Jakarta, BusinessNews Indonesia – Setelah melemah sejak awal pekan ini, nilai tukar rupiah di kurs acuan berhasil keluar dari tekanan dolar AS Rabu siang ini. Seperti halnya di pasar spot, di kurs acuan pun dolar AS sudah di bawah Rp 14.400.
Pada Rabu (4/7/2018), kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 14.343. Rupiah menguat cukup signifikan yaitu 0,52%.
Sementara di pasar spot, rupiah juga masih melanjutkan penguatan yang sudah terjadi sejak pembukaan. Pada pukul 10:11 WIB, US$ 1 dihargai Rp 14.360, di mana rupiah menguat 0,1%. Baik di Jisdor maupun spot, dolar AS sudah berada di bawah Rp 14.400.
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wajiyo menilai, pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS saat ini masih terkendali.
“Kalau memang negara lain melakukan pelemahan, tidak mungkin kita menguat sendiri. Oleh karena itu, secara relatif, depresiasi rupiah dibanding negara-negara lain masih manageable,” jelas Perry di kantornya, Selasa (3/7/2018).
“Sehingga, tidak perlu kemudian menimbulkan suatu kepanikan,” tambah Perry. Sebab, pihaknya terus memantau kondisi ini dan melakukan langkah-langkah stabilisasi ekonomi, khususnya nilai tukar rupiah.
Sementara itu, ekonom senior Rizal Ramli menyatakan, laju rupiah yang terus merosot ini karena pihak regulator hanya mengandalkan kebijakan moneter saja. Justru tak ada kebijakan lain yang lebih mengena.
“Tidak ada terobosan di sektor riel dan tidak ada kebijakan pengelolaan utang yg inovatif. Jika terus mengandalkan kenaikan suku bunga terus hanya akan menambah masalah baru,” tegas Rizal.
Menurut mantan Menteri Koordinator Kemaritiman di era Presiden Joko Widodo ini, masalah baru dengan hanya mengandalkan stimulus suku bunga ini jika kemudian pada akhirnya total kenaikan bunga dalam setahun bisa 3-4 persen, baik bertahap maupun secara sekaligus di tahun ini.
“Karena hal ini akan membuat kondisi makro ekonomi terpuruk. Bahkan pertumbuhan ekonomi akan tambah merosot ke bawah 4,5%, pertumbuhan kredit juga akan anjlok dibawah 8%, kredit macet dan default bisa akan meningkat, serta daya beli tambah merosot,” tutur Rizal.
