TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Menteri Dody Siapkan Pembangunan Check Dam dan Normalisasi Sungai di Padang

Albarsyah
20 October 2026 | 05:00
rubrik: Business Info
Menteri Dody Siapkan Pembangunan Check Dam dan Normalisasi Sungai di Padang

Jakarta, TopBusiness – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi beberapa infrastruktur terdampak banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (19/10/2026).

Penanganan tersebut meliputi Pembangunan Pengendalian Banjir dan Sedimen Batang Kuranji dan Batang Air Dingin, serta Penanganan Alur Sungai Batang Guo.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, penanganan bencana yang dilaksanakan harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Menteri Dody menegaskan, agar penanganan bencana tidak hanya berorientasi pada pemulihan kondisi setelah bencana, tetapi juga harus memperkuat ketahanan infrastruktur untuk menghadapi potensi berikutnya.

“Kementerian PU lebih fokus menyelesaikan normalisasi sungai dulu, agar kemudian check dam bisa terbangun dengan cepat. Jadi itu yang kita berusaha tanggulangi sama-sama, untuk memastikan ke depan yang turun dari hulu itu hanya air, tidak ada lagi batu, maupun kayu,” tegas Menteri Dody dalam siaran pers.

Berdasarkan hasil tinjauan tim teknis di lapangan, masih terdapat tanggul-tanggul alam di bagian hulu yang berpotensi menahan aliran air dan material. Dikhawatirkan, tanggul alam tersebut akan jebol ketika terjadi hujan deras sehingga memicu banjir bandang dengan dampak yang lebih besar. Oleh karenanya, Kementerian PU menyiapkan pembangunan check dam di bagian hulu Batang Kuranji untuk menahan material dan sedimen sebagai langkah mitigasi.

“Yang pertama kali saya dengar pada saat banjir bandang, yang saya perintahkan kepada tim teknis di lapangan adalah melihat hulunya dulu. Kementerian PU menugaskan tim Balai Teknik Sabo Dam ke hulu untuk melakukan pemeriksaan dan menyiapkan desain cepat penanganan. Dan di saat yang bersamaan, sungainya juga kita normalisasi,” kata Menteri Dody.

Pembukaan tanggul-tanggul alam juga telah dilakukan secara bertahap. Tujuannya agar aliran air dapat kembali lancar dan risiko pelepasan material dalam jumlah besar dapat dikurangi.

BACA JUGA:   Proyek Migas Laut Dalam di Indonesia Bisa Jadi Kunci Kejar Target Produksi

“Jadi teman-teman akan mengerjakan check dam-nya dengan cepat, tapi juga di sini mereka harus membuka tanggul-tanggul alamnya itu. Saya mengharapkan kalaupun kejadian yang sama berulang, yang turun cuma air, dan yang lain-lain tetap tertahan di atas,” ujar Menteri Dody.

Selain penanganan di hulu, Kementerian PU juga melaksanakan normalisasi sungai untuk meningkatkan kapasitas aliran dan mengurangi potensi luapan. Pekerjaan tersebut mencakup pengangkatan material pasir dan sedimen dari sungai dengan target sekitar 24.000 meter kubik.

Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pengendalian banjir dan sedimen direncanakan pada periode 2026-2028, yakni pada Sungai Batang Kuranji beserta anak sungainya meliputi pembangunan check dam, pekerjaan revetment, serta pekerjaan revetment dan parapet. Kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut tercatat sebesar Rp249,56 miliar.

Sementara, untuk pengendalian banjir dan sedimen Batang Air Dingin beserta anak sungainya meliputi meliputi pekerjaan kistdam dan dewatering, pekerjaan check dam, pekerjaan sand pocket, dan pekerjaan tanggul serta revetment dengan alokasi anggaran anggaran sejumlah Rp162,81 miliar.

Selain itu juga dilaksanakan pekerjaan penanganan alur sungai Batang Guo sepanjang 450 meter dan kapasitas tampungan 6.400 m3, meliputi pekerjaan kistdam dan dewatering, pekerjaan check dam, pekerjaan tanggul siklops, dan perbaikan alur. Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp75 miliar.

Kementerian PU terus mempercepat penanganan sesuai dengan kondisi lapangan, dengan mengintegrasikan pekerjaan di bagian hulu, dan normalisasi sungai. Melalui langkah tersebut, rehabilitasi dan rekonstruksi di Kota Padang diharapkan tidak hanya memulihkan kerusakan akibat banjir bandang, tetapi juga mengurangi risiko dampak bencana serupa pada masa mendatang.

Tags: Kementerian PU
Previous Post

DTIIF 2026 Hubungkan Teknologi, Inovasi, dan Modal Global untuk Memajukan Transformasi Industri Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR