Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG minggu kemarin ditutup naik 0.95%, tapi masih disertai dengan net sell asing ~1.62 Tr. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, BBNI, GOTO dan BRIS.
Untuk perdagangan hari ini, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, jika IHSG akan tes support di 5350, dan jika bertahan di atas 5350, IHSG potensi untuk melanjutkan kenaikan hingga 5500 short term.
“Dengan kondisi itu maka level Support IHSG diproyeksi di rentang 5350-5400 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 5500-5550,” sebut dia dalam risetnya, Senin (26/10/2026).
Trading Idea hari ini: INET, AMMN, CUAN, EMAS, DEWA, dan TOBA
- INET Spec Buy dengan area beli di 184-189, cutloss di bawah 184. Target dekat di 194-199.
- AMMN Spec Buy dengan area beli di 4000-4030, cutloss di bawah 3900. Target dekat di 4100-4200.
- CUAN Spec Buy dengan area beli di 500-510, cutloss di bawah 496. Target dekat di 520-550.
- EMAS Spec Buy dengan area beli di 6575-6675, cutloss di bawah 6575. Target dekat di 6825-7025.
- DEWA Spec Buy dengan area beli di 266-268, cutloss di bawah 258. Target dekat di 272-278.
- TOBA Spec Buy dengan area beli di 510-520, cutloss di bawah 500. Target dekat di 540-560.
Global Overnight Review
Wall Street Melemah, Investor Menanti Rilis Kinerja Emiten dan Pertemuan The Fed. Indeks Utama Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (23/10).
Para investor kini menantikan rangkaian laporan laba perusahaan serta pertemuan kebijakan suku bunga The Fed.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,23%; S&P 500 turun 0,52%; Nasdaq Composite melemah 0,21%.
Saham sektor telekomunikasi mengalami penurunan, membebani sektor layanan komunikasi, menyusul laporan bahwa SpaceX tengah mencari ribuan lokasi menara seluler untuk operator nirkabel keempat.
Saham AT&T dan T-Mobile masing-masing anjlok hampir 8%, sementara saham Verizon turun 1,2%. Saham SpaceX naik 1,9%. Operator menara seluler di AS mencatatkan kenaikan, dengan saham Crown Castle naik 9% dan American Tower naik 4%.
Sektor energi naik 2,5%, mencapai rekor tertinggi. Harga minyak mentah Brent menyentuh level tertinggi sejak akhir April, setelah serangan kelompok Houthi di Arab Saudi memicu kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi dari Timur Tengah.
Saham American Express turun 3,7%; perseroan menaikkan proyeksi labanya sembari mengumumkan rencana untuk memangkas 5% dari total tenaga kerjanya.
Saham SLB naik 7% setelah penyedia layanan ladang minyak tersebut mencatatkan laba Q3 yang melampaui konsensus.
Bursa Asia Beragam, Terseret Koreksi Wall Street. Bursa Asia bervariasi pada perdagangan Jumat pekan lalu (23/10), di tengah aksi jual saham teknologi yang dipicu kekhawatiran terhadap besarnya kebutuhan pendanaan pengembangan AI.
Kekhawatiran tersebut mendorong investor beralih ke obligasi pemerintah dan aset yang dinilai lebih aman, sekaligus menekan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,34%; Topix turun 0,79%; dan TAIEX Taiwan terkoreksi 1,8%. Sedangkan, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,69%; CSI 300 China melesat 1,7%; KOSPI Korea Selatan naik 0,3%; dan ASX 200 Australia naik tipis 0,02%.
Sejalan, FTSE Straits Times menguat 0,13%; dan FTSE Malay KLCI naik 0,21%. Pergerakkan tersebut sejalan dengan aksi jual sektor teknologi di pasar saham AS. Di mana, belanja modal perusahaan AI membebani pasar dan menyeret sektor teknologi AS mengalami penurunan hingga 3%. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
