Jakarta, TopBusiness – PT Wahana Inti Selaras (WIS) menyatakan kesiapannya untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok Obligasi Berkelanjutan I Wahana Inti Selaras Tahap II Tahun 2025 senilai Rp500 miliar yang akan jatuh tempo pada 17 November 2026.
Kepastian tersebut disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), terkait laporan kesiapan dana untuk pembayaran pokok obligasi.
Dalam keterangannya, manajemen Wahana Inti Selaras menyebutkan bahwa dana pembayaran obligasi tersebut akan disiapkan dari kas perusahaan serta hasil koleksi dan pengumpulan piutang usaha.
“Perseroan akan menyediakan dana pembayaran pokok Obligasi Berkelanjutan I Wahana Inti Selaras Tahap II Tahun 2025 sebesar Rp500.000.000.000 dari kas dan hasil koleksi serta pengumpulan piutang perusahaan,” demikian disampaikan manajemen dalam keterbukaan informasi tersebut.
Perseroan juga mengungkapkan bahwa posisi kas perusahaan pada Juni 2026 mencapai lebih dari Rp2,12 triliun. Sementara itu, nilai piutang perusahaan tercatat lebih dari Rp2,89 triliun.
Dengan posisi kas tersebut, Wahana Inti Selaras memiliki saldo kas yang secara nominal mencapai lebih dari empat kali nilai pokok obligasi yang akan jatuh tempo.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perseroan memiliki sumber likuiditas yang dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban pembayaran obligasi. Meski demikian, realisasi pelunasan tetap bergantung pada ketersediaan dana saat jatuh tempo serta pengelolaan arus kas perusahaan.
Penyampaian informasi ini menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi emiten kepada otoritas pasar modal dan investor, khususnya terkait kesiapan pembayaran surat utang yang mendekati masa jatuh tempo.
Surat tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Wahana Inti Selaras, Bambang Prijono SP, bersama Direktur Bunyamin Pranoto.
