Jakarta, TopBusiness – PT Ifishdeco Tbk (IFSH) terus memperkuat pengelolaan sumber daya manusia (SDM) melalui pengembangan human capital berbasis kompetensi, proses, dan teknologi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun organisasi yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing bisnis di masa depan.
Direktur Sumber Daya Manusia IFSH, Tariani, mengungkapkan bahwa pengembangan human capital di perusahaan memiliki tantangan tersendiri, terutama karena sistem pengelolaan SDM dibangun secara bertahap dari fondasi awal.
Menurut Tariani, pada masa sebelumnya, aspek sumber daya manusia belum sepenuhnya menjadi prioritas utama dalam pengelolaan perusahaan. Namun, seiring perkembangan bisnis, manajemen semakin menyadari bahwa manusia merupakan faktor penting dalam mendorong transformasi dan keberlanjutan perusahaan.
“Sebagai perusahaan swasta, tantangan kami cukup besar karena benar-benar membangun human capital dari awal. Dahulu, aspek people mungkin belum menjadi prioritas atau perhatian utama manajemen. Namun, Alhamdulillah, hingga saat ini sudah banyak perubahan yang kami lakukan, dan semuanya tidak terlepas dari peran manusia, baik dari sisi internal maupun eksternal perusahaan,” ujar Tariani kepada Dewan Juri TOP Human Capital Awards 2026 secara daring, di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Tariani didampingi oleh Feisal Nadhirrahman selaku Unit Head HC Services, Policy & Strategy, dan Bunga Ayu Junisah yang menangani bidang pembelajaran dan pengembangan (learning and development).
Ia menjelaskan, PT Ifishdeco Tbk mengembangkan pengelolaan human capital dengan berlandaskan tiga pilar utama, yakni people, process, dan technology. Ketiga aspek tersebut dipandang saling berkaitan dalam membentuk organisasi yang adaptif, produktif, dan mampu memberikan dampak positif, baik bagi perusahaan maupun masyarakat.
Pendekatan tersebut juga menjadi landasan dalam memastikan pengembangan SDM tidak hanya berorientasi pada kebutuhan operasional jangka pendek, tetapi turut mendukung arah pertumbuhan bisnis perusahaan dalam jangka panjang.
“Ketika berbicara mengenai human capital, kami memiliki tiga pilar, yaitu people, process, dan technology. Ketiganya tidak dapat dipisahkan untuk membangun human capital yang mampu memberikan dampak, baik bagi masyarakat maupun di lingkungan internal perusahaan,” jelasnya.
Fokus pada Lima Kelompok Kompetensi
Lebih lanjut, Tariani mengatakan bahwa perusahaan telah menetapkan lima kelompok kompetensi atau competency stream sebagai dasar pengembangan kapasitas SDM.
Kelima kelompok tersebut meliputi operations, supply chain, finance, business, dan corporate services. Pembagian ini menjadi acuan perusahaan dalam mengembangkan kompetensi karyawan sesuai dengan kebutuhan dan fungsi masing-masing bidang.
Menurut Tariani, penguatan kompetensi menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan perusahaan mampu menghadapi perubahan dan tantangan bisnis yang semakin kompleks.
“Kami memiliki lima stream kompetensi yang menjadi poin penting dalam mengembangkan perusahaan agar lebih berkelanjutan ke depan, yaitu operations, supply chain, finance, business, dan corporate services,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengembangan SDM tidak dapat dilepaskan dari kualitas kompetensi individu, baik yang berkaitan dengan keterampilan, pengalaman kerja, maupun kemampuan teknis.
Karena itu, ketiga unsur tersebut menjadi dasar bagi perusahaan dalam membangun sumber daya manusia yang mampu mendukung kebutuhan organisasi dan perkembangan bisnis.
“Ketika berbicara mengenai people, tentu tidak terlepas dari kompetensi setiap individu, baik dari sisi skill, experience, maupun kemampuan teknis. Inilah yang menjadi dasar kami dalam mengembangkan human capital,” katanya.
Melalui penguatan lima kelompok kompetensi serta integrasi aspek manusia, proses, dan teknologi, PT Ifishdeco Tbk berupaya menempatkan human capital sebagai bagian penting dari strategi bisnis perusahaan.
Transformasi tersebut mencerminkan perubahan pendekatan pengelolaan SDM, dari yang sebelumnya belum menjadi perhatian utama menuju peran yang semakin strategis dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan perusahaan.
Dengan fondasi human capital yang semakin kuat, perusahaan berharap dapat membangun organisasi yang lebih siap menghadapi dinamika industri sekaligus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Dalam materi presentasi, pengembangan kompetensi SDM menjadi salah satu fokus penting dalam mendukung efektivitas operasional dan keberlanjutan bisnis perusahaan. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam sebuah sesi pemaparan materi bertajuk People – Operations Stream.
Dalam pemaparan tersebut, perusahaan memiliki lima kelompok bidang kompetensi utama, yaitu Operations, Supply Chain, Finance, Business, dan Corporate Services. Kelima bidang tersebut memiliki peran yang saling berkaitan dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan.
Bidang Operation mencakup kegiatan eksplorasi, produksi pertambangan, serta dukungan operasional tambang. Kompetensi yang dibutuhkan meliputi perencanaan dan pengembangan tambang, produksi mineral, pengolahan mineral, layanan teknis pertambangan, hingga pengelolaan aset dan pemeliharaan.
Sementara itu, bidang Supply Chain berfokus pada pengadaan barang dan jasa serta pemenuhan kebutuhan operasional perusahaan. Fungsi ini berperan penting dalam memastikan kelancaran proses bisnis melalui pengelolaan rantai pasok yang efektif dan efisien.
Pada bidang Finance, kompetensi yang dikembangkan meliputi pengelolaan keuangan perusahaan, akuntansi, serta perencanaan strategis. Bidang ini menjadi bagian penting dalam mendukung pengambilan keputusan dan menjaga kesehatan keuangan perusahaan.
Selanjutnya, bidang Business mencakup aktivitas perdagangan, pemasaran, penjualan, serta transformasi bisnis. Pengembangan proyek perusahaan, penelitian dan pengembangan, digitalisasi, analisis data, serta otomatisasi juga menjadi bagian dari kompetensi yang diperlukan untuk menghadapi perkembangan industri.
Adapun bidang Corporate Services berfokus pada pengelolaan sumber daya manusia, tata kelola perusahaan, manajemen risiko, hubungan pemangku kepentingan, serta layanan pendukung organisasi.
Dalam sesi tersebut, perusahaan juga menekankan pentingnya pemetaan kompetensi sebagai dasar pengembangan karier karyawan. Setiap bidang memiliki kebutuhan keterampilan dan keahlian yang berbeda sehingga diperlukan pengembangan SDM yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Melalui pemahaman terhadap lima bidang kompetensi tersebut, karyawan diharapkan dapat mengenali peran, tanggung jawab, dan peluang pengembangan karier masing-masing.
Pemaparan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya kompetensi SDM dalam mendukung operasional perusahaan yang produktif, profesional, dan berkelanjutan.
