TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Laba Singapore Airlines 2017 Melonjak 148%

Nurdian Akhmad
21 May 2018 | 10:10
rubrik: Business Info
Laba Singapore Airlines 2017 Melonjak 148%

Foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Grup Singapore Airlines melaporkan laba bersih sebesar $893 juta dolar Singapura untuk tahun keuangan 2017/18, meningkat sebesar $533 juta dolar Singapura, atau sebesar 148,1%, dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dalam siaran pers dari manajemen Singapore Airlines yang diterima redaksi, Senin (21/5/2018), peningkatan ini terutama berasal dari laba operasi yang meningkat (+$434 juta dolar Singapura), tidak adanya ketentuan SIA Cargo untuk hal-hal yang berkaitan dengan kompetisi (+$132 juta dolar Singapura) serta penurunan nilai brand dan merek dagang Tigerair (+ $ 98 juta) yang dialami tahun lalu, yang sebagian diimbangi oleh tidak adanya keuntungan dari SIA Engineering atas divestasi saham sebesar 10,0% di Hong Kong Aero Engines Services Ltd (HAESL) dan dividen khusus yang diterima dari HAESL (-$178 juta dolar Singapura).

Sementara itu, Laba operasi untuk Grup Singapore Airlines meningkat menjadi $1.057 juta dolar Singapura, atau $434 juta dolar Singapura  (+ 69,7%) lebih tinggi dibandingkan dengan tahun keuangan yang lalu.

Pendapatan Grup meningkat sebesar $937 juta dalam periode yang sama tahun lalu (year-on-year) menjadi $15,806 juta dolar Singapura (+6,3%), di mana terdapat peningkatan pendapatan di semua segmen bisnis. Pendapatan dari jumlah penumpang yang diterbangkan meningkat sebesar $428 juta dolar Singapura  (3,6%), hal ini dikarenakan pertumbuhan lalu lintas (+6,3%) melampaui penurunan imbal hasil (yield) penumpang (-3,1%). Pendapatan kargo juga meningkat sebesar $266 juta dolar Singapura pada angkutan barang (+ 5.3%) dan imbal hasil (+ 8.9%).

Pendapatan dari layanan Engineering tumbuh sebesar $52 juta dolar Singapura  (+ 12,0%), hal ini sebagian besar disebabkan oleh aktivitas-aktivitas pemeliharaan. Pendapatan tidak terduga lebih tinggi terutama disebabkan oleh penyesuaian yang timbul  dari adanya perubahan  yang mana breakage rate-nya sudah  diperkirakan dan manfaat program KrisFlyer ($ 178 juta dolar Singapura), serta kompensasi yang lebih tinggi untuk perubahan dalam slot serah terima pesawat ($65 juta dolar Singapura).

BACA JUGA:   Pemerintah Tetapkan Penerapan Penuh Biodiesel pada Februari Mendatang

Untuk pengeluaran Grup Singapore Airlines meningkat $503 juta dolar Singapura menjadi $14.749 juta dolar Singapura  (+3.5%). Biaya bahan bakar bersih naik sebesar $152 juta dolar Singapura  (+4,1%) akibat harga bahan bakar pesawat yang meningkat rata-rata sebesar 18%, di mana sebagian diimbangi oleh keuntungan lindung nilai (hedging) terhadap kerugian tahun lalu sebesar (+ $439 juta dolar Singapura). Biaya-biaya ex-fuel mengalami peningkatan sebesar $351 juta dolar Singapura  (+ 3.3%), di mana hal ini sebagian dikarenakan adanya ekspansi oleh SilkAir dan Scoot.

Tags: singapore airlines
Previous Post

Rupiah Makin Jeblok, Pagi Ini Sentuh Rp 14.178/Dolar AS

Next Post

Tiga Pokok Isi Revisi PP tentang PPh, Apa Saja?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR