TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tiga Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik Mulai Dibangun, Targetkan Produksi 100 MW

Albarsyah
22 October 2026 | 12:46
rubrik: Business Info
Komunitas Pemotor Ikut Kampanyekan Anti Plastik

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) terus mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah daerah. Tiga proyek PSEL tahap pertama yang berlokasi di Denpasar Raya, Kota Bekasi, dan Bogor Raya diproyeksikan mampu menghasilkan listrik dengan total kapasitas mendekati 100 megawatt (MW).

Ketiga fasilitas tersebut masing-masing dirancang menghasilkan listrik sekitar 31 hingga 36 MW dengan kapasitas pengolahan sampah perkotaan lebih dari 1.500 ton per hari. Kehadiran proyek ini diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus meningkatkan pasokan energi melalui pemanfaatan limbah perkotaan.

Chief Operating Officer (COO) PT Daya Energi Bersih Nusantara, Dimas Adi Wibowo, mengungkapkan bahwa pembangunan PSEL Denpasar dan Kota Bekasi telah memasuki tahap pengerjaan fondasi berupa pemasangan tiang pancang atau piling.

Dari sekitar 1.100 titik tiang pancang yang direncanakan, sebanyak 500 hingga 600 titik telah diselesaikan. Seluruh pekerjaan tahap tersebut ditargetkan rampung pada awal hingga pertengahan November 2026.

“Jadi progres dari sisi piling-nya sendiri yang merupakan salah satu tahap awal kita dalam melakukan kegiatan konstruksi sangat berjalan baik. Targetnya dari sekitar 1.100 titik piling yang saat ini direncanakan, sudah hampir 500 sampai 600 yang sudah selesai,” ujar Dimas di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Menurut Dimas, listrik yang dihasilkan dari fasilitas pengolahan sampah tersebut nantinya akan diserap sepenuhnya oleh PT PLN (Persero) melalui skema perjanjian jual beli tenaga listrik atau Power Purchase Agreement (PPA).

“Nantinya dengan sampah yang akan dikelola, baik dari municipal maupun lainnya, itu akan menghasilkan listrik sekitar 31 sampai dengan 36 megawatt yang akan diserap oleh PLN sesuai PPA yang sudah disepakati,” jelasnya.

BACA JUGA:   BNI Kembangkan Bank Mayora Jadi Bank Digital dan Fokus UKM

Sementara itu, CEO Denera Fadli Rahman menyampaikan bahwa ketiga proyek PSEL tahap pertama ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada semester pertama 2028.

Fadli menilai percepatan pembangunan tersebut menunjukkan perkembangan positif dalam implementasi kebijakan pengolahan sampah menjadi energi listrik setelah diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

“Kalau kita ingat-ingat lagi bahwa Perpres itu sebenarnya baru diterbitkan di 19 Oktober 2025 dan sekarang persis satu tahun. Jadi setelah satu tahun diterbitkan, tiga lokasi ini sudah sedang dalam proses konstruksi dan saat ini bahkan sudah piling,” ungkapnya.

Untuk mendukung pembiayaan proyek PSEL berikutnya, Denera bersama Danantara juga telah membentuk lenders panel yang melibatkan 34 lembaga keuangan. Komitmen pembiayaan yang diterima dilaporkan mencapai lebih dari US$4 miliar, melampaui kebutuhan pendanaan sekitar US$1 miliar untuk pengembangan proyek di delapan kota.

Tiga Proyek PSEL Masuki Tahap Pembangunan

1. PSEL Denpasar Raya, Bali

Pembangunan PSEL Denpasar Raya resmi dimulai pada 8 Juli 2026, bersamaan dengan penandatanganan perjanjian jual beli listrik.

Fasilitas dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun ini dirancang mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah setiap tahun atau lebih dari 40 persen total timbulan sampah di Bali.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut mengacu pada standar lingkungan European Industrial Emissions Directive (EU IED).

Selain menghasilkan listrik untuk memenuhi kebutuhan sekitar 100 ribu rumah tangga, PSEL Denpasar Raya diproyeksikan mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO₂ per tahun.

Proyek ini juga ditargetkan mengurangi kebutuhan lahan tempat pemrosesan akhir (TPA) hingga 80 persen serta membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.

BACA JUGA:   Kota Bogor Masuk Daftar Prioritas Proyek Sampah jadi Listrik Nasional

2. PSEL Kota Bekasi, Jawa Barat

Proyek PSEL Kota Bekasi mulai dibangun pada 26 Agustus 2026 di kawasan Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi.

Dengan investasi mencapai Rp3 triliun, fasilitas ini ditargetkan mampu mengolah sekitar 500 ribu ton sampah per tahun atau sekitar 1.500 ton per hari.

Kapasitas tersebut diperkirakan dapat menangani hingga 70 persen timbulan sampah di Kota Bekasi.

Dari sisi energi, fasilitas ini diproyeksikan mampu menyuplai kebutuhan listrik sekitar 55 ribu rumah tangga. Sementara dari sisi lingkungan, proyek tersebut ditargetkan menekan kebutuhan lahan TPA hingga 90 persen dan mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO₂ per tahun.

Pembangunan PSEL Kota Bekasi juga diperkirakan membuka sekitar 1.000 lapangan kerja baru.

3. PSEL Bogor Raya 1, Jawa Barat

Proyek ketiga yang memasuki tahap pembangunan adalah PSEL Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Pembangunannya diresmikan pada 17 September 2026 oleh Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) bersama Denera.

Fasilitas ini dirancang melayani pengolahan sampah dari kawasan aglomerasi Kota Bogor dan Kabupaten Bogor dengan kapasitas lebih dari 500 ribu ton per tahun.

PSEL Bogor Raya 1 diproyeksikan mampu menurunkan emisi dari TPA hingga 80 persen serta mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO₂ setiap tahun.

Selain membantu mengatasi persoalan sampah perkotaan, pembangunan fasilitas tersebut diperkirakan menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja hijau dan membuka peluang kegiatan ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa persoalan sampah di Indonesia sudah berada dalam kondisi mendesak sehingga membutuhkan penanganan yang lebih cepat dan terintegrasi.

BACA JUGA:   PLN Wajib Serap Seluruh Listrik dari Pengolahan Sampah

“Masalah sampah ini adalah situasi darurat yang harus kita selesaikan. Dulu ada sekitar 160 aturan yang membuat prosesnya rumit, sekarang sudah kita pangkas menjadi tiga saja,” ujarnya saat peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1.

Dorong Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular

Pembangunan ketiga fasilitas PSEL tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah nasional sekaligus memanfaatkan sampah sebagai sumber energi alternatif.

Jika seluruh fasilitas beroperasi sesuai kapasitas yang direncanakan, ketiga proyek tersebut berpotensi mengolah lebih dari 1,5 juta ton sampah per tahun dan menghasilkan listrik dengan kapasitas gabungan sekitar 93 hingga 108 MW.

Selain mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, proyek PSEL diharapkan dapat menekan emisi gas rumah kaca, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan nilai tambah ekonomi dari sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan.

Dengan target operasional komersial pada semester pertama 2028, keberhasilan pembangunan PSEL Denpasar Raya, Kota Bekasi, dan Bogor Raya diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan fasilitas serupa di berbagai kota lainnya.

Program ini sekaligus menjadi salah satu langkah menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, berkelanjutan, dan mendukung penerapan ekonomi sirkular di Indonesia.

Tags: Pengolahan Sampah
Previous Post

Masuk 5 Besar Dunia, Industri Keramik Masih Bertemu Hambatan Ini

Next Post

PLN EPI Gandeng FLEXIH Inc., Jajaki Produksi Hidrogen Rendah Karbon dari Biomassa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR