TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pemulihan Pascabanjir di Padang Lewat Program Padat Karya, Warga Dilibatkan dalam Penataan Permukiman

Albarsyah
21 October 2026 | 11:05
rubrik: Business Info
Pemulihan Pascabanjir di Padang Lewat Program Padat Karya, Warga Dilibatkan dalam Penataan Permukiman

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis telah melakukan sejumlah penanganan terhadap dampak banjir bandang yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat pada 10 Oktober 2026 lalu.

Penanganan dilakukan melalui pembersihan fasilitas umum dan kawasan permukiman terdampak dengan skema padat karya yang melibatkan masyarakat setempat untuk mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus memberikan insentif bagi warga terdampak.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pelibatan masyarakat melalui skema padat karya menjadi bagian dari upaya Kementerian PU dalam membantu warga memulihkan kondisi lingkungan pascabencana, terutama di kawasan permukiman yang terdampak lumpur.

“Padat karya kita manfaatkan di Ditjen Prasarana Strategis, utamanya untuk membersihkan lingkungan perumahan masyarakat. Kami melibatkan masyarakat yang terdampak bencana untuk ikut membersihkan lumpur. Tidak hanya perumahan, tapi juga di masjid dan fasilitas umum lain-lainnya kalau ada,” kata Menteri Dody.

Pendekatan Padat Karya sebelumnya juga telah diterapkan dalam penanganan bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Melalui skema ini, Kementerian PU juga turut membantu pemulihan ekonomi masyarakat melalui insentif atas keterlibatannya dalam program padat karya.

“Jadi sama seperti yang pernah kita kerjakan di Aceh dan Sumatera Utara. Masyarakat yang terdampak, kita libatkan dari awal, paling tidak untuk membersihkan perumahannya sendiri, tapi kita kasih insentif,” ujar Menteri Dody.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Barat, Rifi Firdaus Lustika menjelaskan, sejak banjir bandang pada 10 Oktober 2026 lalu, tim teknis telah melakukan survei terhadap 33 titik fasilitas peribadatan dan kesehatan yang tersebar di 3 kecamatan yang terdampak di Kota Padang, yakni Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.

“Dari total 33 titik itu, Alhamdulillah yang terdampak hanya 7 lokasi yang terdiri dari 2 masjid dan 5 mushola. Dan saat ini untuk pembersihan 2 masjid dan 5 mushola yang tersebar tersebut sudah selesai 100% dan sudah digunakan kembali oleh masyarakat. Saat ini kami juga sedang melakukan penanganan di 2 kawasan permukiman untuk pembersihan. Dan untuk proses pembersihannya sendiri, kami menggunakan mekanisme padat karya,” jelas Rifi.

BACA JUGA:   Hasil Evaluasi Mudik 2026: Infrastruktur dan Keselamatan Semakin Baik

Dalam pelaksanaan pembersihan di kawasan Lumin Park, dan di kawasan Kampung Tanjung, masyarakat terdampak dilibatkan untuk membersihkan rumah-rumah, sedangkan pembersihan jalan dan material berat tetap dilakukan menggunakan alat berat. “Alhamdulillah, sekarang pembersihan sudah hampir final. Dan kondisi sekarang sudah bersih dan dapat nyaman digunakan kembali,” kata Rifi.

Salah seorang masyarakat di Kampung Tanjung, Muhammad Taufik berterimakasih kepada Kementerian PU atas penanganan cepat pascabencana yang telah dilakukan bagi kawasan permukimannya.

“Berkat bantuan dari pemerintah dan PU, kami sebagai warga sangat berterima kasih. Masalahnya, kami diikutsertakan untuk menjadi bagian dari program Padat Karya, ditugaskan untuk membersih-bersih rumah. Warga bisa libur kerja rutin tapi tetap mendapat uang gaji dari program tersebut. Jadi terima kasih banget lah. Sangat membantu untuk membersihkan jalan dan lumpur yang masuk ke rumah,” katanya dalam rilis PU.

Selain di Kota Padang, Penanganan juga dilakukan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Dari 10 lokasi yang menjadi lingkup penanganan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, 9 lokasi terdampak material lumpur, terutama di bagian pekarangan. Pada beberapa lokasi, lumpur juga masuk ke dalam bangunan. Saat ini seluruh pekerjaan pembersihan di lokasi-lokasi tersebut juga telah selesai.

Melalui penanganan darurat dan kolaborasi lintas unit kerja, Kementerian PU berkomitmen mendukung pemulihan fasilitas publik dan permukiman masyarakat pascabencana. Penerapan skema padat karya juga diharapkan tidak hanya mempercepat pembersihan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Tags: Kementerian PU
Previous Post

Empat Bank BUMN Ini Siap Buyback Saham di Tengah Volatilitas Pasar

Next Post

Tingkatkan Experience Nasabah High Net Worth, OCBC Perkuat Strategi Wealth Management melalui Premier One

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR