Jakarta, TopBusiness—Di Q3 2026, total pasokan ritel kumulatif Jakarta tetap berada di kisaran 4.848.200 m2, tanpa adanya tambahan pasokan baru selama kuartal ulasan. Itu dengan peningkatan sebesar 0,8% YoY (year on year). Hal itu dijelaskan dalam riset pasar terbaru Cushman and Wakefield Indonesia, yang diterima Redaksi Majalah TopBusiness (4/11/10126).
Ke depan, tambahan pasokan ritel sekitar 18.000 m2 diperkirakan akan selesai pada kuartal berikutnya di tahun 2026, yaitu Travoy Hub Phase 2.
Setelah 2026, tambahan pasokan sebesar 64.000 m2 akan memasuki pasar ritel, terdiri dari 44.000 m2 dari Lippo Mall East Side di Holland
Village pada 2027. Dan 20.000 m2 dari Two Sudirman pada 2028.
Tingkat hunian secara keseluruhan relatif stabil di 77,8% pada akhir Q3 2026 (0,1% QoQ; 1,4% YoY), dengan total permintaan kumulatif mencapai sekitar 3.771.600 m2.
Meski peritel terus berekspansi dan memerkenalkan konsep baru selama kuartal ini, pertumbuhan tingkat hunian tetap terbatas. Hal itu karena sejumlah penyewa yang sudah ada melakukan renovasi gerai dan penyesuaian ukuran gerai.
Riset tersebut menyebutkan bahwa, meski demikian, pasar ritel primer Jakarta tetap menarik sejumlah pembukaan gerai ternama selama kuartal ini, khususnya di segmen fesyen, kecantikan, dan pakaian olahraga.
