TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp 13.876/Dolar AS

Nurdian Akhmad
6 June 2018 | 10:33
rubrik: Business Info
Kurs Rupiah Terkerek Kenaikan Peringkat Moody’s

ilustrasi perdagangan valas. FOTO: Istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Rupiah pada perdagangan Rabu pagi (6/6/2018) ini menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rabu pukul 09.53 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 4 poin atau 0,03% ke level Rp 13.876 per dolar AS. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.870-Rp13.887 per dolar AS.

Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah menguat 2 poin atau 0,01% menjadi Rp13.868 per dolar AS. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp13.861 per dolar AS hingga Rp13.883 per dolar AS.

Pagi ini Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena euro pulih menyusul laporan bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan secara bertahap mengurangi stimulus moneternya.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,14% menjadi 93,909 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi U$ 1,1714 dari US$ 1,1697 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi US$ 1,3393 dari US$ 1,3315 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi US$ 0,7615 dari US$ 0,7653.

Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menilai, adanya rilis kenaikan manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia memberikan sentimen positif pada laju Rupiah.

Selain itu, adanya pernyataan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang memperkirakan pertumbuhan investasi pada kisaran 7,5 persen hingga 8,3 persen di tahun 2019 cukup membantu Rupiah bertahan positif.

Di sisi lain, mulai meredanya ketegangan politik di Italia sangat membantu laju Euro untuk menguat lebih tinggi dari dolar AS.

“Padahal laju dolar AS juga sedang menguat seiring dengan dirilisnya data-data ketenakerjaan yang meningkat,” jelas Reza.

BACA JUGA:   Retakan Tol Cisumdawu KM 207+350 Ditangani, Lalu Lintas Tetap Aman dan Terkendali

Menurutnya, penguatan yang kembali terjadi memberikan peluang Rupiah untuk kembali melanjutkan kenaikannya. Apalagi masih didukung oleh penguatan. Adapun, menurut Reza, Rupiah diestimasikan akan bergerak pada kisaran support Rp 13.878 dan resisten Rp 13.855 per dolar AS.

 

Tags: dolar ASrupiah
Previous Post

Menteri PUPR: Jalur Mudik Lebaran 2018 Lebih Baik

Next Post

Trans Maluku di Pulau Seram Tembus 640 Km

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR