Jakarta, BusinessNews Indonesia—Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, mengatakan bahwa stagnasi pasar properti Indonesia berpotensi diperpanjang oleh mulainya tahun politik.
Dalam hal ini, konsumen menengah ke atas banyak yang menunda membeli properti karena mencermati tahun politik itu.
“Sementara itu, di semester pertama 2018, pasar properti cenderung agak tertahan,” kata Ali di Jakarta (25/6/2018), dalam wawancara dengan wartawan Majalah BusinessNews Indonesia.
Ali memprediksi bahwa pasar properti pun bisa masih agak tertahan pada semester kedua tahun 2018.
“Dalam hal ini, pasar properti tidak akan turun drastis. Akan tetapi, cenderung agak tertahan,” kata dia.
Dan berjalannya tahun politik terkait Pemilihan Umum 2019 berpotensi memerpanjang penahanan pergerakan pasar properti, kata dia menegaskan.
