TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Rights Issue BSI Disetujui, Bidik Penguatan Modal Menuju KBMI 4

Nurdian Akhmad
6 November 2026 | 15:25
rubrik: Business Info
Rights Issue BSI Disetujui, Bidik Penguatan Modal Menuju KBMI 4

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan penambahan modal melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 6,8 miliar saham Seri B.

Persetujuan tersebut diperoleh dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat (6/11/2026). Aksi korporasi ini menjadi bagian dari strategi BSI untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan porsi kepemilikan saham publik atau free float.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, penguatan permodalan dan peningkatan free float diharapkan dapat memperkokoh fundamental bisnis perseroan, memperluas basis investor, serta meningkatkan daya saing BSI di industri perbankan dan pasar modal.

Menurut dia, peningkatan free float menjadi salah satu agenda penting yang telah lama dinantikan pasar. Saat ini, porsi saham publik BSI masih sekitar 9,9%.

Dengan bertambahnya kepemilikan saham publik, peluang investasi di BSI diharapkan semakin terbuka, termasuk bagi investor institusi dan global. Selain meningkatkan likuiditas perdagangan saham, peningkatan free float juga berpotensi memperkuat peluang perseroan untuk memenuhi kriteria sebagai konstituen indeks saham global.

“Kami melihat peningkatan free float sebagai momentum untuk memperluas basis investor BSI dan meningkatkan daya tarik saham Perseroan di pasar modal. Dengan kepemilikan saham publik yang lebih luas, semakin banyak investor domestik maupun global yang berkesempatan untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan BSI,” ujar Anggoro.

Dia berharap pelaksanaan rights issue tersebut dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia sekaligus mendorong masuknya aliran investasi portofolio asing (foreign portfolio inflow).

Di sisi lain, tambahan modal juga diperlukan untuk menjaga ketahanan bisnis perbankan di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Struktur permodalan yang kuat dinilai penting agar BSI memiliki kapasitas memadai untuk menghadapi risiko sekaligus menangkap peluang pertumbuhan.

BACA JUGA:   Pasokan Air Irigasi 2.563 Hektare Sawah di Bantul dan Kulon Progo Dijaga

“Permodalan yang kuat merupakan fondasi bagi BSI untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi sekaligus menangkap peluang pertumbuhan ke depan. Melalui tambahan modal, kami ingin memastikan BSI memiliki capital buffer yang memadai untuk menjaga resiliensi, memperluas kapasitas pembiayaan, serta mendukung pengembangan bisnis secara berkelanjutan,” katanya.

Penguatan modal tersebut juga menjadi bagian dari strategi BSI untuk meningkatkan kelas bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4.

Berdasarkan proyeksi perseroan, kebutuhan permodalan BSI meningkat dari Rp51,07 triliun pada 2026 menjadi Rp64,41 triliun pada 2027. Sejalan dengan itu, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) diproyeksikan naik dari 20,38% menjadi 23,31%.

Apabila target tersebut tercapai, BSI berpeluang menjadi satu-satunya bank syariah di Indonesia yang masuk kelompok KBMI 4. Pencapaian ini sekaligus akan menjadi tonggak penting dalam peningkatan skala usaha BSI dan perkembangan industri perbankan syariah nasional.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI terus memperkuat ekosistem keuangan syariah, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas penyaluran pembiayaan. Melalui penguatan struktur permodalan, perseroan berharap dapat menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat, meningkatkan daya saing, dan memperbesar kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Tags: bsi
Previous Post

Cadangan Devisa RI Cukup untuk Biayai 5,3 Bulan Impor

Next Post

Terima Kunjungan S&P Global, IDSurvey Pertajam Arah Penguatan ESG dan Bisnis Konsultasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR