TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

1.024 Infrastruktur Pascagempa NTT Ditangani, Layanan Dasar Terus Berjalan

Albarsyah
7 October 2026 | 18:18
rubrik: Business Info
1.024 Infrastruktur Pascagempa NTT Ditangani, Layanan Dasar Terus Berjalan

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan infrastruktur pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memastikan konektivitas, layanan sumber daya air, serta sarana dan prasarana dasar masyarakat kembali berfungsi.

Hingga 5 Oktober 2026, sebanyak 1.024 infrastruktur terdampak telah ditangani di delapan kabupaten/kota, dengan pemulihan jaringan jalan dan jembatan serta infrastruktur sumber daya air telah mencapai 100 persen, sementara penanganan layanan dasar dan prasarana strategis lainnya masih terus dilanjutkan.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan penanganan infrastruktur yang terdampak gempa di Pulau Flores harus dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai dengan prinsip build back better, yaitu membangun kembali dengan kualitas yang lebih baik, lebih aman, dan lebih tahan terhadap risiko bencana.

“Bangunannya harus kita perkuat karena bagaimanapun ini adalah daerah gempa. Jadi bangunannya harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi alamnya,” ujar Menteri Dody.

Hingga 5 Oktober 2026, Kementerian PU telah menangani 1.024 infrastruktur yang terdampak gempa dengan mengerahkan personel dan alat berat untuk memulihkan aksesibilitas serta layanan prasarana vital masyarakat di delapan kabupaten/kota.

Di sektor konektivitas, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Bina Marga telah memastikan 20 ruas jalan terdampak tetap fungsional. Kerusakan pada ruas-ruas tersebut mencakup 89 titik longsor dan lima patahan. Selain itu, 14 jembatan terdampak juga telah difungsikan kembali, termasuk sejumlah duiker yang berada pada jaringan jalan terdampak. Secara keseluruhan, penanganan jaringan jalan dan jembatan telah mencapai 100 persen.

Kementerian PU juga melakukan penanganan terhadap infrastruktur sumber daya air untuk memastikan fungsi layanan tetap berjalan. Sebanyak dua bendung, satu bendungan, 15 daerah irigasi, dan 15 sumur air baku telah diverifikasi fungsinya. Selain itu, dua embung, empat pengaman pantai, dan dua infrastruktur sungai turut masuk dalam penanganan dan verifikasi. Secara keseluruhan, penanganan pada sektor sumber daya air juga telah mencapai 100 persen.

BACA JUGA:   Hadapi Kekeringan, 141.440 Ha Sawah Terselamatkan dan 1,75 Juta Jiwa Terpenuhi Kebutuhan Air

Pada sektor Cipta Karya, penanganan diarahkan untuk menjaga keberlanjutan layanan dasar masyarakat. Sebanyak 93 SPAM terdampak telah teridentifikasi, dengan 64 di antaranya telah diverifikasi. Dari 129 bangunan gedung terdampak, sebanyak 86 telah diverifikasi. Sementara itu, dari 10 prasarana sanitasi yang terdampak, enam di antaranya telah diverifikasi. Untuk sembilan kawasan strategis, penanganan telah mencapai 100 persen.

Dalam kondisi darurat, Kementerian PU juga terus mendistribusikan sarana dan prasarana untuk mendukung kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak. Dari total 131 unit sarana dan prasarana tanggap darurat, sebanyak 88 unit telah didistribusikan. Bantuan tersebut antara lain terdiri atas 15 mobil tangki air, dua mobil vakum tinja, 46 hidran umum, dua toilet portabel, 18 velbed, satu biority, tiga tenda, dan satu dump truck.

Sementara itu, pada sektor prasarana strategis, sebanyak 651 infrastruktur telah teridentifikasi, dengan 644 di antaranya telah diverifikasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 146 telah melalui proses pembersihan dan 59 lainnya telah mendapat penanganan untuk kerusakan ringan.

Infrastruktur yang terdampak tersebut mencakup 300 fasilitas peribadatan, 112 fasilitas pendidikan, dan 238 fasilitas kesehatan. Tingkat kerusakan telah diidentifikasi mulai dari rusak ringan, sedang hingga berat sebagai dasar untuk menentukan penanganan selanjutnya.

Seluruh penanganan tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian PU untuk mempercepat pemulihan pascagempa sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap. Penanganan dilakukan dengan tetap memperhatikan tingkat kerusakan, keberlanjutan fungsi layanan, serta kebutuhan untuk membangun infrastruktur yang lebih aman dan tangguh terhadap risiko bencana.

Upaya tersebut juga sejalan dengan Visi PU 608 yang menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai instrumen untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

Tags: Kementerian PU
Previous Post

Pertamina Siapkan SDM Garap Potensi Migas Unconventional Indonesia

Next Post

136 Ribu Liter Air Disalurkan untuk Warga dan Penanganan Karhutla di Sorong

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR