Jakarta, BusinessNews Indonesia – Salah satu anak usaha PT Pelindo II (Persero), PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) telah resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Melalui proses penawaran perdana saham (initial public offering/IPO), perseroan berhasil mengumpulkan dana mencapai Rp835 miliar. Dengan angka yang besar itu, perseroan yakin bisa terus bertumbuh pesat, karena pangsa pasarnya juga masih terbuka lebar. Hal itu yang akan ditawarkan perseroan kepada para investor.
“Dana segar IPO setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk belanja modal sebesar 50 persen,” ungkap Direktur Utama IPCC, Chiefy Adi Kusmargono di Jakarta, Senin (9/7/2018).
Sementara sisanya, kata dia, sebesar 25 persen untuk pembayaran kontrak sewa lahan jangka panjang di Jakarta Utara. Dan sebanyak 25 persen lagi untuk modal kerja‎.
Sehingga, kata dia, dengan prosentase penggunaan dana tersebut, tentu pihak perseroan memiliki peluang besar untuk menumbuhkan bisnis di 2018 ini.
“Makanya ke depan, IPCC yang memiliki pasar ini akan terus berkembang pesat. Ini didukung oleh basis klien yang solid, penguasaan lahan yang terjamin dan ekspansi yang terencana dengan baik, serta tim manajemen yang sangat berpengalaman,” klaim dia.
Seperti diketahui, bisnis IPCC memberikan jasa pelayanan terminal kendaraan meliputi Stevedoring, Cargodoring, Receiving, dan Delivery. Perseroan juga melayani pelayanan jasa lainnya, yaitu Vehicle Processing Center (VPC), Equipment Processing Center (EPC), Port Stock dan Transhipment Roro Services.
IPCC tidak hanya menyediakan jasa terminal untuk mobil, tapi juga untuk alat berat, truk, bus, dan suku cadang. Selain itu perusahaan juga mengklaim menjadi satu-satunya perusahaan pengelola terminal komersial yang memberikan jasa pelayanan terminal kendaraan di dalam negeri.
“Sehingga, kami bisa disebut memiliki 100 persen captive market untuk ekspor-impor kendaraan. Ini jelas margin bisnis menarik,” ungkapnya lagi.

Saat ini IPCC mengelola lahan seluas 31 hektare dengan kapasitas 700.000 unit kendaraan per tahun.
Sesuai rencana, pada 2022, IPCC menargetkan lahan seluas 89,5 hektare dengan kapasitas 2,1 juta kendaraan. Dengan demikian, perseroan diproyeksikan menjadi pengelola terminal mobil terbesar ke-5 di dunia.
Sekedar informasi, pada 2017, IPCC membukukan pendapatan sebesar Rp422,1 miliar, meningkat dibandingkan 2016 yang sebesar Rp314,3 miliar.
EBITDA naik menjadi Rp175,4 miliar dari Rp133,4 miliar. Laba kotor naik menjadi Rp208,6 miliar dari Rp164,5 miliar, dan laba bersih melonjak menjadi Rp130,1 miliar dari Rp98,4 miliar.
Adapun total aset per akhir 2017 mencapai Rp336,3 miliar, meningkat dibandingkan 2016 yang sebesar Rp264,9 miliar. Untuk ekuitas meningkat menjadi Rp237 miliar dari Rp185,6 miliar dan current ratio sebesar 3,3 kali atay naik dari 2,4 kali. Sayangnya, liabilitas naik menjadi Rp99,2 miliar dari Rp79,3 miliar.
