Jakarta, TopBusiness – PT BPR Pembangunan Kabupaten Padang Pariaman menunjukan kinerja positif dari tahun ke tahun, meski sempat terdampak Covid 19. Hal ini terlihat dari ringkasan kinerja bisnis yang meningkat baik dari sisi kesehatan bank maupuan dari sisi laba dan aset.
“Beberapa tahun belakangn, mulai tahun 2020, 2021 dan 2022 itu kita memang dihadapkan pada kondisi Covid (Pandemi Covid 19) dan itu memberikan dampak signifikan kepada BPR,” ungkap Muhammad Ishak mengawali presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2024 secara daring, Jumat (23/2/2024).
Meski terimbas pandemi, lanjut Ishak, BPR Padang Pariaman terus berusaha agar bisnis perusahaan dapat berjalan. “Tapi walau bagaimanapun kita tetap berusaha dengan semaksimal mungkin. Dan Insya Allah sampai tahun 2023 kita tetap membukukan laba dan aset kita juga bertumbuh,” tegasnya.
Dalam presntasi berjudul “Membangun BPR yang Bertumbuh Dan Berkembang Dengan Sehat“, Ishak menjelaskan terkait capaian kinerja bisnis perusahaan secara komprehensif, mulai dari permodalan hingga pada Cash Rasio.
“Ringkasan kinerja bisnis kita dari tahun ke tahun, KPMM kita masih sehat. KAP Kita sekarang sudah mulai membaik di 6,33 %. Kemudian NPL kita juga kemarin (sebelumnya) cukup tinggi tapi sekarang sudah mendekati angka yang seharusnya. Kemudian ROA kita, NIM kita sehat, BOPO, LDR dan Cash Rasio kita masih dalam kategori sehat,” katanya.
Berikut ringkasan selengkapnya, KPMM sebesar 83,49 % (sangat sehat), KAP sebesar 6,33 % (sehat), NPL 5,68 %, ROA sebesar 1,62 %, NIM sebesar 10,75 %, BOPO 88,52 %, LDR 76,11 % dan Cash Rasio 31,21 % dengan kategori Sehat.
Masih menurut Ishak, terkait dengan kinerja keuangan, BPR Padang Pariaman juga mencatatkan kinerja positif. Meski demikian, dirinya tak memungkiri bahwa masih ada kredit yang belum tuntas, karenanya pada saat ini pihaknya akan menyelesaikan kredit-kredit yang bermasalah. Ikhtiar tersebut membuahkan hasil dengan catatan menunjukan penurunan NPL.
“Kemudian memang di tahun 2023 ini secara aset bertumbuh ya, untuk kredit kita memang fokus 2023 ini pasca Covid memang bagaimana menyelesaikan ada kondisi-kondisi kredit bermasalah dan itu terlihat dari penurunan NPL kita, yaitu tahun 2022 dari 8 menjadi 5,” bebernya.
“Dan Alhamdulillah laba kita juga meningkat. Kami fokus terhadap penyelesain kredit bermasalah. Namun untuk segi laba tetap pencapaian kita 100 persen karena biaya kita juga dibawah target,” imbuhnya.
Startegi Bisnis, Inovasi dan Tata Kelola
Keberhasila kinerja BPR Padang Pariaman tentu tak lepas dari stategi dan terobosan terkait tata kelola dan sistem manajemen perusahaan.
Adapun strategi bisnis yang masih dilakukan BPR Padang Pariaman adalah strategi ‘jemput bola’. Upaya tersebut masih diyakini dapat meningkatkan kinerja bisnis perusahaan yang masih efektif.
“Strategi kita secara umum Kita melakukan pelayanan itu di kantor dan langsung ke lapangan. Kita budaya BPR seluruh Indonesia itu ‘jemput bola’ secara door to door ke masyarakat tidak menunggu hanya di bank. Masih melakukan pemasaran langsung ke masyarakat dan ini masih efektif sampai hari ini,” terangnya.
“Kita mendatangi masyarakat dan ASN door to door service selain melayani di jaringan kantor,” lanjutnya
Selain itu, Ishak juga membeberkan inovasi dan terobosan BPR Padang Pariaman yang telah dilakukan terkait layanan, salah satunya yakni melalui mesin EDC ( Electronic Data Capture). Melalui mesin tersebut, layanan kepada nasabah semakin lebih mudah dan meningkat.
“Untuk inovasi kami memakai sistem yang elektronik atau EDC. Sekarang kita sudah melakukan secara maksimal pelayanan ini untuk mengantisipasi terjadinya apa yang tidak diinginkan oleh petugas di lapangan,” bebernya.
Karena lanjut Ishak, dengan menggunakan mesin tersebut tata kelaola Perusahaan menjadi lebih baik dan meningkatkan kepercayaan terhadap konsumen.
“Karena kedepan ini BPR harus dituntut tata kelola yang baik sehngga kepercayaan masyarakat kepada BPR akan tetap tumbuh,” terangnya.
“Ya mudah-mudahan dengan kita membangun IT, membangun kesempatan untuk bisa lagi bertumbuh, dan bagaimana laporan, pengawasan segala macamnya bisa kita awasi secara real time dan bisa mengurangi hal-hal yang tidak kita inginkan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ishak menjelaskan bahwa untuk meningkatkan kinerja bisnis pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas insan BPR Padang Pariaman melalui pelatihan dan kegiatan sejenisnya.“Kami rata-rata wajib mengikuti pelatihan di bidang perbankan dan pelatihan lainnya yang berhubungan dengan bisnis BPR. Apalagi dengan adanya P2SK pada undang-undang baru pada perbankan itu yang lebih complicated dan ini (pelatihan) menambah kompetensi serta memahami aturan di bidang perbankan dan aturan lainnya yang terkiat,” tegasnya.
Editor: Nurdian
