TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp 3.923 Triliun

Nurdian Akhmad
20 October 2026 | 06:53
rubrik: Ekonomi
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp 3.923 Triliun

Foto: Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden

Jakarta, TopBusiness – Realisasi investasi Indonesia selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai Rp3.923,2 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.485.944 orang. Pemerintah menargetkan total investasi periode 2024–2029 mencapai Rp13.032,8 triliun untuk mendukung sasaran pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan capaian tersebut dalam keterangan pers seusai rapat terbatas ekonomi bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin malam (19/10/2026).

Rosan menjelaskan, perhitungan realisasi investasi dua tahun pemerintahan Prabowo mencakup periode sejak 2024 hingga kuartal III-2026. Dari total tersebut, investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp2.031 triliun atau 51,8%, sedangkan investasi di Pulau Jawa sebesar Rp1.892,2 triliun atau 48,2%.

Berdasarkan sumber modal, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 1.998,7 triliun atau sekitar 50,9%. Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) tercatat Rp 1.924,5 triliun atau sekitar 49,1%.

Rosan menegaskan, investasi menjadi salah satu instrumen penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, pemerintah tidak hanya mengejar besarnya nilai investasi, tetapi juga mendorong penanaman modal yang memperkuat industrialisasi, meningkatkan nilai tambah, dan menciptakan lapangan kerja.

“Yang kita inginkan dari investasi yang masuk adalah tumbuhnya industrialisasi,” kata Rosan dalam keterangannya yang juga disiarkan secara live di Youtube Sekretariat Presiden.

Target investasi sebesar Rp13.032,8 triliun hingga 2029 menunjukkan besarnya kebutuhan penanaman modal untuk menopang agenda pembangunan pemerintah. Untuk mencapainya, pemerintah akan terus mendorong investasi di berbagai sektor, termasuk industri hilir, sekaligus memperkuat keterhubungan industri nasional dengan rantai nilai global.

Menurut Rosan, pengembangan industri seperti ekosistem baterai menjadi salah satu contoh upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pemerintah juga berupaya menjaga agar pengembangan industri berjalan seiring dengan peningkatan teknologi dan penyerapan tenaga kerja.

BACA JUGA:   Dorong Investasi Uni Eropa, Kementerian Investasi/BKPM Bentuk EU Desk

Investasi Januari–September 2026 Capai Rp 1.539,2 Triliun

Di tengah upaya mengejar target investasi jangka menengah tersebut, realisasi investasi sepanjang Januari–September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun atau 75,4% dari target yang ditetapkan. Khusus kuartal III-2026, realisasi investasi tercatat sebesar Rp528,7 triliun.

Dari total realisasi Januari–September 2026, PMDN menyumbang Rp761,4 triliun atau 49,5%, sedangkan PMA mencapai Rp777,8 triliun atau 50,5%. Investasi selama sembilan bulan tersebut menyerap sekitar 2,19 juta tenaga kerja.

Dari sisi wilayah, investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp779,4 triliun atau 50,6% dari total realisasi. Sementara itu, investasi di Pulau Jawa sebesar Rp759,8 triliun atau 49,4%.

DKI Jakarta menjadi lokasi dengan realisasi investasi terbesar, yakni Rp249,3 triliun. Berikutnya adalah Jawa Barat sebesar Rp229,1 triliun, Sulawesi Tengah Rp116 triliun, Jawa Timur Rp110,5 triliun, dan Maluku Utara Rp96 triliun.

Rosan mengatakan, pencapaian target investasi ke depan juga membutuhkan perbaikan iklim usaha dan kepastian proses perizinan. Pemerintah terus mengintegrasikan layanan perizinan lintas kementerian dan lembaga untuk mempermudah pelaku usaha dalam merealisasikan rencana investasinya.

“Yang diharapkan investor kan semuanya tentunya adalah kepastian, they don’t like surprises,” ujarnya.

Menurut Rosan, kepastian waktu dan proses perizinan penting untuk mengurangi ketidakpastian bagi investor domestik maupun asing. Dengan perbaikan iklim investasi, pemerintah berharap arus penanaman modal terus meningkat dan memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian nasional.

Ke depan, tantangan pemerintah adalah memastikan target investasi hingga 2029 dapat tercapai melalui investasi yang produktif, memperkuat industrialisasi, memperluas kesempatan kerja, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Tags: realisasi investasiRosan Perkasa Roeslani
Previous Post

Menteri Dody Siapkan Pembangunan Check Dam dan Normalisasi Sungai di Padang

Next Post

BI Waspadai Inflasi Pangan 5%, Siapkan Langkah Jaga Stabilitas Rupiah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR