Jakarta, TopBusiness – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Kamis (5/11/2026). IHSG naik 110,49 poin atau 2,25% ke level 5.030,26.
Penguatan IHSG diikuti oleh mayoritas saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tercatat sebanyak 440 saham menguat, sementara 178 saham melemah dan 99 saham bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup ramai. Total volume transaksi saham mencapai 22,21 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp9,68 triliun.
Dari data tersebut, jumlah saham yang menguat mencapai sekitar 61,4% dari total 717 saham yang tercatat mengalami pergerakan. Hal ini menunjukkan bahwa penguatan IHSG didukung oleh kenaikan yang cukup luas, bukan hanya ditopang oleh segelintir saham berkapitalisasi besar.
Analisis Perdagangan: Penguatan Didukung Mayoritas Saham
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini menunjukkan perbaikan sentimen pasar. Dominasi saham yang menguat dibandingkan saham yang melemah mengindikasikan meningkatnya minat beli investor terhadap saham-saham di Bursa Efek Indonesia.
Rasio saham naik terhadap saham turun mencapai sekitar 2,47 kali. Kondisi ini menjadi sinyal positif karena penguatan indeks disertai partisipasi mayoritas saham.
Sebelumnya, pada perdagangan sesi I, sektor barang baku (IDXBASIC) mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 4,18%. Disusul sektor barang konsumen nonprimer sebesar 1,94% dan sektor perindustrian sebesar 1,50%. Saham-saham berbasis komoditas, seperti AMMN dan ANTM, turut mencatatkan penguatan. Emiten News+1
Dari sisi eksternal, sentimen positif turut datang dari penguatan bursa saham Amerika Serikat, penurunan harga minyak mentah, serta rebound harga emas. Faktor-faktor tersebut sebelumnya dinilai berpotensi menopang pergerakan pasar saham domestik. Warta Ekonomi+1
Level 5.000 Menjadi Area Psikologis Penting
Keberhasilan IHSG ditutup di atas level 5.000 menjadi perkembangan positif bagi pasar saham domestik. Level tersebut merupakan area psikologis yang penting untuk diperhatikan investor.
Dengan penutupan di level 5.030,26, IHSG berpeluang mempertahankan momentum penguatan apabila tekanan jual dapat terkendali dan minat beli tetap terjaga.
Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung (profit taking), terutama setelah indeks mengalami kenaikan cukup tajam sebesar 2,25% dalam sehari.
Selain itu, keberlanjutan penguatan perlu dikonfirmasi melalui peningkatan aktivitas transaksi dan konsistensi kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar.
Untuk perdagangan selanjutnya, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan level 5.000 sebagai area psikologis yang perlu dipertahankan.
Apabila mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan lanjutan masih terbuka. Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat, indeks berpotensi mengalami konsolidasi setelah reli perdagangan hari ini.
Investor disarankan mencermati pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan, komoditas, dan industri dasar, serta perkembangan sentimen global dan domestik.
Data AI
