
Jakarta, businessnews.id — Pertamina, melalui Pertamina Foundation, menggelar Anugerah Riset Sobat Bumi yang menyasar riset berbasis pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Itu mencakup aspek nature/alam, ekonomi, kesejahteraan, dan society empowerment/pemberdayaan masyarakat). “Anugerah ini merupakan perwujudan komitmen Pertamina dalam mendorong pertumbuhan penelitian berbasis pemberdayaan masyarakat yang aplikatif serta memiliki manfaat besar bagi masyarakat,” kata Corporate Secretary Pertamina, Nursatyo Argo, di Jakarta (8/5/2014).
Anugerah riset ini dikhususkan untuk peneliti yang tengah membuat disertasi S-3, penelitian mandiri, serta penelitian berbasis pengabdian masyarakat. Penelitian terpilih berhak untuk menerima hibah penelitian sebesar Rp 50 juta hingga Rp 100 juta.
“Dan peneliti berhak untuk menjadi bagian dari Komunitas Periset Sobat Bumi. Penelitian yang ada diharapkan dapat memunculkan riset yang mendalam sehingga akan tercipta penelitian yang memiliki nilai manfaat yang besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas,” dia mengatakan.
Lebih lanjut dia berkata, anugerah riset ini menjadi perwujudan komitmen Pertamina dalam membantu dunia pendidikan Tanah Air sekaligus juga membantu kesejahteraan masyarakat secara luas. Peneliti, sebagai kaum
intelektual di Indonesia, memiliki peran sentral dalam membangun iklim penelitian kondusif yang mampu menghasilkan beragam penelitian aplikatif, tepat guna dan memiliki nilai manfaat besar bagi peningkatan kesehjateraan masyarakat secara berkelanjutan. Penelitian yang menyentuh akar permasalahan di masyarakat diharapkan mampu menciptakan solusi yang membangun.
“Hasilnya diharapkan juga dapat mendorong tampilnya inisiatif masyarakat guna memberdayakan dan memaksimalkan potensinya secara mandiri, sehingga berujung pada peningkatan kesehjateraan masyarakat secara luas dan berkelanjutan,” kata Nursatyo.
Anugerah Riset Sobat Bumi mendapatkan respons positif, terlihat dari sebanyak 1.023 proposal yang masuk, di mana setelah melalui serangkaian penilaian administrasi, terdapat 617 proposal yang berhak untuk diikutsertakan pada proses selanjutnya.
Jumlah sebanyak itu jauh melampaui target awal yaitu sebanyak 300 proposal. Dari 617 proposal yang masuk, komposisinya terdiri dari 79 disertasi, 378 pengabdian masyarakat, dan 160 penelitian mandiri.
Dalam seleksi tahap I, terpilih short listed 40 proposal yang lolos seleksi administrasi, dan jumlah proposal yang tersaring pada tahap II adalah sebanyak 30 proposal (tahap II). Sebanyak 12 proposal yang dipresentasikan di depan para juri pada tahap III berhak untuk menerima Anugerah Riset Sobat Bumi dan hibah penelitian sebesar Rp 50 juta hingga Rp 100 juta.
Indikator dan parameter penilaian atas proposal didasarkan pada aspek: kesesuaian dengan tema, integrasi empat pilar pembangunan berkelanjutan, dan bobot manfaat penelitian bagi masyarakat.
Pada seleksi akhir, peneliti diminta mempresentasikan hasil penelitian di depan para juri independen yang berasal dari para pakar dunia pendidikan tinggi serta institusi terkemuka di Indonesia.
Latar belakang peneliti beragam, di mana sebagian besar terdiri dari peneliti di dalam negeri dan selebihnya berasal dari mahasiswa S-3 dari Indonesia yang tengah melaksanakan studi di luar negeri.
Sebaran latar belakang peserta, terdiri dari 120 lembaga pendidikan, 13 organisasi masyarakat (ormas) dan NGO serta 16 lembaga pemerintahan, keseluruhannya berasal dari 149 institusi yang berbeda-beda.
“Pertamina berharap, anugerah ini dapat meningkatkan gairah periset terhadap penelitian berbasis pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Diharapkan melalui hibah yang didapat, periset dapat mengaplikasikan keilmuannya dan menghasilkan penelitian yang dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat guna meningkatkan kesehjateraan dirinya untuk jangka waktu yang lama. Secara umum, gairah peneliti akan semakin menggeliat untuk menghasilkan penelitian berbasis pemberdayaan masyarakat berkelanjutan yang hasilnya dapat diterapkan dan dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” tutup Nursatyo. (DANG)
EDITOR: DHI