TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Danareksa Bertransformasi Jadi Operator Kawasan Industri, BP BUMN-Danantara Percepat Konsolidasi

Albarsyah
28 October 2026 | 22:13
rubrik: BUMN
Danareksa Bertransformasi Jadi Operator Kawasan Industri, BP BUMN-Danantara Percepat Konsolidasi

Jakarta, TopBusiness — Danareksa diarahkan bertransformasi menjadi pengelola dan operator kawasan industri terintegrasi untuk memperkuat pertumbuhan industri nasional. Hal ini menjadi fokus pertemuan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria dengan jajaran Direksi dan Komisaris Utama PT Danareksa (Persero) di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Transformasi ini merupakan bagian dari konsolidasi dan penyederhanaan struktur usaha (streamlining) BUMN yang dilakukan sepanjang 2026. Melalui langkah tersebut, Danareksa akan difokuskan sebagai operator kawasan industri yang tidak hanya menyediakan fasilitas bagi pelaku usaha, tetapi juga mengembangkan ekosistem terintegrasi untuk mendukung aktivitas industri dan pertumbuhan ekonomi.

“Hanya akan fokus menjadi operator kawasan industri. Yang diharapkan itu KEK, kawasan industrial estate itu benar-benar menjadi kota, nanti kan kita ada smart city di dalamnya,” ujar Dony, mengutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.

Konsolidasi mencakup 12 kawasan industri dalam portofolio BUMN, dengan lima kawasan siap memasuki tahapan transaksi. Penataan ini menjadi fondasi bagi Danareksa untuk menyusun model bisnis baru, mengidentifikasi sumber pendapatan, serta merumuskan arah pengembangan kawasan industri secara lebih terarah.

Dony menekankan, proses konsolidasi dan streamlining perlu dituntaskan pada 2026 agar penataan model bisnis dapat dimulai pada 2027. Untuk itu, Danareksa didorong segera merampungkan roadmap pengembangan kawasan industri sebagai acuan dalam menentukan strategi dan prioritas pengembangan ke depan.

“Karena kawasan industri ini akan menjadi salah satu enabler untuk menarik investor masuk ke Indonesia dan membuka lapangan pekerjaan, sehingga pengembangan ini harus dilakukan secara masif,” ujar Dony.

Selain berorientasi pada pertumbuhan bisnis, transformasi Danareksa juga membawa mandat strategis untuk mendukung kepentingan nasional. Kawasan industri diharapkan menjadi penggerak masuknya investasi, mempercepat pertumbuhan industri dalam negeri, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

BACA JUGA:   Transformasi IFG Pangkas 12 Entitas, Perkuat Tata Kelola dan Cegah Kesalahan Investasi

“Karena kawasan industri ini, ingat, kita tidak sama seperti kawasan industri swasta. Kita ada tugas negara juga yang harus kita jalankan, yaitu mengundang sebanyak mungkin investasi masuk ke Indonesia dan membuka lapangan pekerjaan,” ujar Dony.

Melalui konsolidasi dan transformasi tersebut, BP BUMN bersama Danantara mendorong Danareksa membangun model pengelolaan kawasan industri yang lebih terintegrasi, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran BUMN dalam menarik investasi dan mendorong penciptaan lapangan kerja di Indonesia.

Tags: BP BUMNDanareksa
Previous Post

PDC Catat 48,2 Juta Jam Kerja Aman, Perkuat Budaya Keselamatan melalui Salam Lima Jari

Next Post

Buka Forek Hulu Migas, Bahlil Minta KKKS Segera Eksekusi Blok yang Sudah PoD  Untuk Kejar Lifting dan Tekan Impor

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR