Jakarta, TopBusiness – Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2–6 November 2026 mengalami pelemahan. Hal ini tercermin dari penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kapitalisasi pasar, serta sejumlah indikator transaksi harian.
Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), El Sierra Putri Yosita, menyampaikan bahwa IHSG selama sepekan terkoreksi sebesar 0,13% menjadi 5.050,429, dibandingkan posisi pada pekan sebelumnya yang mencapai 5.057,050.
Sejalan dengan pergerakan indeks, kapitalisasi pasar BEI juga mengalami penurunan sebesar 1,34% menjadi Rp8.744 triliun dari sebelumnya Rp8.862 triliun pada pekan sebelumnya.
Dari sisi aktivitas transaksi, rata-rata volume transaksi harian BEI tercatat turun sebesar 3,50% menjadi 31,29 miliar saham, dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 32,43 miliar saham.
Penurunan juga terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 16,44% menjadi 1,29 juta kali transaksi dari sebelumnya 1,54 juta kali transaksi.
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan paling besar, yakni sebesar 23% menjadi Rp11,04 triliun dibandingkan pekan sebelumnya sebesar Rp14,34 triliun.
Di tengah pelemahan aktivitas perdagangan tersebut, investor asing masih mencatatkan aksi beli bersih pada perdagangan Jumat (6/11/2026). Nilai beli bersih investor asing tercatat sebesar Rp328,20 miliar.
Namun, secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing masih membukukan nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp98,08 triliun.
Pergerakan data perdagangan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pasar saham domestik masih menghadapi tekanan, terutama tercermin dari menyusutnya nilai dan frekuensi transaksi harian. Meski demikian, aksi beli bersih investor asing pada perdagangan terakhir pekan ini menjadi salah satu catatan positif di tengah tekanan pasar.
