Jakarta, TopBusiness – PT PLN (Persero) terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Pulau Sulawesi dengan mengoperasikan pembangkit listrik berkapasitas 20 megawatt (MW) di Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Penambahan kapasitas pembangkit tersebut menjadi langkah strategis PLN dalam menjaga stabilitas pasokan listrik, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang berdampak pada kemampuan produksi sejumlah pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Pengoperasian pembangkit diresmikan pada Sabtu (17/10/2026), dengan dihadiri Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, serta General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara Sujana.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, mengatakan pengoperasian pembangkit berkapasitas 20 MW tersebut merupakan bagian dari upaya PLN meningkatkan ketahanan sistem kelistrikan Sulawesi sekaligus mengantisipasi meningkatnya kebutuhan energi listrik masyarakat.
Menurut Rizal, PLN terus mengevaluasi kondisi sistem kelistrikan dan menyiapkan berbagai langkah penguatan agar pasokan listrik tetap terjaga, termasuk ketika kondisi cuaca memengaruhi kemampuan produksi pembangkit.
Bahkan, dalam waktu dekat PLN berencana menambah kapasitas pembangkit sebesar 30 MW sehingga total tambahan kapasitas yang disiapkan mencapai 50 MW.
“Ketika kondisi kemarau memengaruhi kemampuan produksi sejumlah pembangkit tenaga air, kami mengambil langkah antisipatif melalui penguatan kapasitas pembangkit. Tambahan daya 50 MW ini merupakan salah satu upaya konkret untuk memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi sehingga pasokan listrik kepada masyarakat dan sektor produktif dapat terus terjaga,” ujar Rizal, Sabtu (17/10/2026).
Rizal menegaskan, penguatan kapasitas pembangkit tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan listrik saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari kesiapan PLN menghadapi pertumbuhan kebutuhan energi pada masa mendatang.
“Kami ingin memastikan sistem kelistrikan Sulawesi semakin tangguh dan adaptif terhadap berbagai tantangan. Melalui penguatan kapasitas pembangkit, peningkatan kesiapan operasi, dan kolaborasi seluruh unit PLN, kami optimistis keandalan pasokan listrik dapat terus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Sementara itu, General Manager PLN UIK Dwipantara, Sujana, menyampaikan bahwa pengoperasian pembangkit di Sidera merupakan tindak lanjut arahan manajemen PLN dalam memperkuat keandalan pasokan listrik di wilayah Sulawesi.
Pihaknya bersama PLN Nusa Daya terus meningkatkan koordinasi dan kesiapan operasional guna memastikan tambahan kapasitas pembangkit dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap sistem kelistrikan.
“Kami bergerak bersama seluruh unit PLN untuk memastikan penguatan pasokan listrik di Sulawesi dapat dilaksanakan dengan baik. Kami terus berupaya meningkatkan keandalan pembangkit agar listrik bagi masyarakat bisa terus tercukupi,” kata Sujana.
Penguatan sistem kelistrikan Sulawesi menjadi perhatian PLN mengingat sebagian pasokan listrik di wilayah tersebut ditopang oleh pembangkit listrik tenaga air yang sangat bergantung pada ketersediaan debit air.
Saat musim kemarau berkepanjangan, berkurangnya curah hujan dapat menyebabkan penurunan debit air sehingga memengaruhi kemampuan pembangkit menghasilkan energi listrik secara optimal.
Karena itu, pengoperasian pembangkit tambahan di Sidera diharapkan mampu memperkuat daya mampu pasok sekaligus mengurangi risiko gangguan pasokan listrik akibat perubahan kondisi cuaca.
Dengan tambahan kapasitas 20 MW yang telah beroperasi dan rencana penambahan 30 MW berikutnya, PLN menargetkan sistem kelistrikan Sulawesi semakin andal dalam mendukung aktivitas masyarakat, dunia usaha, industri, serta pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
