Jakarta, BusinessNews Indonesia—Untuk Mei tahun 2018, impor barang konsumsi oleh Indonesia hanya sebesar 9,79%. Adapun sisanya didominasi oleh impor bahan baku/penolong sebesar 74,3%.
“Dan untuk barang modal, persentasenya di 15,91%,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Suhariyanto, di Jakarta (25/6/2018), dalam konferensi pers kepada sejumlah media.
Dia menjelaskan bahwa, dari total impor barang modal sebesar 15,91% tersebut, porsi barang yang terkait dengan program infrastruktur pemerintah Indonesia, cukup signifikan.
Suhariyanto menjelaskan bahwa, di Mei tahun 2018 itu, defisit neraca perdagangan Indonesia sebesar USD 1,52 miliar.
Di Mei tersebut, total nilai impor sebesar USD 17,64 miliar atau naik 9,17% bila dibandingkan secara bulanan.
Sedangkan total nilai ekspor di Mei 2018 di USD 16,12 miliar atau naik 10,90 secara perbandingan bulanan.
“Jadi, sebenarnya ekspor Mei 2018 naik cukup menggembirakan. Akan tetapi, naiknya harga minyak yang harus diimpor, menyebabkan situasi sebaliknya di mana nilai impor naik,” kata dia.
