Jakarta, TopBusiness – PT Hutama Mambelim Trans Papua (HMTP), Badan Usaha Pelaksana (BUP) yang dibentuk oleh Konsorsium PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) dan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) memperkuat pengendalian pelaksanaan proyek melalui kegiatan Management Walkthrough (MWT) pada Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Jalan Trans Papua ruas Jayapura–Wamena segmen Mamberamo–Elelim.
MWT yang dilaksanakan pada Kamis-Jumat (22-23/10) dihadiri oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua – Papua Pegunungan, Denny Firmansyah; Penata Kelola Jalan dan Jembatan Ahli Madya Kementerian PU, Wilan Oktavian; Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan; Executive Vice President (EVP) Divisi QHSSE Hutama Karya, Pulung Satyo Anggono; Executive Vice President (EVP) Divisi Pengendalian Operasi Hutama Karya, Nyoman Endi Mahendra; dan Plt. Direktur HMTP, Kun Hartawan Adi Satria. Rangkaian kegiatan MWT meliputi pemaparan progres, pengecekan penerapan QHSSE hingga diskusi bersama tim proyek yang dipimpin Project Manager, Agung Rahmadi.
Kegiatan MWT ini difokuskan pada peninjauan langsung dan evaluasi progres fisik pekerjaan sepanjang ruas proyek dari STA awal hingga STA akhir, pekerjaan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB), memantau kesesuaian realisasi pekerjaan terhadap rencana waktu ( schedule ) dan target produksi, evaluasi metode pelaksanaan pekerjaan dan kesiapan Sumber Daya seperti kecukupan alat berat, material, dan tenaga kerja. Termasuk identifikasi kendala dan potensi risiko teknis yang memerlukan penanganan segera. Serta mengevaluasi pemenuhan Indikator Kinerja Jalan (IKJ) Masa Konstruksi untuk memastikan terpenuhinya aspek pelayanan jalan, keselamatan pengguna jalan, serta pemeliharaan dan keberlanjutan fungsi infrastruktur selama periode percepatan pekerjaan.
Iwan Hermawan menekankan pentingnya keterlibatan langsung manajemen dalam memastikan standar mutu pengerjaan. Ia menyatakan bahwa kehadiran perusahaan di Papua tidak hanya soal membangun jalan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami memastikan setiap tahapan konstruksi memenuhi standar keselamatan dan kualitas. Serta memantau kesiapan percepatan proyek agar penyelesaian proyek ini sesuai dengan rencana dan tidak melebihi target waktu penyelesaian yang telah ditentukan,” ujar Iwan Hermawan.
Pembangunan proyek Jalan Trans Papua Ruas Jayapura – Wamena Segmen Mamberamo – Elelim ini akan dibangun sepanjang 50,14 KM dan menjadi akses vital yang menghubungkan tiga provinsi dan delapan kabupaten. Adanya pembangunan ini mampu meningkatkan aksesibilitas, memperlancar distribusi logistik, memperkuat perekonomian daerah, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Papua.
Pembangunan proyek ini ikut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dengan menyerap tenaga lokal sebanyak 278 orang, khususnya untuk pekerjaan sipil, saluran dan pasangan batu kali, operator lapangan, flagman, serta tim keamanan. Hal ini menunjukan bahwa pemberdayaan masyarakat lokal berperan aktif dalam pemerataan kesempatan kerja yang adil. “Hadirnya tenaga kerja lokal dalam pembangunan Jalan Trans Papua tidak hanya mempercepat proses konstruksi, tetapi juga mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar proyek yang menciptakan akses ekonomi berkelanjutan,” jelas Kun Hartawan dalam siaran pers.
Sebelum konektivitas jalan semakin berkembang, perjalanan para sopir angkutan logistik dari Jayapura menuju Wamena menghadapi tantangan geografis yang tidak mudah. Medan pegunungan, kawasan hutan yang lebat, serta kondisi jalur yang ekstrem membuat perjalanan distribusi logistik dapat memakan waktu hingga berbulan-bulan, bergantung pada kondisi lapangan dan akses yang tersedia.
Kondisi tersebut menjadi gambaran nyata pentingnya pembangunan infrastruktur jalan untuk mendukung kelancaran mobilitas logistik dan masyarakat di wilayah Papua. Keterbatasan akses tidak hanya berdampak pada lamanya perjalanan, tetapi juga menjadi tantangan dalam menjaga kelancaran rantai pasok kebutuhan masyarakat. Seiring dengan tersambungnya jalur pada sejumlah bagian ruas yang dibangun, perjalanan distribusi logistik dari Jayapura menuju Wamena kini berpotensi ditempuh dalam waktu kurang dari dua minggu, menyesuaikan kondisi jalan, cuaca, serta akses yang dapat dilalui. Perkembangan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan efisiensi perjalanan dan mendukung distribusi kebutuhan masyarakat di wilayah Papua Pegunungan.
Pembangunan Jalan Trans Papua ruas Jayapura–Wamena segmen Mamberamo–Elelim sejalan dengan kerja nyata dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta mendukung implementasi Asta Cita yang menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan efisiensi distribusi logistik, serta mendukung mobilitas masyarakat di Papua Pegunungan. Dengan target penyelesaian pada tahun 2027, infrastruktur ini diharapkan dapat memperlancar penyaluran kebutuhan pokok, mendorong aktivitas ekonomi, dan membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat.
HMTP berkomitmen memprioritaskan penyelesaian proyek sesuai target waktu dengan tetap mengedepankan keselamatan melalui penerapan Quality, Health, Safety, Security, and Environment (QHSSE), prinsip Good Corporate Governance (GCG), prinsip kepatuhan, serta menjaga mutu dan kualitas pekerjaan sesuai standar yang ditetapkan. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya HMTP dalam menghadirkan infrastruktur yang andal, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua.
