Jakarta, TopBusiness – Ketahanan pangan membutuhkan dukungan infrastruktur yang mampu memastikan ketersediaan air bagi kegiatan pertanian. Hal ini sejalan dengan Asta Cita ke-2 Pemerintah yang mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan dan air. Dalam upaya tersebut, jaringan irigasi berperan penting dalam mendukung distribusi air ke lahan pertanian.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap kebutuhan tersebut, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) turut mengambil bagian melalui pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Utama Daerah Irigasi (D.I.) Kewenangan Daerah di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung. Pekerjaan ini bertujuan memperbaiki fungsi jaringan irigasi untuk menunjang kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Pekerjaan mencakup 28 Daerah Irigasi (D.I.)/Daerah Irigasi Rawa (D.I.R.) yang tersebar di enam kabupaten, yaitu Garut, Majalengka, Indramayu, Cirebon, Kuningan, dan Brebes, dengan total luasan lahan mencapai 3.065 hektare.
Lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan persiapan, rehabilitasi bangunan air, saluran air, dan pintu air. Dalam pelaksanaannya, pekerjaan didukung oleh 593 tenaga kerja. Adapun hasil rehabilitasi meliputi 19 unit bangunan air, 19,2 kilometer saluran air, dan 88 unit pintu air.
Kepala Desa Tarikolot, Eungkos Kosasih, mengapresiasi pelaksanaan program rehabilitasi jaringan irigasi yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani di wilayahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas terlaksananya program rehabilitasi jaringan irigasi di wilayah kami. Dengan kondisi saluran yang lebih baik, kami berharap aliran air ke lahan persawahan semakin lancar, distribusi air lebih merata, dan kebutuhan pengairan petani dapat terpenuhi dengan lebih optimal. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jaringan irigasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Eungkos.
Pekerjaan dilaksanakan selama 120 hari kalender sejak September 2025, dengan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender. Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya berkoordinasi dengan SNVT (Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air I Cimanuk Cisanggarung selaku Pemilik Jasa. Pekerjaan tersebut mencapai progres 100% dan berstatus Provisional Hand Over (PHO) pada Januari 2026.
Pj. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa rehabilitasi jaringan irigasi merupakan bagian dari kontribusi Perseroan dalam mendukung infrastruktur sumber daya air untuk ketahanan pangan.
“Rehabilitasi jaringan irigasi ini merupakan bagian dari upaya Hutama Karya mendukung ketersediaan infrastruktur sumber daya air yang berkualitas. Kami berharap hasil pekerjaan ini dapat menunjang kebutuhan pengairan lahan pertanian dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Hamdani.
Hutama Karya berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai bagian dari kontribusi Perseroan terhadap pembangunan nasional.
