TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

The Legacy Relay 2026 Himpun 28 Gagasan untuk Indonesia 2045

Busthomi
24 October 2026 | 18:49
rubrik: Ekonomi
The Legacy Relay 2026 Himpun 28 Gagasan untuk Indonesia 2045

Mengusung pertanyaan utama “What Will Our Generation Leave Behind?”, The Legacy Relay 2026 — Special Sumpah Pemuda Forum dirancang sebagai ruang dialog lintas generasi yang menghubungkan semangat persatuan Sumpah Pemuda 1928. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — Yayasan Kartini Heritage Center (KHC) menggelar The Legacy Relay 2026 — Special Sumpah Pemuda Forum di Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Jakarta, Rabu (21/10/2026) lalu.

Forum lintas generasi ini mengajak tokoh bangsa, pelaku industri, akademisi, komunitas, dan generasi muda merumuskan kontribusi yang dapat diwariskan bagi Indonesia menuju 2045.

Mengusung tema utama “What Will Our Generation Leave Behind?”, kegiatan yang didukung Forum Dialog Nusantara (FDN), Perpusnas, dan Jawapos.com tersebut menghubungkan semangat persatuan Sumpah Pemuda 1928 dengan pemikiran R.A. Kartini, Mohammad Hatta, dan B.J. Habibie.

“Di acara itu, ketiganya merepresentasikan nilai pendidikan dan kesempatan, integritas kebangsaan, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026,” demikian seperti disampaikan dalam keterangan resmi yang diterima media, Sabtu (24/10/2026).

Melalui dialog lintas sektor, penyelenggara mendorong generasi muda tidak sekadar mewarisi nilai dan pemikiran para pendahulu, tetapi menerjemahkannya menjadi karya, inovasi, dan kontribusi nyata.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya hadir sebagai Special Speaker dan National Challenger. Sesi tersebut membahas bagaimana ide, budaya, kreativitas, dan teknologi dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi Indonesia, sekaligus menyoroti pentingnya ekosistem, kesempatan, dan kolaborasi untuk mendukung potensi generasi muda.

Salah satu sesi utama, The Legacy Table, mempertemukan Ilham Akbar Habibie, putra B.J. Habibie sekaligus Ketua Dewan Penasihat FDN; Halida Nuriah Hatta, putri Mohammad Hatta sekaligus Ketua Yayasan Hatta; dan Joddy Mulyasetya Putra, canggah R.A. Kartini sekaligus Ketua Yayasan Kartini Heritage Center.

Diskusi tersebut menempatkan warisan tokoh bangsa bukan semata-mata sebagai catatan sejarah atau kebanggaan keluarga, melainkan sebagai tanggung jawab yang harus dimaknai kembali oleh generasi sekarang.

BACA JUGA:   BI: Walau Defisit, Neraca Pembayaran Masih Terjaga

“Nilai pendidikan, integritas, persatuan, ilmu pengetahuan, dan inovasi dinilai tetap relevan untuk menjawab perubahan sosial dan perkembangan teknologi,” sebut keterangan itu.

Selain membahas warisan pemikiran para pendahulu, forum menghadirkan beragam perspektif mengenai tantangan Indonesia ke depan. Dalam sesi Generation Builders: Lightning Relay, para narasumber dari berbagai bidang mendiskusikan isu ekonomi riil, industri kreatif, kewirausahaan, profesi masa depan, partisipasi publik, pemberdayaan perempuan, budaya, lingkungan, dan kesetaraan.

Narasumber yang terlibat antara lain Cecep M. Wahyudin dari KADIN Indonesia, Ibnu Riza dari Indonesia Esports Association (IESPA), Tsamara Amany Alatas, Handoko Hendroyono dari Filosofi Kopi dan Mbloc Group, Lutfi Dipa Nawahasta dari BEPRO, serta Dzaki Adinda Husna dari The Mantra Group.

Forum juga menghadirkan Rian Fahardhi untuk membahas literasi digital dan partisipasi publik, Mutiara Diah Asmara dari Djarum Foundation terkait budaya dan lingkungan, Kusuma Ida Anjani dari PT Mustika Ratu Tbk. mengenai keberlanjutan warisan budaya dalam dunia usaha, serta Elisa Sugito dalam isu hak perempuan dan anak.

Ragam perspektif tersebut menegaskan bahwa pembangunan Indonesia tidak dapat bertumpu pada satu sektor atau pendekatan. Peran generasi muda dibutuhkan dalam menghubungkan kreativitas, kapasitas usaha, teknologi, kepedulian sosial, dan partisipasi masyarakat.

Suara peserta juga mendapat ruang melalui sesi “60 Seconds for Indonesia”. Dalam kesempatan tersebut, peserta menyampaikan gagasan dan harapan mengenai berbagai isu, mulai dari lingkungan, pemanfaatan teknologi dan inovasi, hingga kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja.

Buku 28 Gagasan untuk Indonesia 2045

Sebagai tindak lanjut, KHC menyiapkan buku The Legacy Relay 2026: 28 Gagasan untuk Indonesia 2045. Buku tersebut akan menghimpun gagasan terpilih melalui rangkaian penulisan surat kepada Indonesia 2045. Proses kurasi, penyuntingan, dan penerbitan dilakukan setelah forum berlangsung.

BACA JUGA:   Terus Menguat: Keoptimisan Konsumen ke Perekonomian

Buku ini dirancang sebagai dokumentasi pemikiran lintas generasi, sekaligus ruang untuk merekam harapan, pertanyaan, dan bentuk kontribusi yang ingin diberikan generasi sekarang kepada masa depan Indonesia.

Melalui semangat “From Legacy to Action”, KHC juga membuka peluang kolaborasi agar gagasan yang terdokumentasi dapat dikembangkan menjadi kegiatan dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan turut dilengkapi pameran “Dari Ikrar Menjadi Warisan” di Perpusnas pada 20–30 Oktober 2026. Pameran tersebut menampilkan foto, buku, dan literatur sejarah terkait Sumpah Pemuda 1928 serta pemikiran R.A. Kartini, Mohammad Hatta, dan B.J. Habibie.

Melalui The Legacy Relay 2026, KHC mengajak generasi muda memandang warisan bukan sekadar sesuatu yang diterima dari masa lalu, melainkan tanggung jawab untuk menghasilkan sesuatu yang bermakna bagi generasi berikutnya. Menjelang Indonesia 2045, estafet tersebut diharapkan berlanjut melalui gagasan, karya, dan tindakan nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Tags: Indonesia 2045The Legacy Relay 2026yayasan kartini heritage center
Previous Post

RI Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Agenda Global, Didukung 60 Negara

Next Post

Menteri PU Tinjau Pembangunan Tol Semarang – Demak, Ditargetkan Selesai Tahun 2027

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR