TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Kolaborasi agar Cerita Asli RI Dikenal Dunia

Achmad Adhito
4 November 2026 | 09:29
rubrik: Business Info
Ini 5 Tren Digital Pendorong Transformasi Bisnis

Sumber Ilustrasi: Freepik

Jakarta, TopBusiness—Collective Studios melalui lini pengembangan kekayaan intelektual orisinalnya, Historyverse, bersama Galleri5 dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, mengumumkan kerjasama strategis.

Dalam keterangan yang diterima hari ini oleh Redaksi Majalah TopBusiness, dijelaskan bahwa kerjasama itu untuk mengembangkan cerita-cerita asli Indonesia menjadi karya film dan serial yang berpotensi menjangkau penonton di seluruh dunia.

Collective Studios merupakan bagian dari Collective Artists Network, sementara Galleri5 adalah perusahaan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dalam ekosistem Collective yang mengembangkan platform produksi bagi industri perfilman dan ekonomi kreatif.

Kolaborasi ini diumumkan dalam forum Indonesia–India Creative-Tech Corridor di Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional 2026, 24 Oktober lalu. Forum tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bersama Kedutaan Besar India di Jakarta, dengan KEK Singhasari sebagai mitra pelaksana.

Kemitraan ini berfokus pada pengembangan cerita yang berakar pada kekayaan budaya Indonesia, termasuk mitologi, fantasi, sejarah, dan animasi. Talenta kreatif serta pemahaman budaya lokal Indonesia akan dipadukan dengan kapabilitas pengembangan IP orisinal Collective Studios dan teknologi serta alur kerja produksi berbasis AI yang dikembangkan Galleri5 di India.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Nasional KEK, Airlangga Hartarto, menekankan bahwa kecerdasan artifisial harus menjadi sarana peningkatan produktivitas dan daya saing talenta kreatif Indonesia. “Kecerdasan artifisial harus memberdayakan kreator, bukan menggantikan mereka,” tegas Menko Airlangga dalam forum tersebut.

Menko Airlangga juga menekankan pentingnya memastikan setiap kemitraan melibatkan talenta dan cerita Indonesia, sekaligus melindungi, mengembangkan, dan meningkatkan nilai tambah kekayaan intelektual nasional.

Melalui kerjasama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif, KEK Singhasari diarahkan untuk mengembangkan Singhasari Creative-Tech Sandbox sebagai inisiatif percontohan bagi subsektor Teknologi Baru dan Konten Digital.

BACA JUGA:   Optimalisasi Gas Domestik Butuh Infrastruktur Terintegrasi dan Kepastian Investasi

Pengembangannya diharapkan menghasilkan dampak terukur dalam investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan kekayaan intelektual yang dapat menjadi masukan bagi kebijakan ke depan.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan bahwa kolaborasi ini lahir dari upaya mempertemukan kekuatan kreatif kedua negara.

“Melalui berbagai diskusi, kami melihat peluang untuk menghubungkan kekayaan cerita budaya dan talenta kreatif Indonesia dengan kemampuan India yang maju dalam bidang teknologi dan produksi audiovisual.”

“Visi bersama inilah yang melahirkan Indonesia–India Creative-Tech Corridor, sekaligus pengembangan Creative-Tech Sandbox yang akan membuka peluang kolaborasi bagi kreator dan mitra industri,” ujar Menteri Ekraf.

Direktur Utama KEK Singhasari, David Santoso, melihat kemitraan ini sebagai kelanjutan hubungan sejarah dan budaya panjang antara Indonesia dan India.

Delapan abad lalu, di tanah tempat KEK Singhasari berdiri hari ini, Kerajaan Singhasari menjadi pusat teknik, seni, ilmu pengetahuan, dan tata negara, sebuah peradaban yang diperkaya oleh pertukaran berabad-abad dengan India.

“Hari ini, bersama mitra-mitra dari India, kita menghidupkan kembali sejarah itu, kali ini dengan menguasai transformasi AI. Tujuan kita adalah membangun daya saing baru Indonesia di subsektor Teknologi Baru dan Konten Digital, dengan talenta dan kekayaan intelektual Indonesia sebagai intinya,” ujar David Santoso.

Tags: cerita rakyat indonesiaCollective StudiosKEK Singhasari
Previous Post

IHSG Dibuka Anjlok, Tekanan Jual Masih Membayangi Pasar

Next Post

OJK Dorong Mahasiswa Jadi Agen Literasi Keuangan dan Penggerak Ekonomi Daerah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR