjadi hospital of choice sekaligus memperluas layanan kesehatan kepada masyarakat, sebagai Rumah Sakit berjejaring (chain-hospital).

Untuk hasil yang lebih optimal, perusahaan juga mulai melakukan pendekatan penggunaan teknologi informasi atau Human Resources Information System(HRIS), yakni menggunakan perangkat lunak berbasis digital untuk mendukung system administrasi dan pengelolaan SDM yang ada. 

Demikian beberapa poin penting dari sesi presentasi dan wawancara penjurian “TOP HC Awards 2026  PT Puri Bunda yang dihelat Majalah TopBusiness, Kamis (1/10/2026), secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Sesuai tema di ajang corporating rating “TOP Human capital Awards 2026 “Unlocking Human Potential for Sustainable Business Excellence”, Tim Puri Bunda membawakan materi presentasi berjudul “Puri Bunda eXperience: Transforming People & Organization Means Transforming Healthcare Towards Hospital of Choice”.

BACA JUGA:   Banyak Pembelajaran Bersama, Ratusan Peserta Ikuti Webinar TOP GRC Awards 2024

Presentasi dan wawancara penjurian disampaikan Direktur Utama Puri Bunda dr. IB Semadi Putra, Sp.OG., Managing Director Ir. Wisudho Harsanto, MBA, EPC, Direktur People & Culture Corporate Secretary IA Rahajeng PD, SE, MPH, serta Direktur Keuangan & Komersial Made Srie Puspitaningsih, SE. 

Sedangkan tim juri penilai terdiri Sementara itu, dewan juri terdiri Prof. Dr. Wahyudin Zarkasyi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Bandung, Ir. Thendri Supriatno dari Corporate Forum for CSR Development (CFCD), DR. Sentot Baskoro (AGRKI-Ahli Hukum Korporasi), Umi Mahmudah Hani, MPsi (LKN Asta Cita), yang  dimoderatori oleh Ahmad Chury, Managing Editor ItWorks.id/ MSI Group).

Menerapkan Spirit #Guyub Melayani

Puri Bunda melihat bisnis rumah sakit pada dasarnya merupakan bisnis SDM. Sebab, pembeda antara satu rumah sakit dengan lainnya tidak hanya ditentukan fasilitas dan teknologi, tetapi juga kemampuan SDM mengeksekusi strategi perusahaan dan memberikan pengalaman layanan kepada pasien. “Usaha Rumah Sakit sangat membutuhkan sentuhan SDM. Sehingga penanganan SDM sangat penting, sekaligus sebagai pembeda untuk layanan dan daya saing yang juga membutuhkan strategi tersendiri, termasuk sentuhan kearifan lokal sebagai pembedan dari yang lain,” ungkap dr. IB Semadi Putra, Sp.OG.

Puri Bunda merupakan jaringan pengelola fasilitas kesehatan yang berfokus pada layanan kesehatan ibu dan anak (Rumah Sakit Ibu dan Anak / RSIA Puri Bunda). Memiliki beberapa cabang  yang ekosistem bisnisnya juga terus berkembang.  Mulai dari RSIA Puri Bunda Denpasar, Tabanan dan Singaraja, Layanan tumbuh kembang, Fertility Centre, hingga skuad khusus B2B HOMES (Hospital Operation Management Ecosystem Service) dalam pengoperasian RSIA Cendana Premier Ubud.

Berdiri sejak 15 November 2003, saat ini sebanyak 1.188 Insan Puri Bunda (karyawan & dokter spesialis) menerapkan spirit #guyub melayani #merawat kehidupan #sehangat keluarga ke sebanyak mungkin masyarakat.  Rencana Strategi Perusahaan mencakup 7 (tujuh) agenda strategis. 

Dari tujuh agenda dalam rencana strategis perseroan, lima di antaranya berkaitan dan berdampak langsung dengan people agenda, antara lain perubahan visi, misi dan purpose, penetapan kompetensi rumah sakit, strategi eksekusi, penguatan pengurus perseroan, serta implementasi konsep Guyub by System melalui transformasi staf medik spesialis.

BACA JUGA:   CSR Unggulan PT Pos Indonesia, dari Menanam AKHLAK hingga Bantu UMK

Dalam dinamika belakangan ini, Puri Bunda juga menghadapi tantangan serius berupa persaingan mendapatkan dan mempertahankan talenta kesehatan di Bali. Dalam paparannya, perusahaan menyebut fenomena talent war sebagai salah satu risiko yang perlu dikelola secara strategis, bahkan disejajarkan dengan risiko finansial dan risiko siber.

Data yang dipaparkan menunjukkan jumlah karyawan meningkat dari 335 orang untuk 1 Rumah Sakit pada 2016 menjadi 991 orang pada akhir 2025 untuk mengelola 4 Rumah Sakit. Dalam periode yang sama, pada peningkatan jumlah karyawan  dicapai produktifitas  revenue per karyawan meningkat signifikan.  Pendapatan rumah sakit dapat digenjot meningkat jauh melampaui penambahan karyawan akibat ekspansi geografis, yang memerlukan pendanaan operasional yang tidak sedikit di tahap pembukaan layanan.

Namun, pertumbuhan organisasi tersebut juga diikuti tantangan turnover. Pada 2025, untuk pertama kali Puri Bunda mencatat turnover sebesar 18,8%, karyawan keluar dariperusahaan dalam data klasifikasi yang dipaparkan. Dari sekitar 18,3% karyawan dikategorikan sebagai critical person and role, dialami regret loss sebanyak 5,5%. Rasio-rasio yang relative tinggi dan patut diwaspadai.

Puri Bunda mengidentifikasi talent war dengan turn over yang signifikan bersaing dengan pengisian formasi ASN/PNS/P3K/BUMN, perekrutan talenta oleh rumah sakit berskala nasional, serta issue domestik karyawan sebagai sejumlah faktor yang memengaruhi dinamika talenta. Kondisi tersebut mendorong perusahaan mengembangkan pendekatan Proactive Retaining & Proactive Resourcing ke dalam model Internal Talent Marketplace yang memungkinkan pengembangan diri karyawan yang memungkinkan pengalaman Talent Mobility. Model ini memungkinkan karyawan mendapatkan peluang pengembangan melalui perpindahan internal, proyek lintas fungsi, job rotation, penugasan lintas Rumah Sakit maupun penugasan yang bersifat fungsional dan sosial.

Program tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai inisiatif HR, tetapi mendapatkan sponsor langsung dari jajaran direksi. Melalui model tersebut, Puri Bunda berupaya meningkatkan internal hiring sekaligus membuka ruang bagi karyawan untuk mengembangkan kompetensi pada posisinya saat ini, tanpa harus meninggalkan organisasi.

Digitalisasi HR

Transformasi juga menyentuh sistem pengelolaan SDM. Puri Bunda tengah melakukan migrasi dari HRIC dengan menu yang terfragmentasi menuju Human Resources Information System (HRIS) yang lebih terintegrasi. Langkah tersebut didorong oleh perubahan skala organisasi. Dari sebelumnya mengelola satu rumah sakit, Puri Bunda kini mengelola empat rumah sakit dengan jumlah karyawan lebih dari 1.000 orang.

BACA JUGA:   Ini Penjelasan Tagline “Kerja Keras dan Kerja Cerdas” BPR BKK Kota Pekalongan

Digitalisasi HR diarahkan untuk mendukung pengelolaan data, proses kerja, serta pengambilan keputusan terkait SDM. Penguatan tersebut menjadi bagian dari agenda Digital HC & AI Enablement, yang mencakup HRIS, employee self-service, manager self-service, digital workflow, people analytics, hingga pemanfaatan artificial intelligence.Dengan pendekatan tersebut, fungsi HR tidak lagi semata-mata menjalankan fungsi administratif, tetapi semakin diarahkan menjadi mitra strategis bisnis.

Transformasi people juga dilakukan melalui pembangunan budaya organisasi. Puri Bunda menggunakan nilai Guyub Melayani, Merawat Kehidupan, dan Sehangat Keluarga sebagai bagian dari identitas organisasi. Konsep Puri Bunda Way dan Service Excellence bahkan telah menjadi mandatory training dalam proses employee onboarding sejak 2019.

Guna memperkuat komunikasi internal, Puri Bunda mengembangkan WINSmagz, yakni e-magazine bagi insan Puri Bunda juga dalam bentuk majalah dinding di loker karyawan, serta kanal Instagram khusus karyawan.

Program MELALI

Dari sisi employee wellbeing, terdapat program MELALI, berupa kegiatan penyegaran setelah satu tahun bekerja yang dilaksanakan dengan anggaran rutin. Program tersebut merupakan tindak lanjut dari Employee Opinion Survey dan dirancang dari, oleh, dan untuk karyawan.

Sementara untuk membangun budaya kinerja dan inovasi, Puri Bunda menerapkan bottom-up aspirational target dalam annual business plan dengan pendekatan OKR hingga tingkat manajemen madya.

Perusahaan juga menggelar festival tahunan Kaizen dan inovasi melalui metode problem solving berbasis manajemen proyek serta memberikan apresiasi melalui PB Awards untuk dokter spesialis dalam 11 kategori dengan 45 penerima pada tahun 2025.

Puri Bunda juga menempatkan transformasi SDM sebagai bagian dari transformasi korporasi secara keseluruhan, mengacu pada pendekatan klasik Balanced Scorecard yang mencakup  Perspektif Keuangan, Customer, Internal Process  dan Learning & Growth yang diracik disesuaikan dengan situasi sumberdaya yang dimiliki perusahaan.

Transformasi tersebut diklaim telah memberikan dampak terhadap kapasitas bisnis perusahaan. Dibandingkan kondisi pada 2015, penguatan pilar korporasi sejak 2016 hingga 2025 disebut menghasilkan pertumbuhan equity yang impresif, kepercayaan perbankan yang begitu tinggi dalam dukungan pendanaan untuk bertumbuh dan berkembang, serta penerapan possible growth yang aspirasional.

Dengan demikian, bagi Puri Bunda, pengelolaan human capital tidak berhenti pada pengembangan kompetensi dan kesejahteraan karyawan. Agenda HC ditempatkan sebagai instrumen untuk membangun organisasi yang mampu tumbuh, beradaptasi terhadap perubahan, dan pada akhirnya memperkuat kualitas layanan kesehatan.

Tags: PT PURI BUNDA
Previous Post

Di Awal Perdagangan Selasa, IHSG Dibuka Menguat

Next Post

Perkenalkan Valbury Web! Platform Trading Modern yang Lebih Nyaman untuk Semua Trader dari Valbury

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR