TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Dibayangi Potensi Pelemahan Lanjutan

Agus Haryanto
19 October 2026 | 08:26
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Ilustrasi investasi reksa dana. FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam sebesar 11,57% ke level 5.185, di tengah meningkatnya tekanan jual di pasar saham. Secara mingguan, IHSG juga mencatatkan pelemahan sebesar 14,91%.

Dalam laporan MNCS Daily Scope Wave edisi Senin, 19 Oktober 2026, MNC Sekuritas mengungkapkan bahwa pergerakan IHSG masih dibayangi potensi pelemahan lanjutan setelah menembus level support krusial di 5.317.

Secara teknikal, posisi IHSG diperkirakan sedang membentuk wave [v] dalam skenario terburuk, sebagaimana pembaruan pada label biru dalam analisis sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat IHSG masih berisiko melanjutkan koreksi untuk menguji area 5.021–5.120 terlebih dahulu. Meski demikian, peluang penguatan tetap terbuka dengan potensi kenaikan menuju rentang 5.397–5.514.

Adapun level support IHSG berada di 5.063 dan 4.962, sedangkan resistance terdekat berada pada level 5.318 dan 5.607.

Di tengah tekanan pasar tersebut, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi teknikal terhadap empat saham, yakni PT Astra International Tbk (ASII), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

1. ASII – Trading Buy

Saham PT Astra International Tbk (ASII) mengalami penurunan tajam sebesar 12,34% ke level Rp4.190, disertai peningkatan tekanan jual.

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa posisi ASII saat ini sedang berada dalam bagian wave (iii) dari wave [c].

Meski mengalami koreksi signifikan, saham ASII memperoleh rekomendasi Trading Buy pada kisaran harga Rp4.000–Rp4.160.

Target harga saham ASII diproyeksikan berada di Rp4.320 dan Rp4.420, dengan batas penghentian kerugian atau stop loss apabila harga turun di bawah Rp3.920.

2. INCO – Buy on Weakness

Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terkoreksi sebesar 14,81% ke posisi Rp3.450, seiring meningkatnya volume perdagangan.

BACA JUGA:   Antisipasi Koreksi Indeks, Pantau Saham Ini

Berdasarkan analisis Elliott Wave, MNC Sekuritas memperkirakan bahwa INCO sedang berada pada bagian wave (v) dari wave [v] dari wave A.

MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness untuk saham INCO pada rentang harga Rp3.270–Rp3.450.

Adapun target harga yang diperkirakan dapat dicapai berada di Rp3.840 dan Rp4.190. Sementara itu, level stop loss ditetapkan apabila harga bergerak di bawah Rp3.130.

3. TLKM – Buy on Weakness

Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turut mengalami tekanan jual dengan penurunan sebesar 14,80% ke level Rp1.900. Pelemahan tersebut disertai volume perdagangan yang relatif besar.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi TLKM saat ini sedang berada pada bagian wave (v) dari wave [c] dari wave Y.

Untuk saham TLKM, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi Buy on Weakness pada kisaran harga Rp1.775–Rp1.840.

Target penguatan saham TLKM berada di level Rp1.980 dan Rp2.100, dengan batas stop loss apabila harga turun di bawah Rp1.730.

4. UNTR – Buy on Weakness

Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan koreksi sebesar 10,40% ke harga Rp22.625, seiring munculnya tekanan jual.

Menurut analisis MNC Sekuritas, posisi UNTR saat ini diperkirakan sedang berada pada awal wave [iv] dari wave C.

MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness pada rentang harga Rp22.325–Rp22.600.

Sementara itu, target harga saham UNTR diperkirakan berada di Rp23.450 dan Rp23.900. Investor disarankan memperhatikan batas stop loss apabila harga turun di bawah Rp21.900.

IHSG Masih Rawan Koreksi, Investor Perlu Cermati Level Support

Dengan tekanan jual yang masih mendominasi pergerakan pasar, investor perlu mencermati area support dan resistance IHSG sebagai acuan dalam mengambil keputusan transaksi.

BACA JUGA:   IHSG Dibuka Menguat, Sentimen Global dan Saham Big Caps Jadi Penopang

Potensi pengujian area 5.021–5.120 menunjukkan bahwa risiko pelemahan indeks belum sepenuhnya mereda. Namun, apabila IHSG mampu mengalami rebound, area 5.397–5.514 menjadi sasaran penguatan yang perlu diperhatikan.

Sementara itu, rekomendasi saham ASII, INCO, TLKM, dan UNTR dapat menjadi referensi bagi pelaku pasar yang menerapkan strategi pembelian secara bertahap ketika harga mengalami pelemahan.

Investor tetap perlu menerapkan manajemen risiko dan memperhatikan level stop loss, mengingat volatilitas pasar yang tinggi dapat menyebabkan pergerakan harga saham berubah secara cepat.

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Pasar Masih akan Lanjutkan Pelemahan Efek MSCI, Analis Rekomendasikan Buy Saham Ini: BBCA, UNTR, ASII, ICBP

Next Post

Impact Downgrade MSCI Rating Masih Kuat, Enam Saham Ini Jadi Pilihan: TINS, NCKL, INCO, AADI, CPIN, dan TAPG

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR