Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (8/10/2026) dibuka menguat 8,25 poin atau 0,13 persen ke posisi 6.154,97.
Penguatan juga terjadi pada kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45. Indeks LQ45 naik 1,04 poin atau 0,17 persen ke level 606,76.
Pergerakan pasar saham domestik masih cukup dinamis pada awal perdagangan. Hingga sekitar pukul 09.20 WIB, IHSG tercatat berada di level 6.154,97, atau menguat sekitar 0,44 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.146,72. Pada perdagangan pagi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.179,09 dan terendah 6.137,66.
Dari sisi aktivitas transaksi, hingga pukul 09.20 WIB tercatat sekitar 6,48 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp1,32 triliun. Sementara itu, frekuensi transaksi mencapai sekitar 249,1 ribu kali.
Data tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup ramai sejak awal sesi. Besarnya volume transaksi dibandingkan waktu perdagangan yang masih relatif singkat mengindikasikan adanya aktivitas jual beli yang cukup tinggi dari pelaku pasar.
Analisis Pasar
Penguatan IHSG pada awal perdagangan menunjukkan bahwa minat beli mulai kembali setelah indeks pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 0,75 persen ke level 6.146,76. Pada perdagangan Rabu (7/10), IHSG mencatat volume transaksi sekitar 47,78 miliar saham dengan nilai transaksi Rp36,19 triliun dan frekuensi mencapai 1,53 juta transaksi.
Namun, kenaikan pada awal sesi masih perlu dicermati karena IHSG bergerak dalam rentang yang cukup lebar. IHSG sempat naik hingga 6.179,09 sebelum kembali bergerak di sekitar level 6.155. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual masih muncul ketika indeks memasuki level yang lebih tinggi.
Dari sisi teknikal, area 6.180 menjadi resistance jangka pendek yang perlu diperhatikan. Jika mampu ditembus dan dipertahankan, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju area resistance berikutnya. Sebaliknya, apabila kembali mendapat tekanan jual, level 6.137–6.146 menjadi area support awal yang penting untuk dipertahankan.
Sementara itu, penguatan LQ45 sebesar 0,17 persen menunjukkan saham-saham berkapitalisasi besar ikut menopang indeks, meskipun penguatannya masih relatif terbatas.
Dengan demikian, pergerakan IHSG pada sesi awal Kamis masih menunjukkan bias positif, tetapi belum sepenuhnya solid. Pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan volume dan nilai transaksi hingga akhir sesi pertama untuk melihat apakah penguatan didukung akumulasi beli yang berkelanjutan atau hanya bersifat sementara.
Pergerakan sejumlah sektor juga menjadi perhatian. Pada awal perdagangan, sektor transportasi tercatat menjadi salah satu sektor dengan penguatan terbesar, sementara sektor teknologi dan kesehatan berada di bawah tekanan.
