Jakarta, BusinessNews Indonesia – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berkomitmen untuk melanjutkan proyek pembangkit listrik tenaga panas batubara di Kuala Tanjung, Sumatra Utara dengan nilai investasu US$ 1,05 miliar atau sekitar Rp 14 triliun (kurs rupiah terhadap dolar AS saat ini).
Kapasitas proyek ini sebesar 750 MW ditargetkan untuk menyuplai proyek aluminium smelting milik induk usahanya, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan proyek pengembangan Inalum lainnya di Kuala Tanjung.
Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengatakan, proyek listrik ini dikerjakan selama 3,8 tahun atau diperkirakan selesai paling lambat tahun 2022.
Selain pembangkit listrik, PTBA juga akan membangun rel kereta api untuk memudahkan distribusi batubara dari terminal batubara (coal terminal) yang ada di Tarahan ke Pelabuhan batubara ke Tanjung Enim dan (barging port) yang ada di Kertapati. Proyek ini berkapasitas 30 million tons per annum (MTPA).
Tanjung Enim ke Kertapati memiliki kapasitas 5 MTPA akan selesai tahun depan. Tanjung Enim ke Tarahan yang berkapasitas 20,3 MTPA juga akan selesai tahun depan, tapi akan diupgrade menjadi 25 MTPA dan diselesaikan pada tahun 2020.
“PTBA juga memiliki proyek rel kereta api baru untuk menghubungkan Kertapati dengan pelabuhan batubara di Prajin dan Lago. Proyek ini berkapasitas 10 MTPA dan akan selesai tahun 2022,” kata Arviyan dalam keterangannya.
