TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

RI Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Agenda Global, Didukung 60 Negara

Nurdian Akhmad
24 October 2026 | 13:30
rubrik: Business Info, Ekonomi
RI Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Agenda Global, Didukung 60 Negara

Jakarta, TopBusiness – Indonesia terus mendorong penguatan ekonomi kreatif sebagai bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat global.

Upaya tersebut dilakukan melalui diplomasi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk dengan menjadi salah satu sponsor resolusi tentang promosi ekonomi kreatif untuk pembangunan berkelanjutan pada 2023, serta penyusunan Jakarta Vision on Creative Economy dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.

Dokumen Jakarta Vision on Creative Economy disepakati dalam pertemuan tingkat menteri pada rangkaian WCCE 2026 di Jakarta. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan pemerintah Indonesia akan membawa dokumen tersebut melalui Kementerian Luar Negeri untuk diajukan sebagai resolusi dalam Sidang Majelis Umum PBB pada Desember 2026 di New York, Amerika Serikat.

“Ini adalah kontribusi Indonesia dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif di tingkat global,” kata Riefky dalam keterangan yang dikutip Sabtu (24/10/2026).

Sebelumnya, pada 22 November 2023, perwakilan Indonesia memperkenalkan rancangan resolusi PBB bertajuk Promoting Creative Economy for Sustainable Development dengan nomor dokumen A/C.2/78/L.4/Rev.1. Berdasarkan dokumen tersebut, rancangan resolusi disponsori oleh 60 negara, termasuk Indonesia.

Sebanyak 23 negara menjadi sponsor awal, yakni Azerbaijan, Bulgaria, Kamboja, Kamerun, Cile, China, Republik Dominika, Guinea Ekuatorial, Fiji, India, Indonesia, Kenya, Malaysia, Meksiko, Maroko, Nikaragua, Filipina, Federasi Rusia, Afrika Selatan, Suriname, Türkiye, Turkmenistan, dan Uzbekistan.

Dukungan kemudian bertambah dengan bergabungnya 37 negara lainnya, yaitu Armenia, Australia, Bolivia, Brunei Darussalam, Kosta Rika, Guatemala, Hungaria, Jamaika, Kazakhstan, Laos, Myanmar, Namibia, Papua Nugini, Republik Korea, Singapura, Tajikistan, Thailand, Togo, Tunisia, Vietnam, Barbados, Burundi, Cabo Verde, Chad, Kolombia, Jibuti, El Salvador, Lebanon, Nepal, Nigeria, Panama, Peru, Saint Lucia, Kepulauan Solomon, Timor-Leste, Uni Emirat Arab, dan Republik Persatuan Tanzania.

BACA JUGA:   HBA menjadi USD 75,84 per Ton

Dalam WCCE 2026 yang berlangsung pada 21–23 Oktober, Jakarta Vision on Creative Economy memuat empat fokus utama untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif global. Keempatnya mencakup teknologi, kecerdasan artifisial (AI) dan transformasi digital; pembangunan berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan desain regeneratif; kekayaan intelektual, hak kreatif, dan ekonomi berkeadilan; serta inklusivitas, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekosistem kreatif.

Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Mohammed Ali Berawi mengatakan dokumen tersebut juga menyoroti pentingnya akses pendanaan, pembiayaan, dan investasi bagi pelaku ekonomi kreatif, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Ali, pembahasan Jakarta Vision on Creative Economy telah berlangsung sejak April 2026 dengan melibatkan pelaku ekonomi kreatif dunia melalui pendekatan hexahelix. Dokumen itu diharapkan dapat memperkuat posisi ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan global setelah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) berakhir pada 2030.

Selain menghasilkan dokumen strategis, WCCE 2026 yang resmi ditutup pada Jumat (23/10) juga menghasilkan tiga inisiatif untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Ketiga inisiatif tersebut adalah Creative Economy Data Model (CEDM) yang dikembangkan bersama Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO), Indonesia Creative Economy Outlook 2026–2027 bersama Katadata, serta Ekraf Academy untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi sumber daya manusia kreatif.

CEDM dirancang untuk memetakan kondisi ekosistem ekonomi kreatif melalui tiga dimensi, yakni lingkungan bagi kreativitas, sumber daya pendukung kreativitas, dan nilai kreatif. Model ini mencakup aspek tata kelola kekayaan intelektual, kondisi sosial budaya, talenta, infrastruktur, pembiayaan, pasar, serta kontribusi sosial ekonomi.

Sementara itu, Indonesia Creative Economy Outlook 2026–2027 disiapkan sebagai referensi data dan arah strategis pengembangan ekonomi kreatif nasional, termasuk terkait transformasi digital, pemanfaatan AI, dan ekonomi berbasis kekayaan intelektual. Adapun Ekraf Academy dikembangkan bersama Indonesia Creative Cities Network (ICCN), asosiasi, dan lembaga sertifikasi profesi dengan dukungan kerja sama 30 perguruan tinggi.

BACA JUGA:   Pedagang Pasar Ingatkan Potensi Gejolak Harga Pangan

WCCE 2026 melibatkan perwakilan lebih dari 82 negara dan tujuh organisasi internasional, dengan kehadiran 38 kepala delegasi serta 183 pembicara dan moderator. Konferensi tersebut juga diikuti 7.639 peserta, sementara Creative Village di kawasan SCBD, Jakarta, dikunjungi lebih dari 20.000 orang.

Melalui rangkaian inisiatif tersebut, pemerintah mendorong penguatan kerja sama internasional sekaligus pengembangan kapasitas industri kreatif dalam negeri, agar kreativitas dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi para pelaku dan berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.

Tags: WCCE 2026World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026
Previous Post

Tangani Karhutla di Kalsel, 11,25 Km Saluran Riam Kanan Dibersihkan untuk Sumber Air Helikopter Water Bombing

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR