Jakarta, TopBusiness – Pemerintah mengandalkan fundamental ekonomi yang terjaga dan kredibilitas pengelolaan fiskal untuk memperkuat kepercayaan investor serta mendorong arus investasi produktif ke Indonesia. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada 2027.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, Indonesia memiliki sejumlah penopang ekonomi yang mendukung kepercayaan investor, mulai dari kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), stabilitas makroekonomi, hingga koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.
Hal tersebut disampaikan Suahasil dalam Investor Meeting Kemenkeu with Bank Indonesia & Danantara yang diselenggarakan Deutsche Bank di Thailand, Selasa (13/10/2026).
Menurut Suahasil, di tengah ketidakpastian ekonomi global, pemerintah berkomitmen menjaga keberlanjutan fiskal sekaligus menciptakan ruang bagi investasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.
Dalam APBN 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6%, dengan investasi diharapkan tumbuh setidaknya 7%. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah memperkuat sinergi kebijakan fiskal, peran Danantara dalam investasi strategis, serta partisipasi sektor swasta.
Dari sisi fundamental ekonomi, sejumlah indikator menunjukkan aktivitas domestik masih terjaga. Inflasi Indonesia tercatat sebesar 3,3% pada akhir September 2026. Sementara itu, indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur mencapai 52,4 pada September 2026, menunjukkan aktivitas manufaktur masih berada di zona ekspansi.
Neraca perdagangan Indonesia juga kembali mencatatkan surplus. Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai risiko fragmentasi perdagangan dunia, volatilitas harga komoditas, dan tingginya suku bunga global yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional.
Suahasil menegaskan, kredibilitas kebijakan fiskal menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keyakinan investor. Pemerintah berkomitmen mempertahankan defisit APBN di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB), sembari memenuhi kebutuhan belanja untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan melindungi masyarakat.
“Kebijakan fiskal harus mampu merespons berbagai tekanan, baik dari geopolitik, perdagangan, volatilitas pasar, maupun harga domestik, tanpa menggerus penyangga fiskal untuk masa depan,” ujar Suahasil dalam siaran persnya, Rabu (14/10/2026).
Kepercayaan Investor
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto menambahkan, strategi pemerintah tidak sebatas menarik investasi masuk, tetapi juga membangun kepercayaan investor yang berkelanjutan.
Menurut dia, kepercayaan tersebut perlu ditopang oleh kredibilitas, kinerja, dan stabilitas perekonomian, baik dari sisi fiskal, moneter, maupun sektor keuangan. Pemerintah juga secara berkala mengomunikasikan perkembangan ekonomi dan arah kebijakan kepada pelaku pasar dan investor secara terpadu.
Selain stabilitas ekonomi, disiplin dan integritas pasar menjadi aspek penting untuk menciptakan pasar keuangan yang lebih dalam, aktif, dan likuid.
Pemerintah juga mendorong pendalaman pasar keuangan melalui penguatan basis investor institusional dan ritel domestik. Langkah ini diharapkan meningkatkan daya tahan pasar keuangan nasional ketika menghadapi gejolak global sekaligus memperluas sumber pembiayaan bagi perekonomian.
