TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PHE Tuntaskan Survei Seismik 3D di Selat Makassar 42 Hari Lebih Cepat, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Albarsyah
23 October 2026 | 10:52
rubrik: BUMN
Jalani 2 Tahun Subholding Upstream Pertamina, Produksi PHE Tembus 1 Juta Barel Setara Minyak per Hari

FOTO: Dok PHE

Jakarta, TopBusiness – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina kembali mencatatkan capaian positif dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Melalui pelaksanaan Survei Seismik 3D Offshore Kandawulo di Selat Makassar, PHE berhasil menyelesaikan kegiatan eksplorasi tersebut pada Juli 2026, jauh lebih cepat dari target yang ditetapkan.

Survei yang mencakup area seluas 2.500 kilometer persegi itu berhasil dirampungkan hanya dalam waktu 43 hari, dari target awal 85 hari. Artinya, pelaksanaan proyek dapat diselesaikan 42 hari lebih cepat dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja dan kualitas hasil survei.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti PHE Jambi Merang (KKPJM) di wilayah terbuka, yang dikerjakan melalui anak perusahaan PHE, PT Elnusa Tbk, bekerja sama dengan China Oilfield Services Limited (COSL).

VP Exploration Technical Excellence & Coordination PHE sekaligus Kepala Teknik Proyek Survei Seismik 3D Kandawulo, Ahmad Najihal Amal, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari perencanaan matang, koordinasi yang efektif, serta kolaborasi seluruh pihak yang terlibat.

“Proyek Survei Seismik 3D Offshore Kandawulo berhasil dilaksanakan dengan Zero Accident dan secara OTOBOSOR (on time, on budget, on schedule, dan on return). Survei seluas 2.500 kilometer persegi dapat diselesaikan dalam waktu 43 hari dari target 85 hari, atau lebih cepat 42 hari berkat kerja sama dan kolaborasi seluruh fungsi yang terlibat,” ujar Najihal.

Menurutnya, kelancaran pelaksanaan survei juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Pemerintah Kabupaten Mamuju, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju, hingga aparat keamanan Kodaeral VI Makassar dan Lanal Mamuju.

Sinergi lintas instansi tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh tahapan operasional berlangsung aman, lancar, dan sesuai dengan standar keselamatan yang telah ditetapkan.

BACA JUGA:   Dukung Peningkatan Cadangan Migas Nasional, PHE Lepas Pantai Bunyu Sosialisasikan Rencana Eksplorasi di Kalimantan Utara

“Sinergi yang baik tersebut memungkinkan kegiatan operasional berjalan dengan aman dan lancar,” jelasnya.

Keberhasilan penyelesaian proyek ini turut mendapat apresiasi dari Kepala Divisi Prospektivitas dan Manajemen Data SKK Migas, Aldy Amir.

Aldy mengapresiasi kinerja dan kolaborasi antara Elnusa dan COSL yang mampu menyelesaikan pekerjaan jauh lebih cepat dari jadwal, tanpa mengesampingkan kualitas data hasil akuisisi seismik.

Capaian tersebut dinilai menjadi tonggak penting dalam program New Venture PHE di kawasan Indonesia Timur, khususnya dalam membuka peluang penemuan dan pengembangan wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) baru.

Data yang diperoleh melalui survei ini diharapkan dapat menjadi dasar penting untuk mengidentifikasi potensi sumber daya migas yang selama ini belum tergarap secara optimal.

Dalam pelaksanaannya, survei memanfaatkan kapal seismik milik COSL dengan teknologi akuisisi 3D Marine Streamer Broadband. Teknologi tersebut memungkinkan pemetaan dan pencitraan struktur geologi bawah permukaan bumi secara lebih akurat, termasuk pada target eksplorasi di kedalaman yang lebih besar.

Penggunaan teknologi ini dinilai sesuai dengan karakteristik wilayah Selat Makassar yang memiliki potensi sumber daya migas cukup besar, namun masih membutuhkan kegiatan eksplorasi lanjutan untuk memastikan potensi cadangannya.

Melalui data seismik berkualitas tinggi, PHE diharapkan dapat meningkatkan ketepatan dalam menentukan prospek eksplorasi sekaligus mengurangi risiko pada tahapan pengeboran eksplorasi berikutnya.

Keberhasilan Survei Seismik 3D Offshore Kandawulo juga menunjukkan bahwa percepatan kegiatan eksplorasi dapat dilakukan tanpa mengabaikan standar keselamatan dan efektivitas operasional.

Dengan capaian Zero Accident, penyelesaian lebih cepat dari target, serta kualitas data akuisisi yang baik, proyek ini menjadi salah satu langkah strategis PHE dalam memperluas kegiatan pencarian sumber daya migas baru di Indonesia.

BACA JUGA:   Sempat Ditegur BEI, JSMR Benarkan Akan Rilis Dana Investasi Infrastruktur

PHE menegaskan komitmennya untuk terus mendorong eksplorasi migas yang berkelanjutan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.

Ke depan, hasil survei ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan blok-blok migas baru, khususnya di kawasan Indonesia Timur, guna mendukung peningkatan produksi migas domestik sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Tags: PHE
Previous Post

Pembangunan PLTS Karangkates Capai 70%, Akan Dongkrak Ekonomi Lokal

Next Post

Digitalisasi HR Hingga Analitik Data, Begini Cara Adira Finance Menyiapkan Karyawan untuk Kebutuhan Bisnis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR