TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Menguat, Rupiah Tinggalkan Level Rp 14.400

Nurdian Akhmad
4 July 2018 | 11:05
rubrik: Business Info, Ekonomi
Ikuti Tren Regional, Rupiah Tersungkur atas Dolar AS

foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Setelah melemah sejak awal pekan ini, nilai tukar rupiah di kurs acuan berhasil keluar dari tekanan dolar AS Rabu siang ini. Seperti halnya di pasar spot, di kurs acuan pun dolar AS sudah di bawah Rp 14.400.

Pada Rabu (4/7/2018), kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 14.343. Rupiah menguat cukup signifikan yaitu 0,52%.

Sementara di pasar spot, rupiah juga masih melanjutkan penguatan yang sudah terjadi sejak pembukaan. Pada pukul 10:11 WIB, US$ 1 dihargai Rp 14.360, di mana rupiah menguat 0,1%. Baik di Jisdor maupun spot, dolar AS sudah berada di bawah Rp 14.400.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wajiyo menilai, pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS saat ini masih terkendali.

“Kalau memang negara lain melakukan pelemahan, tidak mungkin kita menguat sendiri. Oleh karena itu, secara relatif, depresiasi rupiah dibanding negara-negara lain masih manageable,” jelas Perry di kantornya, Selasa (3/7/2018).

“Sehingga, tidak perlu kemudian menimbulkan suatu kepanikan,” tambah Perry. Sebab, pihaknya terus memantau kondisi ini dan melakukan langkah-langkah stabilisasi ekonomi, khususnya nilai tukar rupiah.

Sementara itu, ekonom senior Rizal Ramli menyatakan, laju rupiah yang terus merosot ini karena pihak regulator hanya mengandalkan kebijakan moneter saja. Justru tak ada kebijakan lain yang lebih mengena.

“Tidak ada terobosan di sektor riel dan tidak ada kebijakan pengelolaan utang yg inovatif. Jika terus mengandalkan kenaikan suku bunga terus hanya akan menambah masalah baru,” tegas Rizal.

Menurut mantan Menteri Koordinator Kemaritiman di era Presiden Joko Widodo ini, masalah baru dengan hanya mengandalkan stimulus suku bunga ini jika kemudian pada akhirnya total kenaikan bunga dalam setahun bisa 3-4 persen, baik bertahap maupun secara sekaligus di tahun ini.

BACA JUGA:   Dukung Program MBG, KRAS Siap Produksi Food Tray Berbahan Minyak Nabati

“Karena hal ini akan membuat kondisi makro ekonomi terpuruk. Bahkan pertumbuhan ekonomi akan tambah merosot ke bawah 4,5%, pertumbuhan kredit juga akan anjlok dibawah 8%, kredit macet dan default bisa akan meningkat, serta daya beli tambah merosot,” tutur Rizal.

Tags: dolar ASrupiah
Previous Post

IHSG Pagi Ini Bangkit ke Level 5.640

Next Post

Bank Dunia Ingatkan RI untuk Bersiap Hadapi Perang Dagang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR