Jakarta, BusinessNews Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatan pada awal perdagangan saham Jumat pagi ini (25/5/2018). Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG melesat naik 154,53 poin atau 2,67 persen ke level 5.946,538.
Hari ini, pada pra pembukaan, IHSG naik 0,18 persen atau 10,88 poin ke level 5.957,42. Indeks LQ45 pun menguat 0,29 persen ke level 956,612.
IHSG kembali melanjutkan penguatannya sebesar 13,81 poin atau 0,31 persen ke level 5.960,34. Sementara indeks LQ45 mendaki 0,31 persen ke level 956,825.
Sebanyak 145 saham menguat, 53 saham terkoreksi, dan 102 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan sebanyak 25.526 kali dengan volume 538,3 juta saham senilai Rp 444,5 miliar.
Investor asing tercatat melakukan pembelian di seluruh saham senilai Rp 25,99 miliar. Sedangkan kurs dolar Amerika Serikat diperdagangkan Rp 14.157.
Hampir seluruh sektor saham menguat. Memimpin kenaikan, yakni sektor saham pertambangan sebesar 0,83 persen. Diikuti sektor saham konstruksi yang menanjak 0,46 persen, dan sektor saham industri dasar melesat 0,52 persen.
Sektor saham infrastruktur terpantau melemah 0,36 persen, disusul consumer goods terkoreksi 0,06 persen, dan sektor saham keuangan turun tipis sebesar 0,08 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan tertinggi dan menopang laju IHSG antara lain saham TRUK melonjak 24,42 persen, saham CAMP naik tajam 20,50 persen, dan saham ABMM dengan penguatan 8,96 persen.
Adapun saham-saham yang masih menahan laju indeks, di antaranya saham GOLD dengan pelemahan paling dalam sebesar 25 persen. Di belakangnya ada saham CSIS yang tergelincir 5 persen, dan saham SKYB dengan kerugian 4,65 persen.
IHSG tidak berjaya sendirian di bursa saham Asia. Ada indeks saham Shanghai China yang mencatatkan penguatan tipis 0,03 persen, indeks saham Taiwan naik 0,15 persen, indeks Nikkei Jepang naik 0,08 persen.
Sementara indeks saham lainnya, seperti Hang Seng Hong Kong justru mengalami pelemahan 0,23 persen, dan indeks saham Strait Times turun tipis 0,06 persen, serta indeks saham Kospi Korea Selatan susut 0,14 persen.
