Jakarta, TopBusiness — PT Asian Bulk Logistics (ABL Group) berhasil membangun Sumber Daya Manusia (SDM) atau Human Capital (HC) yang unggul melalui strategi integrasi antara pengelolaan talenta, teknologi, serta keselarasan bisnis. .
Di bawah kepemimpinan Chief Human Resources Officer (CHRO) ABL, Hermawan, SE, MM., CHRP., perusahaan penyedia solusi logistik dan infrastruktur terintegrasi kelas dunia ini terus membuktikan komitmennya dalam memperkuat daya saing global. Didirikan pada tahun 2010 di Jakarta, ABL Group yang awalnya berfokus pada layanan pemindahan muatan kapal (transshipment) kini telah bertransformasi menjadi pemain global yang menangani komoditas energi, mineral, hingga kargo cair di berbagai benua.
Hermawan menjelaskan bahwa kunci pertumbuhan perusahaan di pasar global antarbenua terletak pada penciptaan HC yang unggul—baik di bidang operator perkapalan maupun operasional di seluruh benua yang menjadi fokus bisnis—serta penerapan teknologi digital terintegrasi di setiap unit bisnis.
Dalam pemaparannya di hadapan dewan juri TOP HC pada Jumat (9/10/2026), Hermawan memaparkan strategi utama ABL dalam membangun HC yang unggul, meliputi:
- Penyelarasan Strategi HC dengan Bisnis (Top Aligning HCMS to Business Strategy): Mengoptimalkan Human Capital Management System (HCMS) agar setiap fungsi SDM mendukung langsung target ekspansi perusahaan, baik secara organik maupun anorganik (merger dan akuisisi).
- Kompensasi Kompetitif di Pasar (Market Positioning): Menempatkan posisi kompensasi ABL di level P50 pasar dan menyarakaannya dengan standar industri pertambangan (lebih tinggi dari rata-rata industri logistik murni) untuk menarik serta mempertahankan talenta terbaik.
- Persiapan Talenta Global & Pelatihan Lintas Budaya: Membekali karyawan dengan program pelatihan bahasa, cross-cultural training, dan simulasi komunikasi virtual guna menghadapi ekspansi ke luar negeri seperti Australia, Singapura, Dubai, hingga Afrika Barat.
- Penerapan Teknologi & Digitalisasi HR: Memanfaatkan HRIS yang kuat, analisis berbasis digital, hingga transformasi Enterprise Intelligence untuk memantau produktivitas dan kesejahteraan karyawan.
- Fokus pada Wellbeing, Learning & Development, dan DEI: Meraih berbagai pengakuan dari HR Asia Awards dan HR Excellence Award melalui program manajemen talenta, pengembangan kepemimpinan, keberagaman, kesetaraan, inklusi (DEI), serta kesehatan mental/kesejahteraan kerja (wellbeing management).
- Perencanaan Suksesi (Succession Planning): Menyiapkan kader kepemimpinan untuk posisi-posisi kritis demi memastikan transisi operasional tetap mulus di tengah pertumbuhan bisnis yang cepat.
Selain itu, ABL turut membangun program Graduate Development Program (GDP), yaitu program akselerasi karier intensif berdurasi 12 bulan bagi lulusan baru (fresh graduate) pada bidang Marine/Technical Operations, Merger & Acquisition (M&A), Corporate Finance, dan HSE (Health, Safety, and Environment). Perusahaan juga rutin menyelenggarakan pelatihan kesehatan, kegiatan outbound untuk memperkuat kekompakan tim, pemberian reward khusus bagi karyawan berprestasi, serta menerapkan struktur organisasi yang ramping (lean organization) guna meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas karyawan secara berkelanjutan. Dari sisi operasional kerja, pemanfaatan sistem berbasis teknologi seperti Spinergie dan Captain’s Eye (berbasis AI/IoT) juga turut membiasakan kultur kerja yang adaptif dan berteknologi tinggi di internal perusahaan.
Pilar-Pilar Keunggulan Talenta ABL
Hermawan menambahkan bahwa keunggulan utama talenta ABL berpusat pada kombinasi keahlian maritim internasional, penguasaan teknologi digital mutakhir, dan sertifikasi standar global yang terbagi ke dalam beberapa pilar:
- Kompetensi Teknis & Standar Global
- Sertifikasi Kelas Dunia: Talenta maritim dan kru kapal ABL memiliki keahlian teknis tingkat tinggi yang tersertifikasi sesuai regulasi pelayaran internasional (seperti kualifikasi IMO dan STCW).
- Kemampuan Operasional Global: Karyawan terbiasa mengelola proyek logistik laut lintas negara yang kompleks, mulai dari operasional di Indonesia, Singapura, hingga kawasan Afrika Barat.
- Kepemimpinan Digital & Berbasis AI
- Pemanfaatan Teknologi Canggih: Talenta ABL mahir mengoperasikan platform digital berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti Spinergie dan Captain’s Eye.
- Pengambilan Keputusan Berbasis Data: Karyawan dilatih melakukan analisis data real-time untuk memantau efisiensi bahan bakar armada, rute pelayaran optimal, serta deteksi dini risiko keselamatan kerja di atas kapal.
- Jiwa Kepemimpinan yang Adaptif (Future Leaders)
- Jalur Akselerasi Karier: Melalui program seperti GDP, ABL mencetak talenta muda yang memiliki kemampuan berpikir strategis dalam aspek finansial perusahaan, manajemen risiko, serta kepemimpinan tim.
- Struktur Kerja yang Ramping (Lean): Karyawan dididik untuk bekerja mandiri dengan tingkat produktivitas tinggi, meminimalkan birokrasi, serta tanggap menyelesaikan tantangan operasional secara agile.
Integritas Tinggi terhadap Aspek ESG
Sebagai penutup, Hermawan menegaskan bahwa insan ABL juga memiliki integritas tinggi terhadap aspek ESG (Environmental, Social, and Governance):
- Kesadaran K3LL (HSE): Memiliki disiplin yang sangat ketat terhadap standar keselamatan kerja, kesehatan, dan perlindungan lingkungan laut demi mewujudkan budaya zero accident.
- Peduli Keberlanjutan: Memiliki kepedulian sosial yang tinggi serta aktif menggerakkan inisiatif hijau dan pemberdayaan masyarakat pesisir di sekitar wilayah operasional.
