TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

53 JIAT Dukung Ketersediaan Air bagi 1.307 Hektare Sawah di Indramayu

Albarsyah
14 October 2026 | 12:13
rubrik: Business Info
53 JIAT Dukung Ketersediaan Air bagi 1.307 Hektare Sawah di Indramayu

Jakarta, TopBusiness – Ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian, terutama saat musim kemarau. Di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, 53 Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memiliki potensi layanan untuk mendukung pengairan lahan pertanian seluas 1.307,94 hektare.

Keberadaan jaringan irigasi air tanah menjadi salah satu alternatif penyediaan air bagi pertanian, khususnya ketika ketersediaan air permukaan terbatas. Pemanfaatan infrastruktur ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pengairan sawah sesuai dengan ketersediaan sumber air tanah dan kondisi jaringan di lapangan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penyediaan infrastruktur irigasi perlu diikuti dengan pengelolaan air yang efisien agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh petani. Menurutnya, pembangunan jaringan irigasi tersier juga perlu dipercepat untuk memastikan distribusi air dapat menjangkau lahan pertanian secara efektif.

“Air ini harus kita hemat dan kelola dengan baik. Saya minta agar jaringan tersier segera dibangun, sehingga air tidak terbuang dan bisa menjangkau lebih banyak sawah secara efisien,” kata Menteri Dody.

Dari total 53 JIAT tersebut, sebanyak 26 unit dibangun melalui program reguler dengan panjang jaringan 23,74 kilometer dan potensi layanan seluas 523,69 hektare. Sementara itu, 27 unit lainnya dibangun melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 dengan panjang jaringan 37,85 kilometer dan potensi layanan seluas 784,25 hektare.

Secara keseluruhan, jaringan tersebut memiliki panjang 61,59 kilometer dengan potensi layanan 1.307,94 hektare lahan pertanian. Infrastruktur ini diharapkan dapat mendukung ketersediaan air untuk pertanian di Indramayu, salah satu daerah sentra produksi pangan nasional.

Pembangunan 53 JIAT tersebut dilaksanakan oleh Kementerian PU melalui BBWS Cimanuk Cisanggarung pada 2025 sebagai bagian dari upaya mendukung penyediaan air bagi lahan pertanian. Melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air, Kementerian PU terus mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA:   Menteri PU Tegaskan Komitmen Pembangunan Infrastruktur Papua
Tags: Kementerian PU
Previous Post

OJK Dorong Credit Scoring Digital untuk Perluas Akses Kredit UMKM

Next Post

Respons Karhutla di Sekitar JTTS, Hutama Karya Perkuat Kesiapan Penanganan dan Imbau Pengguna Tol Waspada

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR