TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Waspada Pasar Masih Fluktuatif, Enam Saham Ini Direkomendasikan Buy: SMGR, ISAT, PTBA, TINS, AMRT, dan HMSP

Busthomi
27 October 2026 | 08:36
rubrik: Capital Market
BEI Sesuaikan Kriteria Evaluasi Indeks IDX30, LQ45, dan IDX80

Ilustrasi pergerakan saham. FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 1.22%, masih disertai dengan net sell asing ~2.03 Tr. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, TLKM, BBCA, BBRI dan ANTM.

Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, kemarin IHSG bertahan di support di 5350, sehingga ada potensi untuk teknikal rebound. Tapi hati-hati jika IHSG break di bawah 5300, IHSG potensi melanjutkan koreksi mengarah kembali ke 5000an.

“Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG diperkirakan di kisaran 5300-5350 dan level Resist IHSG diproyeksi di rentang 5400-5450,” ujar dia, dalam riset hariannya Selasa (27/10/2026).

Trading Idea hari ini: SMGR, ISAT, PTBA, TINS, AMRT, dan HMSP

  • SMGR Buy on Weakness dengan area beli di 1425-1465, cutloss di bawah 1400. Target dekat di 1490-1520.
  • ISAT Spec Buy dengan area beli di 1660-1700, cutloss di bawah 1650. Target dekat di 1740-1800.
  • PTBA Spec Buy dengan area beli di 3170-3220, cutloss di bawah 3150. Target dekat di 3260-3360.
  • TINS Spec Buy dengan area beli di 3760-3800, cutloss di bawah 3740. Target dekat di 3840-3920.
  • AMRT Spec Buy dengan area beli di 1010-1045, cutloss di bawah 1000. Target dekat di 1070-1100.
  • HMSP Spec Buy dengan area beli di 630-640, cutloss di bawah 630. Target dekat di 655-675.

Global Overnight Review

Wall Street Ditutup Menguat Senin (26/10), IPO Anthropic Dongkrak Saham Teknologi. Bursa saham AS ditutup menguat pada perdagangan Senin (26/10).

Sentimen positif dari pengajuan IPO perusahaan AI Anthropic mendorong kenaikan saham-saham teknologi dan terkait AI.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,28%; S&P 500 menguat 0,70%; dan Nasdaq Composite bertambah 0,83%. Anthropic mengungkapkan kerugian besar sekaligus pertumbuhan pendapatan yang solid dalam dokumen pengajuan IPO di AS.

BACA JUGA:   Berikut, 3 Saham Diserbu Pagi Ini

Perseroan menyatakan ambisinya membangun sistem AI yang berpotensi mengubah perekonomian global, meskipun pengembangan teknologinya membutuhkan biaya besar.

Di sisi emiten, saham Lumentum menguat sekitar 8%, dan Coherent naik sekitar 6%. Sementara, Meta Platforms turun 1,9% setelah perseroan menyatakan berencana menghimpun dana ekuitas hingga US$ 95 miliar untuk membiayai ekspansi terkait AI, termasuk pusat data, kapasitas komputasi awan, dan infrastruktur lainnya.

Dari sisi kebijakan moneter, pasar menantikan keputusan suku bunga The Fed pada Rabu (28/10).

Selain keputusan bank sentral, investor juga menantikan data pertumbuhan ekonomi dan inflasi AS pada Kamis (29/10), serta laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar; termasuk Alphabet, Microsoft, dan Amazon.com.

Bursa Asia Mayoritas Turun, di Tengah Penurunan Harga Minyak Brent. Bursa saham Asia Sebagian besar terkoreksi pada perdagangan Senin (26/10), di tengah koreksi harga minyak dunia dari level tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Investor juga mencermati serangkaian pertemuan bank sentral dan laporan kinerja perusahaan teknologi besar yang akan menguji optimisme pasar terhadap sektor AI. Indeks Nikkei Jepang 225 naik 0,18%; sedangkan Topix turun 0,80%.

Di Korea Selatan, indeks KOSPI melemah 1,5%; dan KOSDAQ anjlok 3,3%. Sementara, Hang Seng Hong Kong menguat 0,5%; TAIEX Taiwan melemah 1,8%; dan ASX 200 Australia bertambah 0,2%.

Pergerakan tersebut terjadi di tengah laporan kunjungan mediator Qatar ke Teheran untuk mengupayakan penurunan ketegangan kawasan melalui koordinasi dengan AS.

Sebelumnya, serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi meningkat dan memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak.

Di sisi Australia, pelaku pasar menanti data inflasi konsumen 3Q26 yang dijadwalkan rilis pada Rabu (28/10), sehingga akan menjadi petunjuk bagi Reserve Bank of Australia (RBA) dalam menentukan arah kebijakan moneter selanjutnya.  (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)

Tags: rekomendasi sahamsahamsaham hari inisaham pilihan
Previous Post

Perundingan Saudi-Iran Turunkan Harga Minyak ke USD101,5

Next Post

Dari Kebijakan Buyback hingga Mekanisme HSC Jadi Agenda OJK Reformasi Integritas Pasar Modal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR