Jakarta, TopBusiness – PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) mendirikan anak usaha baru bernama PT Bakrie Bhumi Phala yang bergerak di bidang perdagangan besar minyak dan lemak nabati. Langkah ini dilakukan perseroan untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus meningkatkan pendapatan perusahaan secara keseluruhan.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 22 Oktober 2026, pembentukan anak usaha tersebut dilakukan bersama PT Agrowiyana (AGW), entitas anak yang dimiliki perseroan baik secara langsung maupun tidak langsung sebesar 100%.
Pendirian PT Bakrie Bhumi Phala telah dituangkan dalam Akta Pendirian Nomor 46 tertanggal 20 Oktober 2026, yang dibuat di hadapan Notaris Bima Yogie Purnama, S.H., M.Kn.
Dalam struktur kepemilikannya, Bakrie Sumatera Plantations menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi 99,5%, sedangkan sisanya sebesar 0,5% dimiliki oleh PT Agrowiyana.
Perseroan menyampaikan bahwa seluruh modal dasar PT Bakrie Bhumi Phala telah ditempatkan dan disetor penuh oleh para pemegang saham sesuai dengan komposisi kepemilikan tersebut.
Pembentukan entitas usaha baru ini menjadi bagian dari upaya perseroan dalam memperluas kegiatan bisnis, khususnya pada sektor perdagangan minyak dan lemak nabati yang berkaitan dengan aktivitas usaha grup.
Manajemen Bakrie Sumatera Plantations berharap keberadaan anak usaha tersebut dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan bisnis perusahaan ke depan.
“Diharapkan dengan dibentuknya anak usaha baru Perseroan dapat membantu memperluas ekspansi bisnis dan meningkatkan pendapatan Perseroan secara keseluruhan,” demikian disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasinya.
Sebagai informasi, Bakrie Sumatera Plantations merupakan perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di bidang perkebunan kelapa sawit, pengolahan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), serta minyak inti sawit atau crude palm kernel oil (CPKO).
Selain itu, perseroan memiliki kegiatan usaha perkebunan karet, industri pengolahan karet, serta sejumlah aktivitas industri hilir berbasis komoditas perkebunan.
Dengan pendirian PT Bakrie Bhumi Phala, perseroan menambah entitas usaha yang berfokus pada perdagangan produk minyak nabati. Namun, perseroan belum merinci target pendapatan maupun kontribusi finansial yang diharapkan dari anak usaha baru tersebut.
