TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IKT Tetap Melantai di Bursa Sesuai Jadwal

Nurdian Akhmad
28 May 2018 | 08:55
rubrik: Business Info
IKT Tetap Melantai di Bursa Sesuai Jadwal

Foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indoensia – Kendati banyak perusahaan menunda Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) karena alasan bursa saham yang masih bergejolak, PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) menegaskan tetap akan melantai di bursa  sesuai jadwal yakni pada 10 Juli 2018. Perseroan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 561.101.600 saham atau sebesar 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Direktur Utama IKT, Chiefy Adi Kusmargono mengatakan sesuai rencana, penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 24 Mei 2018 hingga 22 Juni 2018.

“Penetapan harga IPO diharapkan pada 25 Juni 2018, sedangkan pencatatan perdana saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 10 Juli 2018,” kata Chiefy, dalam acara konferensi pers di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Minggu (27/5/2018).

Sebelumnya, sejumlah perusahaan memutuskan untuk menunda IPO karena melihat pasar yang belum kondusif. Perusahaan yang sudah resmi melaporkan penundaan itu ke BEI antara lain PT Artajasa Pembayaran Elektronis yang merupakan cucu usaha PT Indosat Tbk., PT Harvest Time, PT PG Rajawali I, PT Wijaya Karya Realty, serta PT Wahana Vinyl Nusantara.

IKT yang dikenal juga sebagai IPC Car Terminal menunjuk dua penjamin pelaksana Emisi Efek (Joint Lead Underwriters/JLU) yaitu PT Bahana Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas. Sedangkan RHB bertindak sebagai Agen Penjual Internasional (International Selling Agent).

Dia menjelaskan, sebesar 50 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex). “25 persen untuk perpanjangan sewa lahan, dan sisanya untuk modal kerja,” ujarnya.

Sesuai rencana, pada 2022, IKT menargetkan lahan seluas 89,5 hektare dengan kapasitas 2,1 juta kendaraan. Dengan demikian, perusahaan diproyeksikan menjadi pengelola terminal mobil terbesar ke-5 di dunia.

BACA JUGA:   Peluncuran Film Jejak Kiara: Mendorong Isu Perubahan Iklim dan Transisi Energi

 

 

Tags: iktIPC
Previous Post

Jelang Lebaran, Pegadaian Panen Tebusan Barang

Next Post

Menguat, IHSG Pagi Ini Kembali Tembus Level 6.000

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR