Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG ditutup naik 0,14% kemarin, tapi disertai dengan net sell asing ~326 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBCA, MEDC, ASII, dan GOTO.
Untuk perdagangan hari ini, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan, untuk hari ini IHSG berpotensi melemah terbatas mendekati pengumuman inflasi US. “Dengan demikian, level support berada di 6870-6900 dan level resistance berada di 6940-6960,” katanya, Kamis (12/10/2023).
Wall Street mencatat kenaikan. Kemarin indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat sebesar 0,19%, begitu juga dengan S&P 500 yang naik sebesar 0,43%, sementara indeks Nasdaq turut menguat sebesar 0,71%.
Producer price index (PPI) mencapai 2,2% YoY pada September 2023, di atas perkiraan sebesar 1,6% YoY. Investor menanti rilis data inflasi
September 2023 hari ini yang diperkirakan sebesar 3,6% YoY, turun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,7% YoY.
Bursa Asia Pasifik mengalami penguatan. Kemarin hampir seluruh bursa di kawasan regional Asia Pasifik mencatat kenaikan.
Di antara yang mengalami kenaikan signifikan adalah Kospi (1,98%) dan Hang Seng (1,29%). Kenaikan Kospi antara lain didorong oleh penguatan saham Samsung Electronics.
Korea Selatan melaporkan current account surplus sejumlah USD 4,81 miliar per Agustus 2023.
Di sisi lain Taiwan menyampaikan surplus neraca perdagangan USD 10,32 miliar per September 2023. Rupiah berada di posisi IDR 15.690 per USD.
Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Kamis (12/10):
1. PGEO: Spec Buy
Support di 1415, cutloss jika break di bawah 1400. Jika tidak break di bawah 1400, potensi naik ke 1430-1450 short term.
2. MYOR: Buy on Weakness
Support di 2620, cutloss jika break di bawah 2590. Jika tidak break di bawah 2620, potensi naik ke 2670-2700 short term.
3. WIIM: Buy on Weakness
Support di 2890, cutloss jika break di bawah 2800. Jika tidak break di bawah 2800, potensi naik ke 3010-3100 short term.
4. ISAT: Spec Buy
Support di 10500, cutloss jika break di bawah 10350. Jika tidak break di bawah 10350, potensi naik ke 10650-10800 short term.
5. BRMS: Spec Buy
Support di 188, cutloss jika break di bawah 184. Jika tidak break di bawah 184, potensi naik ke 196-200 short term.
6. TBIG: Spec Buy
Support di 1950, cutloss jika break di bawah 1920. Jika tidak break di bawah 1950, potensi naik ke 1980-2010 short term.
