Jakarta, BusinessNews Indonesia – Setelah melemah pada perdagangan Kamis kemarin, nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar AS. Pada perdagangan, Jumat (22/6) pukul 10.18 WIB, kurs tengah Bank Indonesia menunjukkan kurs rupiah berada di Rp 14.102 per dolar AS.
Rupiah melemah 0,08% jika dibandingkan dengan kemarin yang ada di Rp 14.090 per dollar AS.
Di pasar spot, nilai tukar rupiah pun melemah ke Rp 14.108 per dollar AS. Pelemahan rupiah hari ini sebesar 0,04% jika dibandingkan dengan posisi penutupan kemarin pada Rp 14.102 per dollar AS.
Meski melemah, posisi rupiah masih berada di dalam kisaran perdagangan sepanjang tahun ini. Posisi terlemah rupiah tahun ini berada di Rp 14.209 per dollar AS yang terjadi pada 23 Mei lalu.
Rata-rata nilai tukar rupiah sepanjang tahun ini adalah Rp 13.729 per dollar AS, dengan posisi terkuat Rp 13.289 per dollar AS yang tercapai pada 25 Januari.
Pelemahan rupiah yang terjadi hari ini beriringan dengan pelemahan yuan, dollar Taiwan, yen, dan baht. Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dollar AS.
Secara year to date, rupiah berkinerja terburuk ketiga di Asia, setelah peso Filipina yang melemah 6,67% terhadap dollar dan rupee yang melemah 6,06%. Rupiah melemah 3,92% terhadap dollar sejak awal tahun ini. Di sisi lain, sebenarnya dollar AS hari ini melemah terhadap mata uang utama dunia.
Sebelumnya, Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai, pelemahan rupiah merupakan dampak dari kenaikan suku bunga acuan The Fed atau Fed Fund Rate (FFR). Bank Sentral AS telah menaikkan FFR sebesar 25 basis poin menjadi 1,75% hingga 2,00% pada bulan Juni. Kenaikan ini pun menjadi yang kedua di 2018 dan ketujuh sejak akhir 2015.
Pelemahan rupiah hingga 1% ini dinilai Darmin dampak dari libur panjang Lebaran. Di mana pergerakan tidak terpantau hingga saat pembukaan perdagangan Rupiah tedampak melemah hingga 1%.
