Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup naik 2.25%, tapi disertai dengan net sell asing ~25 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BMRI, ADRO, ARCI dan BREN.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, laju IHSG berpotensi kembali koreksi hari ini.
“Dengan level Support IHSG diperkirakan di kisaran 4900-4950 dan level Resist IHSG diproyeksi di rentang 5050-5150,” ujar dia dalam risetnya, Jumat (6/11/2026).
Trading Idea hari ini: ELSA, AKRA, MBMA, NCKL, HRUM, dan ISAT
- ELSA Spec Buy dengan area beli di 540-555, cutloss di bawah 540. Target dekat di 565-585.
- AKRA Buy if Break 1325, dengan target dekat di 1345-1370. Cutloss di bawah 1295.
- MBMA Buy on Weakness dengan area beli di 292-302, cutloss di bawah 288. Target dekat di 320-332.
- NCKL Spec Buy dengan area beli di 720-740, cutloss di bawah 720. Target dekat di 765-795.
- HRUM Spec Buy dengan area beli di 650-670, cutloss di bawah 650. Target dekat di 700-710.
- ISAT Spec Buy dengan area beli di 1370-1400, cutloss di bawah 1370. Target dekat di 1450-1475.
Global Overnight Review
Nasdaq Catat Koreksi Terbesar dalam 19 Bulan, Terdampak Kekhawatiran Regulasi AI. Bursa saham AS anjlok tajam pada perdagangan Kamis (5/11).
Indeks Nasdaq Composite mencatat penurunan harian terbesar dalam 19 bulan dan resmi memasuki fase koreksi setelah kekhawatiran terhadap pengetatan regulasi AI memicu aksi jual saham teknologi dan semikonduktor.
Indeks Nasdaq merosot 5,52%; S&P 500 anjlok 4,36%; Dow Jones Industrial Average melemah 3,44%. Kekhawatiran meningkat setelah Partai Demokrat memenangkan pemilihan legislatif AS pada Selasa (3/11).
Kemenangan tersebut memicu kekhawatiran bahwa pemerintahan dan anggota Kongres baru akan memperketat regulasi pembangunan pusat data.
Saham Nvidia anjlok lebih dari 9%, sementara indeks Philadelphia Semiconductor (SOX) terjun lebih dari 12%. Perusahaan pusat data IREN dan Applied Digital juga merosot lebih dari 14%, sedangkan CoreWeave turun hampir 10%.
Selain itu, saham Meta Platforms terkoreksi 4%, sementara Amazon.com dan Alphabet masing-masing turun 2,2%. GE Vernova turun 7,5% dan Constellation Energy melemah 2,5%.
Di sisi lain, saham Qualcomm anjlok 9,5% setelah proyeksi penjualan chip untuk smartwatch pada 4Q26 berada di bawah ekspektasi pasar. Pelaku pasar selanjutnya mencermati data tenaga kerja non-pertanian AS (nonfarm payrolls) Oktober yang dijadwalkan rilis Jumat (6/11).
Bursa Asia Variatif; Korea Selatan Ambruk Lebih dari 5%. Bursa saham Asia bervariatif pada perdagangan Kamis (5/11), setelah investor mencermati hasil midterm election AS yang mendorong penguatan Wall Street.
Pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh rotasi investasi dari saham-saham teknologi berbasis AI, serta kekhawatiran terhadap prospek industri pusat data. Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1,8%; sementara Topix melonjak 1,2%. Sedangkan, indeks Korea Selatan Kospi dan Kosdaq anjlok lebih dari 5%.
Sejalan penguatan, indeks Hang Seng Hong Kong melesat 3,7%; dan ASX 200 Australia melonjak 2,6%. Namun, saham-saham yang berkaitan dengan pembangunan pusat data justru tertekan akibat kekhawatiran terhadap meningkatnya penolakan industri tersebut di sejumlah negara bagian AS.
Salah satunya saham CoreWeave yang melemah setelah hasil pemilu memunculkan kekhawatiran mengenai potensi pengetatan regulasi pembangunan pusat data.
Di Texas, misalnya, kandidat Partai Demokrat Gina Hinojosa memenangkan pemilihan gubernur setelah menyuarakan perlunya pembatasan yang lebih ketat terhadap pembangunan pusat data. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
