TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ristekdikti Gelar Bakti Teknologi di Kampar, Riau

Nurdian Akhmad
15 May 2018 | 12:31
rubrik: BUMN
Ristekdikti Gelar Bakti Teknologi di Kampar, Riau

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan terus mendorong dan memfasilitasi tumbuhkembangnya inovasi daerah di seluruh Indonesia, khususnya inovasi teknologi bidang pangan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian petani.

Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe mengatakan hal tersebut saat mengunjungi Gelar Bakti Teknologi Untuk Negeri di desa Pulau Tinggi, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Selasa (15/5). Dalam kesempatan itu, Jumain menanam perdana varietas inpari Sidenuk dengan menggunakan sitem tanam padi yang efektif dan efisien.

“Sesuai amanat Presiden Jokowi, kunci daya saing adalah pengembangan kreatifitas dan inovasi serta penanaman jiwa wirausaha atau entrepreneur. Petani harus didorong, tidak hanya menguasai ilmu pengeahuan dan teknologi, namun juga menerapkan sistem agribisnis digital dengan memanfaatkan pemasaran dalam jaringan (online),”tegas Jumain.

Gelar Bakti Teknologi Untuk Negeri merupakan rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-23 yang akan dipusatkan di Riau pada Agustus mendatang. Selain Jumain, hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), Retno Sumekar yang juga Koordinator Bakti Teknologi Untuk Negeri, perwakilan dari Plt. Gubernur Riau, Bupati Kampar, Deputi Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir, Hendig Winarno.

Kemenristekdikti mengujicoba metode penangkaran benih padi dengan teknologi IPAT BO (Intesifikasi Padi Aerob Terkendali-Berbasis Organik) di lahan seluas lima hektare. Teknologi IPAT BO diklaim mampu mengurangi penggunaan air dan pemakaian pupuk anorganik, serta menghemat bibit. IPAT BO juga mampu mendongkrak produktivitas tanaman padi hingga dua kali lipat.

Jumain mengatakan, varietas padi sidenuk selain menambah keragaman varietas padi di provinsi Riau juga untuk meningkatkan minat petani sebagai penangkar benih, khususnya di Kabupaten Kampar, Riau. Saat ini hanya ada sekitar 4 orang penangkar benih padi yang masih aktif. “Dengan teknologi IPAT BO, potensi produktivitas padi varietas Inpari Sidenuk rata-rata per hektar bisa mencapai 9-11 ton dengan waktu tanam hanya 3 bulan. Teknologi inipun menjadi solusi memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya. (red/**)

BACA JUGA:   Hamawas Gelar Apel Siaga untuk Layani Pengguna Jalan Selama Nataru
Previous Post

AXA Financial-Shell Indonesia Luncurkan Program Mudik Aman

Next Post

BPS: Ekspor April 2018 Terpangkas 7,19%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR