TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Dibuka Anjlok, Tekanan Jual Masih Membayangi Pasar

Agus Haryanto
4 November 2026 | 09:25
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali dibuka melemah pada perdagangan Rabu (4/11/2026). IHSG terkoreksi 47,33 poin atau 0,97 persen ke level 4.856,96.

Sejalan dengan IHSG, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga bergerak di zona merah. Indeks LQ45 turun 3,51 poin atau 0,71 persen ke posisi 493,76.

Pelemahan pada awal perdagangan ini memperlihatkan bahwa tekanan jual di pasar saham domestik masih berlanjut setelah IHSG mengalami koreksi tajam pada perdagangan sebelumnya.

Tekanan Asing dan Sentimen MSCI Membayangi IHSG

Salah satu faktor yang membebani pergerakan IHSG adalah aksi jual investor asing. Pada perdagangan Selasa, investor asing melangsungkan jual bersih (net sell) mencapai Rp759,98 miliar di perdagangan saham pasar reguler. Di seluruh pasar, investor asing net sell Rp575 miliar.

Selain itu, pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang menjadi perhatian investor terkait prospek dan daya tarik pasar saham Indonesia.

Tekanan terhadap rupiah turut menjadi perhatian. Pada perdagangan Selasa, rupiah berada di kisaran Rp18.156 per dolar AS. Pelemahan mata uang domestik berpotensi menambah kehati-hatian investor asing dalam menempatkan dana di pasar saham Indonesia.

Dari sisi sektoral, seluruh 11 indeks sektoral IDX-IC tercatat melemah pada perdagangan Selasa. Sektor barang baku mengalami koreksi terdalam sebesar 6 persen, disusul sektor energi yang turun 4,38 persen dan transportasi melemah 3,90 persen.

Analisis Teknikal

Secara teknikal, pelemahan IHSG pada awal perdagangan Rabu memperlihatkan bahwa tren koreksi masih berlangsung. Indeks bahkan kembali bergerak di bawah level psikologis 4.900 setelah sebelumnya menembus area support 4.907.

Pelaku pasar perlu mencermati area 4.800 sebagai support berikutnya. Apabila tekanan jual berlanjut dan indeks menembus level tersebut, IHSG berpotensi mengalami koreksi lebih dalam.

BACA JUGA:   IHSG Masuk ke Tren Rebound, Rekomendasi Saham Layak Dipilih

Sementara itu, apabila terjadi technical rebound, area 4.900 hingga 4.950 berpotensi menjadi resistance terdekat yang perlu dilewati untuk membuka peluang pemulihan indeks.

Dengan kondisi pasar yang masih rentan, investor disarankan mencermati pergerakan saham secara selektif, terutama saham-saham berfundamental kuat dan memiliki likuiditas memadai.

Strategi buy on weakness dapat dipertimbangkan dengan tetap memperhatikan level support dan resistance masing-masing saham. Investor jangka pendek juga perlu mengutamakan manajemen risiko dan tidak terburu-buru melakukan akumulasi sebelum muncul konfirmasi pembalikan arah.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Pasar bisa Lanjutkan Koreksi, Analis Sarankan Buy and Sell Saham Ini: INDF, ISAT, AMMN, dan EMAS

Next Post

Ini Kolaborasi agar Cerita Asli RI Dikenal Dunia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR