TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Meski IHSG Turun 7% per September, Investor Bertambah 1 Juta Lebih, Ini Kata Analis

Busthomi
8 October 2026 | 15:06
rubrik: Capital Market
Saham Pilihan Hari Ini: ELSA, AKRA, BRIS, dan TPIA, Disarankan Beli

FOTO: Tom/TopBuisness

Jakarta, TopBusiness – Jumlah investor pasar modal Indonesia bertambah 1,03 juta pada September, di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru terkoreksi 6,96% sepanjang bulan tersebut, menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

EBC Financial Group menilai basis investor yang tumbuh pesat ini kini dihadapkan pada aturan perdagangan baru, aksi jual asing yang belum mereda, serta sejumlah agenda penting. Semua faktor tersebut dapat menggerakkan harga saham, apa pun kinerja perusahaannya.

Pelemahan pada September membuat IHSG terpangkas 29,79% sejak awal tahun. Sepanjang bulan itu, investor asing membukukan jual bersih (net sell) saham senilai Rp10,24 triliun, menurut OJK.

“Sebagian besar investor baru Indonesia masih berusia muda dan memulai dengan dana yang kecil. Koreksi seperti ini kerap menjadi ujian nyata pertama bagi mereka. Dengan memahami apa saja yang bisa menggerakkan IHSG, mulai dari aturan perdagangan, aliran dana asing, hingga review indeks, investor dapat menyikapi pergerakan harga dengan tepat, bukan sekadar bereaksi,” ujar Sana Ur Rehman, Financial Market Analyst EBC Financial Group, dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).

Tercatat,total investor pasar modal mencapai 32,17 juta, melonjak 57,96% sejak awal tahun, menurut OJK. Per Agustus 2026, sebanyak 55,25% investor individu berusia 30 tahun ke bawah, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Kendati mendominasi dari sisi jumlah, investor muda hanya menguasai 3,87% aset investor individu yang tercatat di KSEI, baik di efek maupun reksa dana. Sebaliknya, investor berusia di atas 60 tahun menguasai 48,65%. Persentase tersebut merupakan hasil perhitungan EBC berdasarkan data sebaran usia KSEI per Agustus 2026.

Investor ritel juga menyumbang sekitar 52% nilai transaksi harian pada awal 2026, menurut Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan demikian, aturan-aturan baru berikut berlaku di pasar yang didominasi investor muda berkantong tipis, yang menyumbang sekitar separuh transaksi.

BACA JUGA:   BI: Subsidi Tetap Energi Baik untuk Ketahanan Fiskal

Sambut Dua Aturan Baru BEI

Sejak 28 September 2026, harga saham terendah di pasar reguler dan pasar tunai turun menjadi Rp1 dari sebelumnya Rp50. Ketentuan ini tertuang dalam Keputusan BEI Nomor Kep-00136/BEI/09-2026, menurut BEI.

Selama ini, saham yang tertahan di level Rp50, yang akrab disebut “saham gocap”, tidak bisa turun lebih dalam. Kini saham di rentang harga Rp1–Rp10 dapat naik atau turun maksimal Rp1 dalam sehari.

Satu rupiah itu terbilang besar untuk saham berharga rendah: setara 20% untuk saham seharga Rp5, dan 50% untuk saham seharga Rp2.

Short selling adalah transaksi penjualan efek yang belum dimiliki penjual pada saat transaksi dilakukan, sesuai definisi OJK.

Investor individu domestik bisa melakukan short selling sejak 1 Oktober 2026, menurut BEI. Skema ini mencakup lima saham yang memenuhi syarat yaitu PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), serta memperbolehkan short selling intraday.

Hingga 31 Desember 2026, fasilitas ini hanya terbuka bagi investor individu domestik.

“Kedua aturan ini mengubah cara harga bergerak, sehingga investor perlu memahaminya sebelum menyimpulkan apa pun dari pergerakan harga. Harga saham yang murah bukan berarti risikonya rendah. Semakin rendah harganya, semakin besar persentase perubahan dari pergerakan rupiah yang sama,” jelas Sana.

Net Sell Asing, Keputusan BI dan The Fed, serta Review MSCI

Sejak awal tahun hingga 2 Oktober 2026, investor asing telah membukukan net sell saham Indonesia senilai Rp82,55 triliun, menurut BEI.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia untuk menetapkan kebijakan moneter dijadwalkan pada 20–21 Oktober 2026, disusul rapat bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, pada 27–28 Oktober 2026.

BACA JUGA:   IHSG Kembali ke 6.000, Saham Ini Layak Koleksi

Keputusan kedua bank sentral tersebut akan memengaruhi reaksi pasar dalam jangka pendek maupun menengah. Pasar juga akan mencermati pemilu sela (midterm elections) AS pada 3 November serta perkembangan lanjutan di Timur Tengah.

Setelah itu, MSCI akan mengumumkan hasil review indeks November 2026 pada 11 November. Pada 23 Juni 2026, MSCI menyatakan akan mempertimbangkan sejumlah opsi apabila hingga saat itu tidak terlihat kemajuan yang jelas atas reformasi transparansi yang diumumkan OJK, BEI, dan KSEI.

Salah satunya adalah konsultasi mengenai penurunan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

“Tanggal-tanggal ini sudah diketahui jauh hari. Jika IHSG bergerak tajam di sekitar keputusan bank sentral atau pengumuman MSCI, investor sebaiknya bertanya lebih dulu: apakah pergerakan itu dipicu oleh peristiwa tersebut, bukan oleh kinerja perusahaannya?” tambah Sana. 

Bagi EBC Financial Group, investor yang tangguh adalah investor yang mampu menjelaskan mengapa harga bergerak, sekaligus tetap mengelola risiko secara prudent.

Kemampuan itu berawal dari pemahaman atas aturan perdagangan, arah aliran modal asing, jadwal agenda ekonomi mendatang, serta pola musiman yang berulang.

Tags: Analis pasar modalEBC Financial Groupihsginvestorjumlah investor
Previous Post

Usung Kemudahan Belanja dan Apresiasi Pelanggan, Peritel Milik HERO Resmi Luncurkan MyGuardian Rewards

Next Post

Wamenkop Ajak KNPI Menjadi Penggerak KDKMP

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR