TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Digitalisasi HR Hingga Analitik Data, Begini Cara Adira Finance Menyiapkan Karyawan untuk Kebutuhan Bisnis

Abi Abdul Jabbar Sidik
23 October 2026 | 11:29
rubrik: Business Info, Event, HC
Digitalisasi HR Hingga Analitik Data, Begini Cara Adira Finance Menyiapkan Karyawan untuk Kebutuhan Bisnis

Jakarta, Top Business – Pertumbuhan skala bisnis membawa konsekuensi pada kebutuhan pengelolaan sumber daya manusia yang semakin terintegrasi. Bagi PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance), Human Capital Management System (HCMS) kini ditempatkan sebagai bagian penting dalam mendukung pencapaian strategi bisnis dan pertumbuhan organisasi.

Hal tersebut tercermin dari perkembangan kinerja dan skala organisasi Adira Finance sepanjang 2024-2025. Di mana total income perusahaan meningkat dari Rp11,787 triliun pada 2024 menjadi Rp12,129 triliun pada 2025. Pada periode yang sama, jumlah full-time employee (FTE) meningkat dari 16.937 menjadi 20.817 orang, sedangkan total headcount yang dikelola meningkat dari 24.409 menjadi 30.403 orang.

Kondisi tersebut membuat fungsi Human Capital tidak lagi hanya ditempatkan sebagai pengelola administrasi karyawan. Adira Finance membangun kerangka Strategic Human Capital yang mengintegrasikan berbagai proses SDM mulai dari organizational and resources planning, recruitment and onboarding, learning development, talent development, career and mobility, performance and reward system, industrial relation and culture, hingga exit and termination.

Kepala Divisi Human Capital Business Partner PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, Awal Diyananda, mengatakan pengelolaan human capital di Adira Finance dirancang melibatkan berbagai lini manajemen. Dengan demikian, pengelolaan sumber daya manusia menjadi tanggung jawab bersama antara fungsi Human Capital, line manager hingga jajaran top executive.

“Human Capital Management System di Adira Finance diturunkan dari misi-misi perusahaan. Kami mendesain dan melibatkan dari semua line manager sampai dengan top eksekutif untuk mengelola human capital di Adira Finance. Jadi tidak semuanya dibebankan ke Human Capital, karena kami menyadari pengelolaan karyawan mulai dari attracting sampai dengan termination membutuhkan keterlibatan seluruh lini,” ujar Awal dalam presentasi penjurian TOP Human Capital Awards 2026 yang dilakukan secara daring, Kamis (22/10/2026).

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyelaraskan kebijakan SDM dengan strategi perusahaan. Dalam Strategic Human Capital Framework, Adira Finance menempatkan visi dan misi perusahaan sebagai fondasi yang kemudian diterjemahkan ke dalam strategi organisasi, proses SDM, pengelolaan kinerja, pengembangan individu, hingga hubungan industrial. Kerangka tersebut dirancang untuk menjaga keselarasan antara kebijakan SDM dengan kebijakan strategis perusahaan.

Tiga Pilar Strategi Human Capital

Memasuki periode 2025-2026, strategi Human Capital Adira Finance diarahkan pada tiga fokus utama, yakni peningkatan produktivitas dan kapasitas tenaga kerja, pembangunan budaya perusahaan untuk mendukung inisiatif bisnis, serta peningkatan kapasitas digitalisasi melalui Human Capital Management System.

Strategi tersebut berjalan seiring dengan agenda bisnis perusahaan yang menempatkan customer centric sebagai salah satu fokus utama, sekaligus mendorong penguatan produktivitas dan operational excellence. Materi HCMS Adira Finance menunjukkan bahwa digitalisasi Human Capital dirancang untuk mendukung pencapaian strategi bisnis sekaligus membangun inisiatif yang berorientasi pada karyawan.

BACA JUGA:   BPR Sampuraga Cemerlang Finalis Ajang TOP BUMD Awards 2025, Konsisten Menyumbang PAD

“Di dalam mengelola karyawan, mulai dari karyawan masuk terkait dengan desain organisasi dan resources planning sampai dengan karyawan keluar di exit dan termination management, tentunya kami dikuatkan juga dengan aspek teknologi, robotik, data analitik, employee apps, dan sustainability finance untuk membantu memperkuat engagement karyawan,” ujar Awal.

Fokus pada produktivitas menjadi semakin relevan seiring dengan bertambahnya skala organisasi. Pada 2025, total FTE Adira Finance mencapai 20.817 orang, naik dari 16.937 orang pada 2024. Total headcount managed juga meningkat menjadi 30.403 orang dari 24.409 orang.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Adira Finance mengembangkan organisasi baru di tingkat divisi, yakni Human Capital Business Partner. Fungsi ini dirancang untuk memperkuat pendampingan terhadap unit bisnis, terutama karena aktivitas operasional perusahaan tersebar hingga tingkat regional dan cabang.

Menurut Awal, kehadiran Human Capital Business Partner memperkuat posisi HC sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan bisnis perusahaan.

“Dengan adanya Human Capital Business Partner, fokusnya adalah pendampingan terhadap bisnis karena kami merasa sebagai tim Human Capital harus menjadi bagian tidak terpisahkan dari perjalanan bisnis dan operasional bisnis. Aktivitas bisnis itu adanya bukan di kantor pusat, tetapi justru di level branch dan regional.”

Transformasi Human Capital sebagai business partner memang dirancang untuk memastikan strategi talenta dapat menjadi akselerator pencapaian target bisnis. Fungsi HCBP regional terhubung dengan business unit dan branch operation melalui mekanisme regional business review, business analysis, activity observation, hingga tindak lanjut atas action item dan pemantauan perbaikan.

Talenta Disiapkan untuk Menjawab Kebutuhan Bisnis

Penguatan produktivitas juga dilakukan melalui pengembangan kompetensi dan talent management. Adira Finance menyiapkan berbagai program pembelajaran yang menggabungkan metode online dan offline, termasuk leadership dan career academy.

Program tersebut dikaitkan dengan kebutuhan karier dan promosi. Setiap jenjang promosi memiliki pipeline training yang perlu ditempuh oleh karyawan. Perusahaan juga mengembangkan sertifikasi internal melalui Corporate University Adira dan memperkuat pembelajaran melalui e-learning.

Awal menjelaskan, pengembangan talenta dilakukan melalui proses yang terstruktur, mulai dari identifikasi, pemetaan, pengembangan hingga retensi.

“Kami mengidentifikasi talent melalui proses assessment dan talent mapping. Setelah kita dapatkan kandidatnya, kita petakan, kita lakukan pengembangan talent melalui talent development program. Setelah itu talent-talent ini kita jaga melalui program talent retention sehingga pada saat kebutuhan bisnis yang ada, kebutuhan organisasi yang ada, kita tinggal menempatkan talent-talent ini.”

BACA JUGA:   Adelle Jewellery Perkuat Strategi Human Capital untuk Dorong Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Pendekatan tersebut membuat talent management menjadi bagian dari kesiapan organisasi dalam menjawab kebutuhan bisnis. Program training juga diarahkan pada kebutuhan strategis perusahaan, termasuk fungsi collection dan business analytics.

Di sisi remunerasi dan reward, Adira Finance menerapkan strategi yang disesuaikan dengan kondisi pasar, capaian perusahaan, kebutuhan fungsi serta posisi yang bersifat kritikal. Perusahaan juga mengembangkan financial reward dan non-financial reward yang disesuaikan dengan karakteristik karyawan.

Sementara itu, incentive management diarahkan berbasis produktivitas melalui berbagai skema yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Dengan pendekatan tersebut, reward dan incentive tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari sistem pengelolaan kinerja yang mendukung pencapaian organisasi.

Digitalisasi Perkuat Employee Experience

Digitalisasi menjadi salah satu elemen penting dalam HCMS Adira Finance. Materi perusahaan menunjukkan bahwa digitalisasi HC berperan dalam mendukung HC sebagai strategic partner bagi bisnis, melalui analytics and intelligence, automation, robotic and AI, employee experience, serta pengelolaan data karyawan.

Salah satu implementasinya adalah Smile Apps 2.0, sebuah mobile super apps untuk karyawan. Platform ini mengintegrasikan berbagai fitur dan konten dalam satu aplikasi, sekaligus menjadi sarana komunikasi dan engagement karyawan.

Smile Apps juga memberikan akses ke sejumlah aplikasi terkait kebutuhan karyawan maupun bisnis. Fungsinya mencakup konten komunikasi, interaksi dengan manajemen, hingga akses ke berbagai aplikasi bisnis dalam satu platform.

“Di setiap cycle kami membangun teknologi dan apps. Ini adalah employee apps yang kami miliki, sekarang sudah pengembangan 2.0. Kami namakan Smile supaya karyawan kalau membuka apps ini selalu senyum dan mendapatkan kebahagiaan di sana,” kata Awal.

Selain employee apps, Adira Finance memanfaatkan SAP Analytics Cloud untuk mengintegrasikan dashboard Human Capital dan dashboard bisnis. Sistem ini dirancang untuk membantu tim HC maupun bisnis memperoleh insight berbasis data dalam proses pengambilan keputusan.

Pada tahap awal, HC Analytics Dashboard mencakup empat dashboard, yakni headcount and resources planning, recruitment, productivity, serta cost and benefit. Pengembangannya kemudian diperluas dengan dashboard general affair, performance, industrial relation, business growth, talent management, serta learning and development.

Untuk kebutuhan learning, perusahaan juga mengintegrasikan sistem pembelajaran karyawan melalui platform LMS. Dengan digitalisasi tersebut, berbagai proses Human Capital diarahkan semakin mudah diakses, terintegrasi dan mendukung kebutuhan organisasi yang terus berkembang.

Budaya Menjadi Penguat Strategi Bisnis

Selain produktivitas dan digitalisasi, strategi HC Adira Finance juga diperkuat melalui pembangunan budaya perusahaan. Materi HCMS mencantumkan corporate value, corporate culture, people character, surrounding culture, CSR, inklusivitas perempuan dan disabilitas, integrity culture, know your employee, serta employee involvement sebagai bagian dari agenda budaya perusahaan.

BACA JUGA:   QMB Kembangkan Talenta Lokal Unggul untuk Dukung Industri Energi Baru Berkelanjutan

Budaya tersebut diarahkan untuk membangun pengalaman kerja yang selaras dengan nilai perusahaan sekaligus mendukung terciptanya perilaku customer-centric. Employee Value Proposition (EVP) juga menjadi bagian dari pendekatan perusahaan dalam membangun pengalaman kerja karyawan.

Di sisi lain, Adira Finance mengembangkan program inklusivitas melalui women mentorship program dan penerapan inklusivitas bagi karyawan penyandang disabilitas. Human Capital juga berperan dalam sustainability finance melalui pengelolaan tempat kerja yang bertanggung jawab serta kegiatan CSR.

Pendekatan budaya dan sustainability tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun keterlibatan karyawan sekaligus menciptakan keberlanjutan organisasi.

HC Business Index Tunjukkan Skala Pengelolaan

Perkembangan sistem Human Capital tersebut berjalan seiring dengan perubahan skala organisasi Adira Finance. Data HC Business Index periode 2024-2025 menunjukkan total headcount managed meningkat dari 24.409 menjadi 30.403 orang. Jumlah FTE meningkat menjadi 20.817 orang, sementara jumlah manajemen meningkat dari 75 menjadi 85 orang.

Pada periode yang sama, total income perusahaan meningkat 2,9% dari Rp11,787 triliun menjadi Rp12,129 triliun. Total operating expenses tercatat Rp5,314 triliun pada 2025, dibandingkan Rp4,681 triliun pada 2024. Total aset juga meningkat dari Rp38,372 triliun menjadi Rp38,529 triliun, sedangkan total equity naik dari Rp14,549 triliun menjadi Rp15,030 triliun.

Bagi Adira Finance, indikator tersebut menjadi konteks penting bagi pengembangan HCMS. Semakin besar organisasi dan semakin kompleks kebutuhan bisnis, semakin penting pula keberadaan sistem Human Capital yang mampu menghubungkan kebutuhan organisasi, kapabilitas karyawan dan strategi bisnis.

Karena itu, transformasi HC sebagai business partner menjadi salah satu langkah strategis perusahaan. Melalui integrasi fungsi HC dengan unit bisnis, pengembangan talenta, penguatan budaya dan digitalisasi, Human Capital diarahkan untuk berperan sebagai akselerator pertumbuhan.

Awal menegaskan, pengembangan tersebut merupakan bagian dari perjalanan Adira Finance untuk terus membangun Human Capital Management yang mampu menjawab kebutuhan organisasi dan bisnis.

“Buat kami, TOP Human Capital Awards ini salah satu momentum atau event untuk kami belajar, bertumbuh, mengembangkan Human Capital Management di Adira Finance. Dari sini kami mendapatkan banyak informasi, khususnya masukan-masukan positif dari Dewan Juri yang selalu kami catat dengan baik dan kami terapkan dalam operasional dan aktivitas sehari-hari di Adira Finance.”

Dengan fondasi HCMS yang semakin terintegrasi, Adira Finance menempatkan manusia, teknologi dan strategi bisnis dalam satu ekosistem. Pendekatan tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menjaga produktivitas, memperkuat kapabilitas talenta, meningkatkan employee experience dan memastikan fungsi Human Capital terus bergerak searah dengan pertumbuhan bisnis.

Tags: PT Adira Dinamika Multi Finance TbkTOP Human Capital Awards 2026
Previous Post

PHE Tuntaskan Survei Seismik 3D di Selat Makassar 42 Hari Lebih Cepat, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Next Post

Tomohon Jazz Festival 2026 Hadir di Metland Marron Hotel – Taman Kelong

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR