Jakarta, TopBusiness – Ketersediaan air menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan kawasan pertanian di Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Untuk memastikan kebutuhan air irigasi tetap terpenuhi, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pengembangan sumur dalam yang berpotensi menjadi sumber cadangan air tawar bagi jaringan irigasi di kawasan tersebut.
Berdasarkan hasil survei geolistrik hari ini (9/10/2026), terdapat 7 titik yang memiliki potensi air tanah untuk dikembangkan menjadi sumur dalam. Masing-masing titik diperkirakan memiliki debit air sekitar 1–2 liter per detik. Potensi tersebut menjadi dasar untuk memperkuat ketersediaan air, terutama dalam mendukung kegiatan pertanian yang tengah dikembangkan secara bertahap di Wanam.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penyediaan air menjadi salah satu tanggung jawab utama Kementerian PU dalam mendukung pengembangan kawasan pertanian. Meski kawasan tersebut berbasis pertanian rawa, kepastian ketersediaan air tawar tetap harus dijaga agar kebutuhan irigasi dapat terpenuhi dalam berbagai kondisi.
“Ini sebenarnya pertanian rawa. Basisnya adalah air tawar dari rawa. Tapi kita juga harus memastikan bahwa air itu tawar dan wajib tersedia dalam kondisi apa pun. Karena itu, kita melakukan pengeboran air tanah untuk memastikan pasokan air tawar yang cukup,” ujar Menteri Dody saat meninjau kawasan KSPEAN Wanam dalam rilis PU.
Pengembangan sumur dalam merupakan bagian dari upaya memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat dipenuhi secara berkelanjutan. Berdasarkan survei awal, potensi akuifer di lokasi tersebut dinilai cukup baik, dengan kedalaman sekitar 60–70 meter.
Ketersediaan sumber air alternatif sumur bor menjadi penting seiring dengan dimulainya penanaman padi di kawasan Wanam. Hingga 1 Oktober 2026, penanaman padi pada lahan percontohan atau demplot di KM 21 telah mencapai sekitar 40 hektare untuk tahap pertama. Padi tersebut direncanakan dapat dipanen pada awal hingga pertengahan November 2026.
“Yang sudah tertanam hari ini baru 40 hektare. Selanjutnya akan ditanam secara bertahap oleh Kementerian Pertanian. Tugas kita adalah menyiapkan airnya, memastikan kebutuhan air untuk kawasan pertanian ini tersedia,” kata Menteri Dody.
Selain pengembangan sumur bor, Kementerian PU juga terus membangun jaringan saluran untuk mendukung pengembangan kawasan pertanian di KSPEAN Wanam. Dari target pembangunan jaringan sepanjang 180 kilometer, hingga 1 Oktober 2026 telah terealisasi sepanjang 133 kilometer. Pekerjaan tersebut mencakup jaringan irigasi rawa serta saluran pengendalian banjir yang berperan penting dalam menjaga tata air kawasan.
Melalui pengembangan sumur dalam dan pembangunan jaringan saluran secara terpadu, Kementerian PU berupaya memastikan ketersediaan air menjadi fondasi bagi pengembangan pertanian di KSPEAN Wanam. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas lahan, menjaga keberlanjutan kegiatan tanam, serta memperkuat upaya pengembangan kawasan sentra produksi pangan di Papua Selatan.
Pemerataan Sentra Produksi Pangan Jadi Strategi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Menteri Dody mengatakan bahwa pengembangan KSPEAN Wanam merupakan bagian dari upaya membuka lumbung pangan baru untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia perlu memiliki cadangan pangan dan sumber produksi yang berkelanjutan.
Dalam konteks geografis, Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas, seluas kurang lebih 20-30 negara di Eropa. Membentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote, menyebabkan kondisi iklim dan tantangan pengelolaan air berbeda-beda antardaerah. Pada waktu yang sama, sebagian wilayah dapat mengalami kekeringan dan krisis air, sementara wilayah lainnya menghadapi banjir, sedangkan daerah lain berada dalam kondisi normal.
Dalam menopang kebutuhan pangan nasional, Presiden Prabowo Subianto mendorong pemerataan pengembangan sentra swasembada pangan, termasuk di luar Pulau Jawa, salah satunya adalah pengembangan KSPEAN Wanam di Papua Selatan.
Menteri Dody menegaskan bahwa langkah Presiden Prabowo Subianto untuk pengembangan Wanam sangat tepat, karena merupakan salah satu upaya membuka lumbung pangan baru untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Visi Presiden Prabowo adalah kita wajib memiliki cadangan pangan. Kondisi global dengan berbagai ketidakpastian membuat kita harus mengejar keberlanjutan. Karena itu, kawasan seperti Wanam ini harus kita siapkan,” tuturnya.
