Jakarta, TopBusiness – Sebanyak 142 perusahaan mengikuti ajang TOP Human Capital Awards 2026 yang diselenggarakan Majalah TOPBusiness bersama LKN Astacita. Jumlah peserta tersebut meningkat sekitar 7% dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Acara puncak penghargaan TOP Human Capital Awards 2026 digelar di Hotel Raffles Jakarta, Kamis (29/10/2026), dengan mengusung tema “Unlocking Human Potential for Sustainable Business Excellence”.
Ajang ini menjadi bentuk apresiasi bagi perusahaan dan organisasi yang dinilai berhasil mengembangkan Human Capital Management System (HCMS) serta mengintegrasikannya dengan strategi bisnis untuk mendukung keberlanjutan organisasi.
Ketua Penyelenggara TOP Human Capital Awards 2026 sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah TopBusiness, M. Lutfi Handayani, mengatakan tema tahun ini mengajak organisasi untuk mengenali, mengembangkan, dan memberikan ruang bagi potensi setiap insan agar dapat berkontribusi secara optimal.
Menurutnya, fungsi human capital harus memahami arah bisnis perusahaan, menyiapkan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan, serta mengukur hasil pengembangan SDM secara relevan.
Perubahan teknologi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) juga turut mengubah pola pekerjaan dan kebutuhan keterampilan. Karena itu, perusahaan perlu membangun budaya belajar, menyiapkan talenta untuk menghadapi peran masa depan, serta memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

Selain kompetensi, pengalaman karyawan, kesejahteraan, kualitas kepemimpinan, dan budaya berkinerja tinggi juga menjadi faktor penting dalam membangun kinerja organisasi yang sehat dan berkelanjutan.
Ketua Dewan Juri TOP Human Capital Awards 2026, Prof. Budi Widjaja Soetjipto, menjelaskan bahwa penilaian penghargaan tahun ini mencakup enam aspek utama.
Keenam aspek tersebut meliputi Strategic Human Capital Leadership, Human Potential & Talent Management, Learning & Future Skills, Employee Experience & High Performance Culture, Digital HC & AI Enablement, serta Business Impact & Sustainability.
Penilaian tersebut mencakup keselarasan strategi human capital dengan strategi bisnis, pengembangan potensi dan manajemen talenta, kesiapan keterampilan masa depan, pengalaman karyawan, pemanfaatan teknologi digital dan AI, hingga kontribusi human capital terhadap produktivitas, inovasi, dan keberlanjutan bisnis.
Investasi SDM Jadi Investasi Masa Depan
Direktur Bina Infrastruktur dan Tenaga Pelatihan Kementerian Ketenagakerjaan, Teguh Djatmiko, mengatakan keunggulan perusahaan pada era saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh modal, mesin, dan teknologi, tetapi juga kompetensi manusia.
Menurutnya, perusahaan perlu membangun budaya unggul secara konsisten melalui investasi pada pengembangan kompetensi SDM.
“Perusahaan yang investasi ke manusia berarti investasi ke masa depan,” ujar Teguh.
Dia menambahkan, pengembangan human capital perlu terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan. Dengan demikian, keberhasilan program pelatihan tidak lagi hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan kinerja perusahaan.
Sementara itu, Ketua Umum PMSM Indonesia, Dudi Arisandi, menyoroti semakin kuatnya pengaruh AI terhadap pengelolaan human capital.
Menurutnya, perkembangan teknologi tersebut menghadirkan mandat baru bagi praktisi human capital dalam mengelola produktivitas tenaga kerja.
Dia menjelaskan, produktivitas ke depan akan semakin mengarah pada konsep human plus AI. Dalam konsep tersebut, manusia berperan memberikan konteks, sementara AI membantu menerjemahkan instruksi manusia, termasuk dalam proses analisis dan coding.
Dorong Penguatan Sistem Human Capital
Dalam penyelenggaraan tahun ini, Dewan Juri juga memberikan sejumlah catatan bagi perusahaan untuk memperkuat penerapan HCMS. Di antaranya menempatkan potensi manusia sebagai inti pengelolaan human capital, menyelaraskan strategi SDM dengan prioritas bisnis, serta mengembangkan talenta melalui program suksesi dan mobilitas.
Perusahaan juga didorong mempersiapkan keterampilan masa depan serta memastikan pemanfaatan AI dan data tetap memperhatikan aspek privasi, keamanan, akuntabilitas, dan pengawasan manusia.

Selain itu, pengukuran dampak program human capital perlu dilakukan untuk menilai efektivitas sekaligus menjadi dasar perbaikan inisiatif HCMS secara berkelanjutan.
Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026 diberikan dalam klasifikasi Bintang 1 hingga Bintang 5 yang mencerminkan tingkat kematangan dan kualitas penerapan HCMS berdasarkan kriteria penilaian. Dewan Juri juga memberikan apresiasi khusus kepada para pemimpin dan pejabat human capital yang dinilai berperan dalam memperkuat sistem pengelolaan SDM di organisasinya.
Sejumlah perusahaan yang menjadi penerima penghargaan tahun ini antara lain PT Pertamina Trans Kontinental, PT Pertamina Drilling Service Indonesia, Great Giant Foods, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, OT Group, PT Perkebunan Nusantara IV, PT Bank Syariah Nasional, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Bank Seabank Indonesia, dan Perumda Air Minum Batiwakkal Berau.
Melalui penyelenggaraan penghargaan ini, Majalah TopBusiness berharap semakin banyak organisasi memperkuat sistem pengelolaan human capital, mengembangkan potensi SDM, serta menghubungkan kapabilitas manusia dengan kebutuhan bisnis dan keberlanjutan organisasi.
