TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

SMN Siapkan Dana Bangun 2.000 Menara Telekomunikasi

Nurdian Akhmad
9 May 2014 | 10:36
rubrik: Capital Market
Ilustrasi/Istimewa
Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, businessnews.id — PT Sarana Menara Nusantara, Tbk., telah menyiapkan belanja modal (capex) untuk pembangunan menara baru di 2014 berkisar Rp 1,5 triliun hingga Rp 2 triliun.

Direktur Utama Sarana Menara Nusantara (SMN), Adam Gifari, mengatakan di Jakarta (8/5/2014), di 2014 pihaknya bisa merealisasikan pembangunan menara baru sekitar 1.500 unit sampai 2.000 unit.

Dana yang dibutuhkan Rp 1 miliar untuk setiap satu menara. Uangnya berasal dari pendanaan internal, tidak melalui pinjaman,” dia mengatakan.

Menurut Adam, pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan di 2014 berkisar Rp 3,75 triliun sampai Rp 3,87 triliun. Adapun EBITDA sekitar Rp 3,1 triliun sampai Rp3,2 triliun. “Pertumbuhan ini diperkirakan akan ditunjang oleh adanya penambahan menara sebanyak 1.500-2.000 unit tersebut,” imbuh Adam.

Dengan demikian, lanjut dia, pendapatan dan EBITDA 2014 akan mengalami pertumbuhan sekitar 17 persen sampai 21 persen dibandingkan dengan 2013. Adam menambahkan, sejauh ini pihaknya berharap prospek bisnis jasa penunjang telekomunikasi pada tahun ini akan terus membaik.

“Saat ini, pertumbuhan pasar telepon selular berkembang, karena bertambahnya pengguna dan naiknya permintaan layanan data. Kami akan melanjutkan fokus pada keunggulan operasional dan penguatan hubungan jangka panjang dengan perusahaan-perusahaan komunikasi nirkabel di Indonesia,” paparnya.

Adam mengatakan, perkiraan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA sebesar 17 persen sampai 20 persen tersebut memang lebih lambat dibandingkan pertumbuhan di 2013 yang mencapai 41,1 persen. “Perlambatan pertumbuhan ini karena perusahaan kami yang sudah semakin besar, sehingga akan sulit mencapai persentase yang lebih tinggi lagi,” jelasnya. (ZIZ)

EDITOR: DHI

BACA JUGA:   Investor Singapura Kendalikan Wahana Interfood, Sahamnya 37%
Previous Post

Pertamina Gelar Anugerah Riset Sobat Bumi

Next Post

BI Rate Tidak Naik, DPK Bank Syariah Aman

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR