Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG melemah -3.78% ke 4,904.29, disebabkan oleh kekhawatiran investor terhadap usulan penurunan status pasar modal Indonesia dari kategori pasar Emerging Market menjadi Standalone Market, mengenai investability dan kurangnya nilai transparansi serta dugaan aktivitas perdagangan yang terkoordinasi, oleh MSCI.
- Key Drivers
- Basic Materials -6.00%
- Energy -4.38%
- Foreign Flow : Rp 759.98 Miliar
- Nett Sell: BBRI, ANTM, BUMI, TPIA, dan TINS
Global Market
Bursa saham AS, Wall Street ditutup menguat, disebabkan saham perusahaan chip yang mencatatkan kenaikan untuk pertama kalinya dalam lima sesi, meskipun kekhawatiran seputar pengeluaran untuk AI yang didanai oleh utang masih terus membayangi.
Hari ini bursa saham kawasan Asia dibuka, pergerakan indeks beragam.
- Indeks Nikkei225: -1.20%
- Indeks Kospi : +1.39%
Technical View
IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 4,841 dan resistance pada level 4,962 dengan kecenderungan melemah.
Indicator
- Candle Pattern : bearish belt hold
- Stochastic : death cross pada area deep oversold
- Forecast : melanjutkan penurunannya
Berikut rekomendasi saham hari ini:
INDF Buy on Weakness, ISAT Buy on Weakness, AMMN Sell on Strength, EMAS Sell on Strength.

